journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2018

5 Alasan Orang dengan IQ Tinggi Selalu Gagal Dalam Urusan Cinta

Kira-kira apa yang membuat orang dengan IQ tinggi sulit menemukan pasangan? Apakah karena mereka pemilih, mengejar karier atau memang pernikahan bukanlah prioritas utama? Yuk kita cari tahu alasannya!

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog di Belanda, cinta mudah terikat oleh mereka yang sederajat, termasuk dalam urusan IQ. Fakta inilah yang sering kita temukan saat menjumpai pria super cerdas namun tidak dapat ditaklukan. Hal ini dikarenakan mereka menganggap kita tak memiliki kecerdasan yang sama dengan mereka.
Berikut adalah mengapa orang yang super cerdas seringkali mengalami kegagalan cinta, seperti yang dilansir dari Thehealthsite, Kamis (18/10/2018).

1. Pemikir yang keras

Orang dengan IQ tinggi memiliki kecendrungan pemikir yang kuat. Mereka akan menganalisis segalanya, karena itu, mereka seringkali berorientasi pada setiap detail ketika melihat lawan jenis. Ini menjadi poin pertama yang jadi alasan mengapa cinta sejati sulit ditemui oleh orang dengan IQ tinggi.

2. Mandiri adalah zona nyaman

Mereka lebih nyaman untuk benar-benar mandiri, baik secara fisik dan emosional. Mereka selalu mendahulukan ruang independen mereka. Jadi jangan pernah berpikir jika mereka akan memprioritaskan perasaan orang lain. Yang terpenting, mereka sangat tak suka dibantu jadi jangan pernah coba untuk memberikan bantuan saat Anda sedang PDKT dengan orang cerdas.

3. Selalu jadi nomor satu

Mereka akan mendahulukan kepentingannya, tak peduli Anda memohon atau berkorban nyawa sekalipun selama tak ada kepentingan, mereka tak akan peduli. Bagi mereka kehidupannya adalah prioritas utama. Urusan cinta selalu ada di bangku terakhir dalam kehidupan mereka.

4. Tak suka berkompromi

Orang cerdas seringkali memiliki standar yang sangat tinggi. Jadi jangan harap mereka akan mendengar suara Anda, atau menurunkan standarnya. Terdengar sangat jahat, tapi inilah faktanya. Bagi mereka melihat ke atas lebih baik ketimbang melihat ke bawah. Inilah yang membuat mereka lebih suka sendirian ketimbang harus berhadapan dengan orang yang memiliki pemikiran standar.

5. Ambisius

Orang dengan IQ tinggi tak pernah mendengarkan suara hati mereka. Bagi mereka, fakta dan logika bekerja lebih baik ketimbang hati. Sikap dingin inilah yang membuat mereka sulit untuk didekati. Jakarta, Liputan6

Kelahiran dengan Operasi Sesar Meningkat di Dunia

Persalinan melalui operasi sesar semakin meningkat tiap tahunnya. Iming-iming anti-sakit membuat banyak orang tertarik untuk melakukan operasi sesar saat persalinan.

Penelitian terbaru menunjukkan tingkat kelahiran lewat bedah sesar meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2000 hingga 2015. Pada tahun 2000, tercatat penggunaan metode sesar sebanyak 12 persen dari total kelahiran menjadi 21 persen pada 2015.
Studi yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet ini dilakukan dengan menganalisis data 169 negara yang dimiliki WHO dan UNICEF.

Penelitian menemukan 60 persen negara menggunakan metode sesar secara berlebihan. Sedangkan, sebanyak 25 persen negara tak bisa melakukannya sesuai kebutuhan. Penelitian ini menyimpulkan, penggunaan operasi sesar dalam kasus medis sering kali diabaikan.

Setidaknya di 15 negara, lebih dari 40 persen bayi lahir menggunakan cara operasi sesar. Tertinggi, sebanyak 58,1 persen terjadi di Republik Dominika.

