-
Di Sawahlunto, Ada Destinasi Wisata Suasana Eropa - Mau berwisata cantik layaknya di Eropa? Tidak perlu jauh-jauh. Langkahkan saja kaki Anda ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kota ini menawarkan sensasi E...
Senin, 12 November 2018
Senin, 22 Juni 2015
Diabetes Memicu Disabilitas
Posted by admin |
No Comments |
Kamis, 26 Juni 2014
Tiga Jam Sehari Nonton TV Bikin Anda Cepat Mati
Posted by admin |
No Comments |
Jumat, 07 Maret 2014
Cities challenged to be "diabetes aware"
Posted by admin |
No Comments |
The world's cities will soon have the opportunity to be officially designated "diabetes aware". They will be challenged to show that their public services and businesses encourage healthy lifestyles for people with diabetes and those at risk.
The new scheme is being created by the International Diabetes Federation (IDF) and the European Connected Health Alliance (ECHAlliance) who plan to launch it on World Diabetes Day, 14 November 2014. IDF and the ECHAlliance want to create a global network of "diabetes aware" cities using mobile health tools to promote diabetes awareness and support.
A "diabetes aware" city will demonstrate that all sections of the community are committed to creating a healthy urban environment. Local public services, businesses and institutions will demonstrate that they understand challenges faced by people with diabetes and those at risk. This may include providing appropriate nutritional information in restaurants or city authorities ensuring green spaces are safe and accessible for exercise.
Using mobile health tools and apps, key stakeholders in city life will be able to target diabetes aware options to those at risk of diabetes and those with the disease.
An expert group is being established by IDF and the ECHAlliance to draw up the scheme. It will include representatives from business, NGO and mHealth sectors amongst others.
"By 2035 one in ten of the world's population will have diabetes unless there is radical change" says Dr Petra Wilson, IDF's Chief Executive. "People in urban areas will be particularly vulnerable. Socially and economically this diabetes epidemic will be very costly. It is important that we find new ways of working across all sectors to provide people with targeted information on healthier lifestyle options", she added.
Brian O'Connor, Chair of the ECHAlliance welcomed the new partnership, "Providing people with mobile information on healthier places to eat, shop and exercise in cities is the first step toward making the healthy choice the easy choice. Information is the key to enabling healthy choices".
Kamis, 06 Maret 2014
Diabetes Sebabkan Kebutaan & Masalah Ginjal
Posted by admin |
No Comments |
Beberapa hal harus diketahui dari salah satu penyakit degeneratif ini, berikut seperti yang dilansir Magforwomen.
Ada tiga jenis diabetes
Ada tiga jenis diabetes, yaitu diabetes tipe I, II, dan diabetes gestasional. Diabetes tipe I terjadi ketika ada masalah dengan pankreas dan tidak ada produksi insulin sama sekali. Sedangkan pada diabetes tipe II terjadi karena produksi insulin yang terlalu rendah untuk memngontrol kadar gula darah. Sementara, diabetes gestasional terjadi selama kehamilan dan sangat jarang berlanjut setelah melahirkan. Oleh karena itu, genetik memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko diabetes gestasional.
Kadar gula darah melonjak setelah makan
Orang-orang dengan diabetes harus sangat berhati-hati mengenai apa yang mereka makan, karena makanan tertentu dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Kadang-kadang kadar gula darah tetap tinggi sampai empat jam setelah makan. Bahkan, kadar gula darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan banyak kerusakan pada jaringan di dalam tubuh.
Diabetes menyebabkan kebutaan dan masalah ginjal
Peningkatan kadar gula darah dalam tubuh dapat merusak pembuluh darah kecil yang melintas melalui retina dan ginjal. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan dan masalah ginjal, bahkan persentase kebutaan akibat diabetes mencapai 20 hingga 74 persen.
Diabetes mempengaruhi sistem saraf
Orang dengan diabetes berkelanjutan dapat mengalami gangguan saraf. Hal ini karena saraf menjadi kaki dan mereka mengalami sedikit nyeri dan luka di jari-jari kaki. Akibatnya, luka terbentuk pada kaki dan dalam kasus terburuknya harus diamputasi untuk menyelematkan nyawa mereka.
