-
Di Sawahlunto, Ada Destinasi Wisata Suasana Eropa - Mau berwisata cantik layaknya di Eropa? Tidak perlu jauh-jauh. Langkahkan saja kaki Anda ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kota ini menawarkan sensasi E...
Senin, 12 November 2018
Selasa, 09 Januari 2018
Mengapa Pekerjaan Bisa Menyebabkan Bunuh Diri?
Posted by admin |
No Comments |
Berita bunuh diri, kembali membuat heboh media Senin, 8 Januari 2018. Disebutkan juga bahwa korban diduga stres karena tekanan pekerjaan.Senin, 30 Oktober 2017
Berhentilah Mengabaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Kamis (26/10/2017) pagi itu langit menjadi gelap di sekitar lokasi pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang. Itu menyusul rentetan letusan yang berlangsung satu menit dan munculnya kobaran api. Sekitar pukul sembilan pagi, pabrik itu terbakar.Kamis, 26 Oktober 2017
Pemilik Pabrik Mercon yang Meledak Diduga Langgar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Sabtu, 07 Oktober 2017
Pekerja Tak Pernah Cuti, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Mental
Posted by admin |
No Comments |
Sisa berapa cuti tahunan Anda? Gunakan secepatnya dan jangan sampai hangus jika tak ingin mengalami masalah kesehatan mental ini.Kemenkes: Pekerja Sehat Modal Keluarga Bahagia
Posted by admin |
No Comments |
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang akan jatuh pada 10 Oktober mendatang memiliki pesan penting soal pekerja. Pasalnya tema yang diangkat tahun ini adalah Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja.Selasa, 05 Mei 2015
Perlu Tahu, Zat Penyebab Kanker Paru di Tempat Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Senin, 14 Juli 2014
6 Bahaya Mengintai Saat Anda Nyandu Smartphone
Posted by admin |
No Comments |
Rabu, 31 Juli 2013
Kebiasaan Kerja Lembur Tidak Baik untuk Kesehatan
Posted by admin |
No Comments |
- Mereka yang bekerja lebih dari 10 jam sehari berpeluang 60 persen lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Bahkan, serangan ini sifatnya tiba-tiba atau mendadak kejadiannya.
- Kerja lembur menyita waktu seseorang untuk memenuhi kebutuhan tidur antara 6-8 jam. Padahal, efek kurang tidur
itu patut untuk diperhatikan. Beberapa di antaranya yaitu meningkatan
risiko diabetes, obesitas, stroke, hingga serangan jantung.

- Biasanya pelaku kerja lembur lebih mudah terserang cemas, frustrasi, dan kurang sabar.
- Pelakunya juga lebih mungkin mengalami stres yang sifatnya adiktif, atau menjadi kebiasaan. Banyak akibat yang buruk bagi kesehatan saat seseorang kerap mengalami stres.
Kamis, 20 Juni 2013
Kesehatan Tidur untuk Performa Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Kondisi emosi juga dijaga saat tidur. Saat lelah, seseorang cenderung lebih memperhatikan kepentingan dirinya sendiri tanpa memperhatikan masukan dari sekelilingnya. Tak heran jika kondisi kurang tidur juga mengganggu proses kerja tim serta mendorong terjadinya tindakan kurang etis di lingkungan kerja.
Tidur dan Stres
Ketika sedang stres karena tekanan pekerjaan, siapa pun menjadi sulit tidur. Tapi bukan itu saja, kondisi kurang tidur juga menyebabkan seseorang menjadi mudah stres. Kesehatan tidur dan stres saling memengaruhi seolah menjadi lingkaran setan. Sebuah penelitian mengingatkan bahwa terjaga selama 24 jam akan meningkatkan hormon stres secara signifikan.
Kesibukan di siang hari sering kali mengganggu tidur kita di malam hari. Stres di pekerjaan maupun macet perjalanan meninggalkan ketegangan yang harus kita turunkan sebelum naik ke tempat tidur. Kantuk akan jadi percuma jika kita masih terlalu tegang untuk tidur. Akibatnya, kita hanya memejamkan mata di tempat tidur tanpa bisa terlelap.