Padahal, para ahli memperkirakan bahwa hanya 10-15 persen kelahiran secara medis yang memerlukan penanganan operasi sesar karena komplikasi seperti perdarahan, hipertensi, atau posisi bayi tidak normal.

"Peningkatan ini sebagian besar terjadi pada orang kaya yang menggunakannya karena tujuan non-medis. Ini memprihatinkan karena berisiko untuk ibu dan anak," ujar salah satu peneliti dari Ghent University, Belgia, Marleem Tammerman, seperti diberitakan Reuters.

Melihat tren di Brazil dan China yang banyak menggunakan metode sesar, peneliti menemukan bahwa cara ini diterapkan pada kehamilan berisiko rendah, perempuan berpendidikan tinggi, dan perempuan yang sebelumnya pernah menjalani sesar.

Peneliti juga menemukan alasan umum para perempuan meminta metode sesar yang meliputi pengalaman buruk di masa lalu, takut nyeri saat persalinan normal, dan penurunan fungsi normal. Jakarta, CNN Indonesia

Rabu, 03 Oktober 2018

Cara Terbaik Menjaga Kesehatan dan Kualitas Sperma

Tantangan kesuburan menjadi satu hal yang rumit bagi tiap orang. Kesehatan sperma selalu dikaitkan dengan konsep kejantanan pria. 

Maka dari itu, bersikap proaktif terhadap kesehatan sperma kini menjadi penting. Sebuah analisis yang dilakukan pada 2017 lalu terhadap 43 ribu pria menemukan bahwa jumlah sperma di seluruh dunia menurun signifikan sejak 1973 hingga 2011.

Mengambil langkah tepat untuk kesehatan sperma mungkin hanya satu cara kecil yang bisa dilakukan. Namun, hal itu akan berdampak terhadap hidup Anda secara keseluruhan.

1. Pola makan yang baik

Anda adalah apa yang Anda makan, begitu pula dengan sperma Anda. Ada beberapa nutrisi yang perlu dipertimbangkan demi menjaga kesehatan sperma.

- Anda bisa mengonsumsi daging, ikan, dan susu dengan kandungan vitamin B12 yang melindungi sperma dari peradangan. 

- Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi lebih banyak jeruk, kentang, tomat, dan bayam. Kandungan vitamin C yang ada di dalamnya dapat berkontribusi pada peningkatan jumlah sperma.

- Kacang-kacangan telah lama dikaitkan dengan manfaatnya untuk kesehatan seksual. Sebuah studi yang meneliti 119 pria menemukan bahwa diet tinggi almond dan hazelnut selama 14 minggu berhasil meningkatkan jumlah sperma hingga 16 persen.

2. Olahraga rutin

Sebuah studi pada tahun 2005 menemukan bahwa kombinasi antara aktivitas rendah dan tingginya indeks massa tubuh (BMI) berkontribusi terhadap kualitas air mani yang buruk. Selain itu, kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi testosteron yang dapat menurunkan dorongan seksual.

Olahraga rutin dan penurunan berat badan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Tak perlu aktivitas fisik berintensitas tinggi, olahraga ringan juga bisa membantu. Anda bisa coba berlari kecil selama 20 menit setiap hari. 

3. Gunakan bokser 

Sebuah studi pada 2016 menemukan banyak perbedaan antara jenis pakaian dalam yang digunakan dengan kualitas sperma. 

Penelitian lain pada tahun ini juga menyebut bahwa pria yang mengenakan bokser memiliki sperma yang lebih banyak hingga 17 persen daripada mereka yang mengenakan celana dalam.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hasil tak sepenuhnya konklusif karena mereka tidak mengukur faktor lain yang memengaruhi jumlah sperma.

Peneliti menyarankan Anda untuk menemukan cara agar tubuh dapat mengimbangi panas pada testis dari celana dalam dengan melepaskan lebih banyak hormon penghasil folikel yang menghasilkan sperma.

4. Tinggalkan kafein dan alkohol

Penelitian pada 2017 lalu menyebut bahwa kafein dan minuman ringan dapat merusak DNA sperma. Hal ini pula yang pada akhirnya dapat menurunkan jumlah sperma.