Diabetes menyebabkan stroke
Diabetes juga disinyalir dapat menyebabkan stroke, masalah gigi, dan penyakit jantung pada orang dewasa. Diabetes dan penyakit jantung bisa menjadi kombinasi mematikan karena keduanya sangat sulit diobati. (tty)
Selasa, 15 November 2011
Diabetes Melitus, The Silent Killer
Posted by admin |
No Comments |
- Glukosa Puasa & Glukosa 2 Jam PP (untuk melihat konsentrasi glukosa individu pada saat diperiksa).
- HbA1c (untuk melihat konsentrasi rata-rata glukosa selama 3 bulan terakhir, menilai kepatuhan individu dalam mengikuti regimen terapi Diabetes [keberhasilan terapi] serta berguna untuk manajemen diabetes melitus yang optimal).
- Albumin Urine Kuantitatif, Kreatinin, Urine Rutin (untuk menilai fungsi ginjal, karena pada penyandang Diabetes banyak komplikasi yang mengarah pada ginjal).
- Albumin/Globulin, SGPT (untuk melihat ada tidaknya gangguan hati).
- Kolesterol Total, Kolesterol LDL Direk, Kolesterol HDL, Trigliserida (untuk melihat ada tidaknya gangguan lemak yang seringkali terjadi pad penyandang diabetes dan dapat meningkatkan risiko Penyakit Jantung Koroner [PJK]).
Rabu, 06 Juli 2011
Jumlah Penderita Diabetes di Dunia Meningkat Tajam
Posted by admin |
No Comments |
Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal the Lancet, jumlah orang dewasa di seluruh dunia yang mengidap diabetes telah berlipat ganda dalam tiga dasawarsa terakhir, melonjak hingga hampir 350 juta orang.Diabetes adalah masalah global. Penelitian baru menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang dewasa di berbagai negara di seluruh dunia mengidap diabetes. Goodarz Danaei, peneliti pada Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Harvard dan salah seorang penulis penelitian tersebut, mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa hal itu tidak lagi penyakit di negara-negara makmur."
Tim peneliti mengumpulkan data tentang kadar gula darah dari hampir tiga juta orang di 200 negara selama periode tiga puluh tahun. Sebagian besar peserta mengidap diabetes tipe dua, penyakit yang terkait dengan penuaan, obesitas dan tidak melakukan aktivitas fisik.
Pengidap diabetes tidak bisa mengontrol kadar gula darah mereka. Hal ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke, lumpuh dan kematian dini.
Bahkan di negara-negara di mana diabetes tidak merajalela, populasi telah meningkat dan begitu juga jumlah penderita diabetesnya.
Dokter Danaei mengatakan, "Meskipun jika hanya satu atau dua persen populasi mengidap diabetes, tetapi jika penduduk negara itu lebih dari satu miliar orang, jumlah pasien diabetes yang begitu sedikit akan menaikkan biaya dan sumber daya yang harus dipikul oleh sistem kesehatan negara itu untuk menangani pengelolaan dan pemberantasan penyakit. "
Diabetes adalah salah satu penyakit termahal untuk diobati karena memerlukan perawatan jangka panjang, tidak hanya untuk mengatur kadar gula darah, tapi juga terkait dengan komplikasi medis yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan lebih dari 70 persen pengidap diabetes tinggal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Banyak orang di negara-negara ini tidak mampu membeli obat-obatan yang mereka butuhkan untuk mengontrol diabetes mereka dan demikian pula negara-negara yang anggaran kesehatan masyarakatnya sedikit.
Dokter Danaei lebih lanjut mengatakan, "Mereka harus menemukan cara yang hemat biaya untuk mencegah penyakit itu atau mendiagnosis penyakit itu pada tahap awal atau mengobati komplikasi diabetes itu dengan cara yang lebih efektif."
Para penulis penelitian itu mengatakan negara-negara perlu secara agresif mengedepankan gaya hidup sehat. Hal sama juga dikatakan para dokter yang mengobati penyakit ini, seperti Dokter Betul Hatipolu. Ia mengatakan, "Saya ingin sekali memberitahu semua orang bahwa mereka harus berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Jika tidak, semua orang berisiko terkena diabetes."
Kedua penulis penelitian itu mengatakan diabetes kemungkinan akan menjadi salah satu fitur yang menentukan dalam kesehatan global kecuali jika kampanye kesehatan masyarakat untuk mencegahnya berhasil. (voanews.com)
Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP
Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...
Find Us on Facebook
Category
Blog Archives
Do Before You Die