Turunkan dulu ketegangan dengan menyenangkan diri sebelum tidur. Sekedar membaca atau mendengarkan musik akan membantu suasana hati lebih rileks.
Pekerjaan 24/7
Bekerja dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari seminggu belum tentu produktif. Walau ditopang dengan stimulan semacam kafein atau nikotin, otak yang lelah tetap tak terbantu. Sampai saat ini, belum ada satu zat pun yang dapat menggantikan proses restoratif tidur. Stimulan hanyalah penunda kantuk.
Terkoneksi 24 jam dengan internet sebenarnya membantu waktu kerja kita jadi lebih fleksibel. Tetapi, banyak orang justru tak dapat berhenti bekerja walau sudah meninggalkan kantor. Seolah organ tubuh dan smartphone sudah menyatu, menjadi bagian dari diri kita. Sebuah survei di AS menyatakan bahwa 72 persen pekerja tidur dengan smartphone menyala di sisinya. Bahkan 45 persen;nya masih menjawab e-mail sebelum jatuh tidur.
Parahnya, para pemimpin justru menghargai para pekerja yang masih mengirimkan e-mail di dini hari. Sikap yang justru berbahaya. Kemampuan untuk menganalisa dan mengambil keputusan di saat mengantuk tidaklah baik, bahkan buruk. Setiap keputusan penting yang diambil di saat mengantuk layak diragukan. Bill Clinton mengaku bahwa setiap kesalahan yang ia lakukan, selalu dilakukan saat lelah.
Kantuk Turunkan Kreativitas
Pekerja yang mengantuk sulit untuk kreatif. Sebuah penelitian di tahun 1999 melihat bagaimana kurang tidur dapat mengganggu kemampuan mengambil keputusan dan menerima masukan. Penelitian belakangan bahkan melihat bagaimana terjaga selama 24 jam dapat mengganggu fungsi bagian korteks prefrontal pada otak, bagian yang mengontrol kreativitas, kontrol diri dan cara berpikir yang inovatif.
Bagi perusahan di bidang kreatif atau yang membutuhkan pikiran-pikiran "out of the box" dari para karyawannya, kesehatan tidur jadi amat penting. Mengabaikan kesehatan tidur sama dengan menurunkan kreativitas dan menurunkan mutu karya.
Kafein dan Produktivitas
Benarkah kafein dan minuman penambah energi dapat meningkatkan produktivitas? Mungkin saja. Tetapi mengabaikan tidur lalu menopang keterjagaan dengan kafein bukanlah jawaban yang tepat. Stimulan, baik itu dalam bentuk minuman maupun suplementasi makanan hanya akan menunda kantuk. Otak yang lelah tetap akan lelah. Pemikiran yang sempit dan lamban tetap akan lamban.
Kafein di lingkungan kerja mungkin sudah dianggap biasa. Tetapi konsumsi secara membabi buta tidaklah bijak. Prioritaskan tidur yang sehat terlebih dahulu, di saat tertentu baru konsumsi kafein atau minuman penambah energi.
Jam Biologis dan Produktivitas
Di dalam otak kita tertanam jam yang mengatur ritme tubuh. Mulai dari waktu lapar, buang air, hingga kantuk dan bugar. Selain tidur yang cukup dan berkualitas, baik juga kita kenali ritme jam biologis untuk tingkatkan produktivitas.
Kenali jam biologis lalu sesuaikan ritme kerja agar produktif.
- Sesampai di tempat kerja, karena masih pagi dan belum ada tugas penting yang harus dikerjakan silahkan menikmati aroma kafein. Kafein baru akan bekerja setelah 30 menit dikonsumsi. Jadi, jangan saat sudah mengantuk baru minum kopi, percuma.