Ulasan itu mencatat bahwa dua gelas kafein atau minuman ringan (soft drink) cukup aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, Anda juga perlu meninggalkan ketergantungan pada alkohol. Studi pada 2014 menyebutkan bahwa meminum lebih dari lima gelas alkohol per pekan dapat menurunkan jumlah sperma.

5. Minum vitamin

Untuk meningkatkan jumlah sperma, Anda bisa mengonsumsi beberapa suplemen harian. 

Beberapa suplemen yang mampu meningkatkan kualitas sperma di antaranya vitamin C yang mampu menambah jumlah dan memperbaiki gerakan sperma, vitamin D untuk meningkatkan testosteron, dan zinc.

Namun, perlu diingat bahwa Food and Drug Administration (FDA) tidak mengatur kemurnian suplemen sebagaimana dalam obat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat. 

6. Hindari terlalu banyak bahan kimia

Bahan kimia yang mengganggu hormon dapat bersembunyi di mana saja, termasuk salah satunya dalam produk perawatan pribadi Anda.

Ada beberapa bahan kimia yang dikenal berbahaya untuk kesehatan reproduksi. Mereka bakal memengaruhi jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma.

Beberapa bahan kimia yang perlu dihindari di antaranya timah yang ditemukan pada pipa, cat, tanah, dan debu. Anda juga perlu menghindari styrene dan aseton, plastik yang ditemukan dalam berbagai kemasan plastik. Jakarta, CNN Indonesia

Rabu, 26 September 2018

Selain Atur Jumlah Anak, Ini 6 Manfaat Utama KB

Program Keluarga Berencana (KB) bukan cuma sekadar bermanfaat mengatur jumlah anak dan kehamilan. Ketika wanita merencanakan kehamilan, ini juga bermanfaat jangka panjang untuk kesehatannya.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RS Cipto Mangunkusumo Andon Hestiantoro mengatakan ada enam manfaat utama yang bisa wanita dapat dengan menjalankan program KB.

1. Menghargai hak ibu mengendalikan kesuburan

Kesiapan hamil merupakan aspek penting sebelum memiliki anak. Dengan merencanakan kehamilan lewat aneka metode kontrasepsi membuat wanita sudah siapkan diri dengan asupan nutrisi yang cukup.

"Banyak pasien saya yang kekurangan vitamin D, itu artinya kita tidak mempersiapkan kehamilan. Padahal, perempuan hamil yang kekurangan vitamin D memiliki risiko preeklampsia dan prematur," kata Andon dalam diskusi Hari Kontrasepsi Sedunia yang digelar bersama Bayer di Jakarta, Rabu (25/9/2018).

Tak cuma mempersiapkan kehamilan, ibu juga memiliki edukasi bisa memberikan ASI selama dua tahun, serta fokus mengasuh si Kecil sebelum kehadiran adiknya.

2. Melindungi ibu dari gangguan reproduksi

Informasi kesehatan reproduksi membuat para wanita jadi paham tubuhnya. Sehingga terhindar dari kehamilan terlalu muda dan tua.

Lalu, ibu yang baru melahirkan jadi tahu bahwa bisa menggunakan kontrasepsi agar tidak hamil terlalu dekat. Karena hamil terlalu dekat meningkatkan risiko preeklampsia dan bayi lahir prematur.

3. Melindungi anak dari gangguan tumbuh kembang

Memberikan ASI eksklusif memang salah satu kontrasepsi, tapi hanya efektif di empat bulan awal. Apa jadinya, bila Si Kecil berumur enam bulan, sang ibu sudah hamil lagi? Itu sebabnya ibu baru melahirkan bisa menggunakan kontrasepsi.

"Sehingga ibu bisa fokus mengasuh anak dan memberikan ASI hingga dua tahun," kata Andon.

4. Menurunkan risiko kanker

"KB (Pil KB) bukan menyebabkan tapi mencegah terkena kanker indung telur dan ovarium. Dengan menggunkan kontrasepsi, wanita akan rajin kontrol ke bidan, sekalian meriksa kontrasepsi, bidan atau dokter juga bisa melakukan papsmear untuk mengetahui sedini mungkin ada tidaknya kanker serviks," kata Andon.

5. Menurunkan risiko radang panggul

Salah satu penyakit yang rentan terjadi saat hamil adalah radang panggul. Jika kehamilan tidak diatur, risikonya berarti makin besar.

6. Menjaga kesehatan jiwa wanita

Usai melahirkan, energi dan emosi ibu terkuras. Dan, sering kali pada sebagian ibu terkena depresi postpartum. Dengan mengatur serta memberi jeda kehamilan, kesehatan jiwa wanita lebih terjaga. Jakarta, Liputan6

Gara-gara Mitos, Penggunaan Kontrasepsi Modern 'Melorot'

Penggunaan metode kontrasepsi modern di Indonesia menunjukkan penurunan tren. Sebaliknya, kontrasepsi tradisional justru mengalami kenaikan. 

Penurunan kontrasepsi modern ini disinyalir terjadi akibat banyaknya mitos yang beredar dan dipercaya begitu saja oleh masyarakat. Fakta ini dapat berakibat pada peningkatan kehamilan yang tidak terencana.

"Sebetulnya alasan yang terbesar itu mitos. Makanya konseling, informasi, dan edukasi terus kami upayakan supaya betul-betul paham," ujar Plt Direktur Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Widwiono dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Selasa (25/9). 

Berdasarkan laporan awal Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, prevalensi penggunaan kontrasepsi modern pada wanita kawin sebesar 57 persen, turun 1 persen dari hasil SDKI 2012. Sedangkan metode kontrasepsi tradisional meningkat dari 62 persen menjadi 64 persen.

Kontrasepsi merupakan metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan atau keluarga berencana. Ada dua metode kontrasepsi yang dikenal, yakni tradisional dan modern.

Metode tradisional meliputi pantang berkala(kalender), senggama terputus, dan jamu. Sedangkan metode modern meliputi sterilisasi wanita, sterilisasi pria, pil KB, IUD, suntik KB, susuk, kondom pria, intravag, diafragma, kontrasepsi darurat, dan metode amenorrhea laktasi (MAL).

Mitos yang beredar di masyarakat itu berupa penggunaan pil dan suntik KB membuat badan gemuk, rahim kering, serta berjerawat. Ada pula mitos IUD yang membuat ASI tidak lancar dan dapat masuk ke jantung. Pemakaian IUD dan implan juga dianggap membuat hubungan seksual tidak nyaman.

Widwiono mengaskan, semua mitos itu tidak benar. "Tidak benar, tidak ada hubungannya, itu hanya mitos saja, jangan percaya," ujarnya.

Penurunan penggunaan kontrasepsi modern dan peningkatan kontrasepsi tradisional ini juga dinilai dapat berakibat fatal seperti kehamilan tidak terencana hingga memengaruhi kondisi ekonomi.

"Ada jutaan orang yang tidak menggunakan kontrasepsi. Akibatnya, kemungkinan ada pasangan hamil tidak direncanakan, berlanjut memengaruhi laju penduduk dan ekonomi," ujar Strategic Planning Manager DKT Indonesia, Aditya Putra, dalam kesempatan yang sama.

Selain menyoroti angka penggunaan kontrasepsi, hasil SDKI juga menyebutkan beberapa alat kontrasepsi modern jangka panjang yang paling banyak dipakai. Mereka di antaranya suntik KB sebesar 73 persen dan pil KB sebesar 54 persen. 

Sementara itu, metode jangka panjang seperti IUD dan implan secara keseluruhan berada di angka 22 persen. Jakarta, CNN Indonesia

Jumat, 21 September 2018

Tahun 2040, Jepang Bakal Krisis Anak Muda

Populasi lanjut usia (lansia) di Jepang mencapai rekor dunia. Satu dari tiga orang di negara tersebut sudah mencapai usia yang lebih dari 65 tahun.