- Pagi hari jam 8 bukan waktu yang baik bagi kebanyakan pekerja dewasa muda untuk memulai dengan pekerjaan yang berat dan terlalu serius. Manfaatkan untuk mengatur jadwal dan tugas-tugas.
- Mendekati jam 9:00 kebugaran mulai menghampiri. Bagi kantor dengan banyak pekerja usia dewasa muda, ini waktu yang tepat untuk memulai briefing pagi. Apalagi di bidang kreatif. Ide-ide inovatif akan dengan mudah dan lancar dikeluarkan.
- Jam makan siang biasanya kita punya waktu satu jam untuk beristirahat. Gunakan waktu ini untuk menikmati "power nap". Setelah makan siang, bersandar santai di kursi, tutup mata dengarkan lagu lembut dan nikmati tidur siang selama 15-20 menit. Dengan demikian, kita mendapatkan segala manfaat tidur, hingga lebih produktif saat bangun.
- Rapat-rapat penting setelah jam makan siang di jam 14.00-15.00 adalah yang paling melelahkan. Jam biologis kita sedang berada di titik rendah. Beban kantuk sedang kuat-kuatnya. Emosi juga jadi sulit dikontrol.
- Mendekati jam pulang, dengan stres tinggi dan ketegangan menghadapi macet, ada baiknya jika bersantai sejenak dengan ber-social media atau sekedar duduk main game. Berkumpul dengan teman-teman di kafe sambil menunggu macet biasanya menjadi pilihan paling enak. Tapi sadari juga bahwa kafein dapat bekerja selama 12 jam. Pilihlah minuman dengan kadar kafein rendah atau lebih baik lagi tak mengandung kafein sama sekali.
- Dengan waktu yang serba mepet. Sore hingga malam adalah waktu yang tersisa untuk berolahraga. Olahraga sangat penting bagi kesehatan. Tetapi olah raga yang baik juga memerhatikan ritme biologis. Jarak selesai berolah raga dan tidur disarankan 3 jam. Olahraga memang menyenangkan dan membuat tubuh lelah. Tetapi, banyak jenis olahraga yang justru meningkatkan adrenalin hingga justru menyegarkan otak. Pilih olah raga yang santai dan tidak kompetitif. Berenang atau jogging ringan sekitar rumah misalnya.
Rabu, 05 September 2012
Bahaya Kerja Shift Malam Bagi Jantung
Posted by admin |
No Comments |
Dikutip Daily Mail, studi yang dipublikasikan di situs Jurnal Kesehatan Inggris bmj.com itu memperingatkan bahwa mereka yang terbiasa kerja dengan sistem shift memiliki risiko 41 persen mengalami penyakit jantung dan stroke.
Mereka umumnya juga rentan mengembangkan perilaku tidak sehat seperti konsumsi junk food, pola tidur buruk, dan malas berolahraga. Yang semua itu terkait dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan kardiovaskuler.
Studi dilakukan dengan menganalisis hasil 34 penelitian terdahulu yang melibatkan 2.011.935 responden, yang terbiasa berkerja dengan sistem shift. Hampir 25 persen di antaranya mulai memperlihatkan gejala mengembangkan dua penyakit kronis tersebut.
Studi sengaja dilakukan untuk memperjelas efek buruk kerja shift terhadap kesehatan kardiovaskuler secara keseluruhan. Menyempurnakan studi terdahulu yang menyebut kerja shift berpotensi merusak jam biologis: memicu tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Yang masuk kategori kerja shift adalah mereka yang memiliki jadwal kerja malam, jadwal kerja shift yang tidak teratur, serta jadwal shift rotasi malam dan siang. Yang menjadi pembanding adalah mereka yang memiliki jadwal kerja normal dari pagi hingga sore.
Daniel Hackam, farmakolog Klinis dari Pusat Penelitian Pencegahan Stroke & Atherosclerosis (SPARC), London, Inggris, dan Ontario, Kanada, mengatakan, studi ini hendaknya menjadi peringatan bagi mereka yang terbiasa bekerja dengan sistem shift untuk lebih peduli dengan kesehatan.