Melansir New York Post, Jumat (21/9/2018), pemerintah Jepang mengungkap sekitar 35,6 juta warga Jepang adalah lansia. Jumlah itu berarti sekitar 28 persen dari populasi dunia.

Persentase tersebut diikuti oleh Italia pada 23 persen, Portugal dan Jerman dengan angka 22 persen. Sementara itu, jumlah usia lebih dari 65 persen di Inggris hanya sekitar 18 persen.

Demografi lansia di Jepang diperkirakan akan mencapai lebih dari dua pertiga populasi di negara tersebut pada 2040. Laporan ini dirilis bertepatan dengan hari Penghormatan untuk Lansia yang merupakan hari libur.

Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan jumlah centenarian (usia 100 tahun) mencapai rekor tertinggi dengan angka 70 ribu pada bulan ini. Sembilan dari 10 di antaranya adalah perempuan.

Wanita memiliki harapan hidup rata-rata 87,3 tahun. Sementara itu, pria diperkirakan bisa hidup sampai 81 tahun.

Adapun jumlah bayi yang lahir di Jepang sendiri turun dari tahun lalu menjadi 946.060. Ini adalah tahun kedua berturut-turut angka kelahiran tetap di bawah 1 juta.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa angka itu adalah yang terendah semenjak Jepang memulai perhitungan pada 1989.

Pada saat yang sama, jumlah kematian mencapai titik tertinggi usai perang sebesar 1,3 juta. Hal ini berarti populasi Jepang menurun drastis hingga 394.373 pada 2017.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menggambarkan tingkat kelahiran yang menurun dan populasi yang semakin tua sebagai sebuah krisis nasional.

Abe merupakan Perdana Menteri yang berusia 63 tahun. Dia sudah memimpin sejak Desember 2012 dan merupakan pemimpin yang paling lama melayani Jepang dengan tiga masa jabatan. Jakarta, Liputan6

Rabu, 19 September 2018

Berhasilnya Kampung KB di Jabar, Jadi Percontohan

Jumlah Kampung KB di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 1.300 menjadikan Provinsi Jawa Barat layak menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam program menekan laju pertumbuhan penduduk.

Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Haryono Suyono mengatakan, dengan berbagai inovasi dan teknologi serta intervensi lain di Jawa Barat, program Kampung KB turut serta mensejahterakan masyarakatnya.

"Saya harap secara bertahap Jawa Barat dengan kemajuan program Kampung KB-nya berubah menjadi Kampung Sejahtera," kata Haryono, disela-sela acara Review Program KKBPK di Hotel Holiday Inn, yang berlangsung hingga Selasa 18 September seperti dikutip dari laman Pemprov Jabar.

Menurut Haryono, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil atas keberhasilan program Kampung KB yang merupakan salah-satu indikator keberhasilannya dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Barat.

"Dengan program Kampung KB angka kelahiran yang mulai menurun serta angka partispasi KB warganya pun terus membaik, serta bisa lebih mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga dan membangun karater bangsa melalui perwujudan keluarga kecil bahagia sejahtera," tuturnya. Jakarta, Liputan6

Senin, 17 September 2018

Seks pada Remaja: Tabu Dibicarakan, Tapi Tak Tabu Dilakukan

Seksualitas pada dunia remaja Indonesia hidup pada dua sisi. Pembicaraan soal seksualitas pada remaja masih dianggap tabu. Mereka kerap menghindari atau menutup-nutupi obrolan-obrolan seputar seks. Namun, di sisi lain, aktivitas seks tetap lumrah hadir menemani sendi-sendi kehidupan remaja dan dewasa muda.

Psikolog klinis, Inez Kristanti menilai, fenomena itu berdampak pada perilaku seks remaja dan dewasa muda di Indonesia. Seks cenderung menjadi tidak aman dan tidak bertanggungjawab.

Penelitian yang sempat dilakukannya pada 2017 lalu menyebutkan 30 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual. Penelitian itu dilakukan terhadap 2.000 perempuan berusia remaja dan dewasa muda lajang di Indonesia.