"Pekerja dengan sistem shift sebaiknya harus lebih memahami tentang gejala-gejala penyakit kardiovaskular sebagai upaya pencegahan dini, selain tentunya harus lebih rajin melakukan pemeriksaan kesehatan rutin," ujar Hackam.
Senin, 14 Mei 2012
Langkah Atasi Stres di Tempat Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Selasa, 24 April 2012
40 Persen Kecelakaan Kerja Terjadi di Jalan
Posted by admin |
No Comments |
Jumat, 30 Maret 2012
10 Pekerjaan Terburuk untuk Paru-Paru
Posted by admin |
No Comments |
Jumat, 23 Desember 2011
Waspadai Stroke Saat Kerja
Posted by admin |
No Comments |
Minggu, 31 Juli 2011
Kristalisasi Urin Akibat Panas
Posted by admin |
No Comments |
Disadari atau tidak pekerja berinteraksi dengan lingkungan kerja dan kondisi tubuhnya serta gerakan yang kesemuanya dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Setiap tempat kerja mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya gangguan penyakit dan kecelakaan yang dikenal dengan Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau Kecelakaan Kerja (KK) terhadap petugas yang bekerja ditempat tersebut.Setiap perbuatan (unsafe action) atau kondisi tidak selamat (unsafe condition) dapat mengakibatkan terjadinya penyakit dan kecelakaan di tempat kerja. Kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia dan sebagian kecil disebabkan faktor teknis. Oleh karena kerja merupakan interaksi yang terjadi antara manusia, alat dan lingkungan. Salah satu faktor untuk meningkatkan produktifitas kerja adalah lingkungan kerja, secara umum lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan produktifitas kerja. Lingkungan kerja yang nyaman dan kondisi kesehatan pekerja saling berkaitan dimana dapat timbul gangguan kesehatan pada pekerja sehubungan dengan pekerjaannya dapat disebabkan oleh pemajanan di lingkungan kerja.
Secara eksplisit produktifitas di pengaruhi oleh kenyamanan lingkungan kerja atau suhu di lingkungan kerja. Suhu lingkungan kerja yang terlalu rendah atau kondisi dingin berlebih-lebihan berpengaruh pada rasa malas untuk beristirahat yang berakibat pada berkurangnya kewaspadaan dan konsentrasi, hal ini terutama berhubungan dengan pekerjaan yang menuntut kesiapan mental sehingga tidak sedikit dijumpai justru menimbulkan kesalahan terhadap pekerjaan.
Ketidaknyamanan dapat menjadi sebuah gangguan atau bahkan akan menimbulkan efek-efek psikologis ataupun nyeri fisiologis. Tubuh manusia mengandung kadar air yang cukup tinggi. Komponen air di dalam tubuh dikenal sebagai cairan tubuh dan mengandung elektrolit mineral seperti sodium, potassium, kalsium dan klorida. Keseimbangan total air didalam tubuh dan elektrolit akan terjadi jika adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Pengeluaran air dalam tubuh melalui : urin, tinja, pernafasan (penguapan air dalam udara ekspirasi) dan keringat. Keluarnya air melalui udara ekspirasi dan keringat dikenal sebagai kehilangan cairan yang tidak disadari.
Jika suhu terlalu tinggi yang disebut lingkungan kerja panas, selain mengganggu kenyamanan juga mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Berkurangnya cairan dan garam dalam tubuh (termasuk natrium, kalium dan magnesium) akibat keringat yang keluar ketika melakukan aktifitas fisik bagi mereka pekerja manual dapat secara tiba-tiba memberikan efek rasa nyeri dan kram pada tangan, betis dan kaki, selanjutnya otot menjadi keras dan tegang. Jika jumlah cairan dan elektrolit yang keluar melalui keringat sangat banyak sedangkan cairan yang masuk tidak mencukupi, dengan kata lain pengeluaran keringat yang tidak diiringi dengan masukan air minum yang cukup akan mempengaruhi tekanan darah, terjadi penurunan tekanan darah dan nadi menjadi lebih cepat. Bahaya lain akibat pengeluaran cairan yang berlebihan akan mempengaruhi produksi urin sehingga meningkatkan kepekatan urin (hipersaturasi/supersaturasi). Keadaan ini yang berlangsung cukup lama dapat mendorong terbentuknya antara lain kristal dan batu asam urat di saluran kemih.