"Di Indonesia, seksualitas tidak tabu untuk dilakukan, tetapi tabu untuk dibicarakan. Dampaknya apa? Kebanyakan orang melakukan hubungan seksual tanpa pengetahun yang baik dan tidak tahu cara yang aman," papar Inez dalam peluncuran kampanye #AkuDewasa bertepatan dengan Hari Kesehatan Seksual Sedunia di Jakarta, Selasa (4/9).

Sebagai seorang psikolog klinis, Inez banyak menemui remaja dengan pemahaman yang minim mengenai seksual. Hal itu membuat remaja tidak melakukan seks berdasarkan keputusan yang tepat dengan cara yang aman.

"Pertanyaan mereka itu kebanyakan lugu-lugu sebenarnya. Mereka merasa sudah tahu, padahal salah. Beberapa juga terlihat sudah memiliki pengalaman seksual tanpa pengetahuan dan pengamanan yang memadai," ungkap Inez.

Seks yang tak pernah dibicarakan itu, kata Inez, membuat banyak remaja mencari sendiri informasi mengenai hal tersebut. Umumnya, informasi itu didapat dari sumber internet, konten pornografi, dan teman sebaya. Namun, sayangnya sumber informasi itu belum terbukti kredibel dan dapat dipercaya.

"Anak-anak dan remaja ini rasa ingin tahunya tinggi sekali. Mereka bakal tetap mencari tahu soal seks meski ditutup-tutupi dan ditakut-takuti dari internet, pornografi atau teman sebaya. Tapi, kebanyakan informasi itu salah," ucap Inez yang juga merupakan dosen psikologi seksual itu.

Menurut Inez, ketimbang menutupi soal seks, sebaiknya orang dewasa di sekitar remaja memberikan wadah yang aman dan nyaman untuk mendapatkan pendidikan seksual yang komprehensif. Sebuah penelitian menunjukkan, pendidikan seksual yang komprehensif lebih efektif dibandingkan pendidikan seksual yang menakut-nakuti.

Pendidikan seksual yang komprehensif meliputi penjelasan mengenai risiko berhubungan seksual hingga pengenalan alat kontrasepsi. Pendidikan ini mesti diberikan oleh orang yang kredibel, netral, ramah, dan tidak menghakimi.

"Ketika tidak menghakimi, remaja itu bakal senang sekali dan mereka akan terbuka dan menanyakan apa saja soal seks," tutur Inez. Jakarta, CNN Indonesia

Senin, 10 September 2018

Ini Faktor Penyebab Pasutri Sulit Punya Anak

Sindonews.com - Beberapa pasangan muda kerap mengeluhkan masalah sulitnya memiliki anak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. Dosen jurusan Biologi Fakultas SITH ITB Deti Nurdianti mengatakan kesulitan memiliki keturunan ini tidak bisa menunjuk salah satu pihak. Bisa dari pria dan juga pasangannya.

Faktor pertama dari sisi perempuan. Kaum wanita itu telah memproduksi sel telur sejak dia berada di dalam rahim ibunya. Sel telur itu diproduksi dan berhenti saat dewasa. Ketika dia menstruasi, maka sel telur perempuan berkurang setiap bulan. Perempuan akan menopouse atau tidak subur lagi saat menginjak usia di atas 40 tahun karena cadangan telur di ovarium sudah tidak ada, habis.

Faktor lainnya, organ kedua yang menentukan adalah saluran telur yang normal terbuka sampai ke rahim. Jika ada gangguan di saluran telur, seperti ada blok atau perlengketan sehingga bagaimana sel telur bisa bertemu dengan sperma jika terjadi penyumbatan di saluran telur.

Selanjutnya, dirahim yang berkaitan dengan hormon. Awam menyebut dengan istilah rahimnya tidak kuat sehingga seorang perempuan tidak bisa hamil. Dijelaskannya, sebetulnya hal itu hormonal. Rahim secara hormonal tidak mampu mencarikan tempat yang cocok bagi embrio untuk menempel dan berkembang.