Kondisi lain yang lebih berat akibat paparan panas di lingkungan kerja adalah heat stroke, berupa gangguan yang terjadi dimana pekerja mengerahkan tenaganya secara berlebihan, mengakibatkan meningkatnya suhu tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh pusat pengatur panas (thermoregulator). Keadaan akan menjadi fatal karena tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat, selanjutnya suhu tubuh meningkat, kulit menjadi kering, panas dan merah. Penderita mengalami disorientasi, penurunan kesadaran, kejang, koma dan berakhir pada kematian.
Lingkungan kerja panas tidak selalu berarti bekerja di luar ruangan, seperti memperbaiki jalan/pengaspal jalan, pekerja pertambangan tetapi juga mereka yang bekerja didalam ruangan (indoor) dengan suhu ruangan yang panas seperti : dapur restoran, instalasi gizi di rumah sakit, pekerja laundry, peleburan baja, gelas dan sebagainya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Borghi pada pekerja pabrik gelas yang terpapar panas dengan suhu 290 – 310 WBGT (Wet Bulbe Globe Temperatur) di lingkungan kerja selama lebih dari 5 tahun menemukan batu asam urat di saluran kemih pada sekitar 38,8% pekerja yang mengeluh pegal atau nyeri di daerah pinggang dan atau rasa panas atau rasa sakit saat buang air kecil.
Batu asam urat akan menimbulkan beberapa masalah : selain rasa nyeri, bila berlangsung lama serta tidak ditangani secara seksama dapat menjadi salah satu faktor penyebab gangguan fungsi ginjal dimana fungsi ginjal mengalami penurunan dan jika keadaan ini berlangsung lama dapat mengakibatkan gagal ginjal dan ginjal tidak dapat berfungsi lagi. Akibatnya selain merugikan pekerja juga perusahaan secara keseluruhan, produktifitas kerja akan menurun dan biaya kesehatan pekerja akan meningkat.
Penelitian lainnya yang dilakukan terhadap pekerja, khususnya di bagian binatu dan dapur restoran hotel yang memang selalu terpapar panas. Data klinik perusahaan tersebut pada tahun 1994 mencatat 20% pekerja mengeluh sama seperti penelitian Borghi. Data ini juga mencatat 28,8% pekerja yang bekerja di lingkungan panas urinnya mengandung kristal asam urat.
Secara rinci jenis pekerjaan berhubungan secara signifikan dengan terjadinya kristal asam urat urin artinya jenis pekerjaan mempengaruhi resiko terjadinya kristal asam urat urin, jenis pekerjaan cook dan laundry sangat erat hubungannya dengan alat/mesin yang menghasilkan panas, akibatnya secara tidak langsung akan mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan sistem pemekatan urin. Pekerja di laundry mempunyai resiko 431 kali lebih besar dibandingkan dengan pekerja stewall staf. Demikian juga cook jika dibandingkan dengan jenis pekerjaan staf mempunyai resiko 1,9 kali lebih besar untuk mempunyai kristal asam urat dalam urin, pekerjaan yang berhubungan dengan sumber panas mempunyai resiko pembentukan kristal asam urat urin yang lebih besar.
Untuk menyadarkan semua pihak tentang bahaya lingkungan kerja panas ini, banyak hal yang harus dilakukan salah satu diantaranya yang cukup penting adalah menyajikan data yang akurat mengenai resiko bahaya di tempat kerja, sehingga Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat diminimalisir.
Upaya pencegahan tersebut dilakukan melalui pencegahan primer, meliputi: pengenalan hazard (potensi bahaya), pengendalian pajanan yang terdiri dari monitoring lingkungan kerja, monitoring biologi, identifikasi terhadap pekerja yang rentan, pengendalian teknik, administrasi, pengunaan APD (Alat Pelindung Diri). Pencegahan sekunder meliputi screening (deteksi dini) penyakit, pemeriksaan kesehatan berkala, pemeriksaan kesehatan bagi pekerja yang berpotensi terpajan hazard tertentu, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kesadaran tenaga kerja/pekerja untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan panas sehingga cairan tubuh tetap seimbang, upaya yang dapat dilakukan dengan cara : memakai pakaian yang terbuat dari bahan cotton, minum air dingin sebelum bekerja denagan jumlah total air minum selama bekerja minimal 4 – 6 gelas perhari, jika diperlukan penambahan garam pada minuman akan mengganti kehilangan cairan melalui keringat. Pemberian minuman yang mengandung garam dapat digantikan dengan buah tomat (jus tomat dingin). Konsumsi vitamin C 250 mg setiap hari diperlukan tubuh untuk aklimatisasi setelah terpapar panas. Kemampuan fisik terhadap lingkungan panas dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan/senam serta menghindari merokok dan minum alkohol. Jika suhu ruangan kerja sangat tinggi sebaiknya pihak perusahaan menyediakan ruangan khusus yang memiliki sirkulasi udara yang cukup sebagai tempat istirahat.
Kenyamanan suhu (Thermal comfort) dimanfaatkan bukan saja untuk mencegah kelainan fungsi ginjal pada tenaga kerja/pekerja, tetapi juga untuk meningkatkan produktifitas para pekerja. Oleh karenanya setiap tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dan kesehatannya, karena kesehatan dan keselamatan kerja adalah merupakan unsur yang penting untuk menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja. Pembinaan norma-norma tersebut telah diwujudkan dalam undang-undang dan peraturan Keselamatan dan kesehatan kerja yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta hal-hal lainnya yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan pekerja.
Kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam kesehatan kerja, dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan kesehatan kerja yang baik dan optimal. Kapasitas kerja yang baik seperti status kesehatan kerja, gizi kerja, lingkungan kerja yang nyaman serta kemampuan fisik yang prima diperlukan agar seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kondisi atau tingkat kesehatan pekerja sebagai modal awal seseorang untuk melakukan pekerjaan harus pula mendapat perhatian.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu masalah penting dalam setiap proses operasional, baik di sektor tradisional maupun sektor modern beberapa permasalahan dalam dunia kerja tersebut jika tidak diantisipasi sejak dini akan membawa berbagai dampak buruk serta dapat berakibat fatal bagi tenaga kerja. (waspada.co.id)
Kamis, 28 April 2011
2,3 Juta orang tewas tiap tahun karena kecelakaan kerja
Posted by admin |
No Comments |
International Labour Organization memperkirakan sebanyak 337 juta kecelakaan kerja terjadi setiap tahunnya di berbagai negara yang mengakibatkan sekitar 2,3 juta orang pekerja kehilangan nyawa.Sementara itu, data PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sampai akhir 2010 mencatat sekitar 0,7% pekerja Indonesia mengalami kecelakaan kerja dari sebanyak 8,9 juta pekerja yang terdaftar di lembaga ini atau mengakibatkan kerugian nasional mencapai Rp50 triliun.
Menurut Direktur International Labour Organization (ILO) Jakarta Peter van Rooij, budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi kebutuhan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja itu dengan mengutamakan manajemen risiko.
"Untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, maka menerapkan budaya K3 menjadi sangat penting, karena tidak hanya menjadi kepentingan pekerja, tapi juga dunia usaha," katanya dalam pembukaan seminar K3, hari ini.
Dia mengatakan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja merupakan tujuan utama dari ILO sejak awal mula didirikan lebih dari 90 tahun yang lalu, sebagai bagian dari piagam berdiri lembaga ini.
Upaya perlindungan pekerja terhadap kecelakaan, kesakitan dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan, lanjutnya, menjadi bagian penting dan agenda utama dari ILO, terutama fokus pada penyusunan standar dan berbagai macam upaya lainnya.
"Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak asasi manusia dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya pembangunan sumber daya manusia," ungkapnya.
Peter menuturkan khususnya untuk negara berkembang, dimana tren angka kecelakaan kerja cenderung meningkat menghadapi tantangan yang berat.
Tantangan itu menjadi semakin berat, dia menambahkan karena sebagian besar industri adalah dari kelompok usaha kecil dan menengah, serta sebagian besar pekerja adalah pekerja informal.
"Pada kelompok itu tantangan utamanya adalah tidak tercatatnya angka kesakitan maupun kecelakaan kerja, sehingga keselamatan dan kesehatan mereka juga harus menjadi perhatian utama," tutur Peter.
Dalam kesempatan yang sama, Muji Handoyo, Plt Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans menyatakan saat ini strategi global K3 umumnya mencakup membangun dan mempertahankan budaya nasional akan keselamatan dan kesehatan, serta pengenalan mengenai sistem pendekatan manajemen K3.
Menurut dia, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dapat dilihat sebagai suatu alat pencegahan yang penting untuk mengendalikan kecelakaan dan bahaya di tempat kerja secara efektif.
Berdasarkan pada kriteria standar kinerja K3 dan yang lebih penting lagi SMK3 bertujuan untuk menciptakan suatu mekanisme yang berstruktur dan komprehensif, baik bagi pengusaha maupun pekerja dalam menindaklanjuti upaya keselamatan dan kesehatan.
"SMK3 mengikuti suatu metode yang logis dan bertahap untuk menentukan yang harus dilakukan, yang terbaik untuk dijalankan, memantau kemajuan, mengevaluasi seberapa baik langkah itu dilakukan dan mengidentifikasi hal-hal untuk perbaikan," ujarnya.
Muji menilai kemungkinan yang lebih penting lagi adalah sistem manajemen tersebut menjadi suatu mekanisme K3 untuk perbaikan yang berkelanjutan. (bisnis.com)
Minggu, 24 April 2011
AJI: Penuhi Hak-hak Pekerja Perempuan
Posted by admin |
No Comments |
Jurnalis perempuan di Indonesia rentan terhadap pengabaian hak kesehatan reproduksi. Misalnya, kebanyakan perusahaan media tidak menyediakan ruang khusus menyusui dan hak cuti haid bagi jurnalis yang mengalami rasa sakit pada hari pertama haid.Dengan memanfaatkan momentum Hari Kartini, pada Rabu (20/4/2011) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan kepada perusahaan media agar segera memenuhi hak-hak pekerjanya, terutama menyangkut kesehatan reproduksi jurnalis perempuan, sesuai perintah Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
AJI meminta perusahaan media untuk memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja kepada jurnalis perempuan dan keluarganya, seperti pelayanan medis rawat jalan oleh dokter umum, rawat jalan dokter spesialis, rawat inap di rumah sakit, perawatan kehamilan dan persalinan, serta layanan penunjang lainnya.
Perusahaan juga diminta memberi jaminan sosial tenaga kerja kepada jurnalis perempuan, menyediakan fasilitas antar-jemput (khususnya jurnalis perempuan yang hamil), serta memberi pelatihan kepada jurnalis perempuan tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan reproduksi.
Di lingkup global, pentingnya pemenuhan atas hak kesehatan reproduksi perempuan sudah diakui sejak Konferensi Dunia Pertama tentang Perempuan di Meksiko pada 1975. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women/CEDaW) melalui UU Nomor 7 Tahun 1984. (kompas.com)
Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP
Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...
Find Us on Facebook
Category
Blog Archives
Do Before You Die
