Adapun dari sisi pria, faktor penyebabnya hampir sama. Testis sebagai produsen. Namun, laki-laki memproduksi sperma terus menerus sampai usia tua. Kecuali ada gangguan eksternal, misalnya yang bersangkutan mengonsumsi obat-obatan yang menggangu hormonal, produksi sperma akan berhenti.

Gangguan reproduksi pada pria, pada saluran sperma. Jika terjadi gangguan, seperti sumbatan dan lain-lain pada saluran sperma, hasil produksi testis berupa sperma tidak bisa dikeluarkan sehingga tidak bisa membuahi sel telur.

“Kami sering menemukan kasus, cairan ejakulasi dari pria ada, tetapi tidak mengandung sel sperma. Kalau ada yang seperti itu, dokter ahli urolog akan mengambil tindakan mengambil langsung sel sperma dari pabriknya, yaitu testis. Namun dari tindakan ini, kami tidak bisa berharap mendapatkan sel sperma yang bagus. Terlhat bergerak saja sudah cukup,” kata Deti.

Kamis, 18 Januari 2018

Bayi Tak Kunjung Lahir dan Lewati HPL, Harus Bagaimana?

Perut sudah sangat besar, usia kandungan pun sudah melewati 38 minggu. Rasa cemas biasanya cenderung makin meningkat ketika tak kunjung muncul tanda persalinan hingga hari perkiraan lahir (HPL) yang diperkirakan dokter.

Pada trimester pertama, HPL biasaya dihitung dengan menambahkan 40 minggu (280 hari) dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Lalu dianalisis dengan hasil pemeriksaan ultrasonografi yang menunjukan umur embrio atau janin.

HPL di trimester pertama memang cenderung lebih akurat dibandingkan pada trimester kedua dan ketiga. Jika ternyata kontraksi tak kunjung datang sebagai tanda persalinan, ibu tak perlu panik. Pasalnya HPL bisa meleset satu minggu bahkan lebih.

"Tak perlu cemas jika persalinan melewati HPL. Bisa lewat satu bahkan dua minggu. Banyak ibu yang cenderung panik dan membuat kondisi psikologisnya jadi tak tenang," ujar Alex C. Vidaeff, M.D., peneliti dari University of Texas Medical School di Houston.

Bisa jadi kehamilan sebenarnya masih berusia 39 minggu, padahal diperkirakan sudah 40 minggu. Hal ini kerap terjadi karena kelahiran bayi benar-benar mengikut yang para bayi inginkan dan tak bisa diperhitungkan secara akurat.

"Memang, persalinan yang mencapai 42 minggu atau setelah 40 minggu memiliki sederet risiko. Untuk itu biasanya ketika sudah mencapai 38 atau 39 minggu dokter akan melakukan pemeriksaan lebih intensif," ujar Carri R. Warshak, M.D., asisten profesor dari Departemen Pengobatan Maternal dan Fetal di University of Cincinnati.

Apabila kondisi ibu dan bayi masih stabil, mungkin dokter akan menyarankan untuk menunggu. Tapi jika disarankan untuk melakukan induksi, berarti bayi harus segera keluar, karena jika terlalu lama menunggu maka bisa keracunan ketuban dan makin sulit untuk melahirkan normal.

Dokter atau bidan bisa saja menyarankan induksi setelah usia kandungan 39 atau 40 minggu. Namun induksi ini baru bisa dilakukan paling lambat pada minggu ke-41. Bisa juga ketika leher rahim sudah mulai melebar.

Induksi juga sangat tergantung pada kondisi ibu yaitu kestabilan tekanan darah ibu, kondisi serviks serta jantung bayi harus stabil. Induksi pun bisa saja tak berhasil, kontraksi muncul tapi tak ada bukaan. Jika hal ini terjadi, operasi caesar biasanya jadi pilihan terakhir.

Hal terpenting adalah berkonsultasi intensif dengan dokter. Bisa juga mencari second opinion. Apapun jenis persalinan yang dilakukan kondisi kesehatan ibu dan bayi harus tetap jadi yang utama.dream

Selasa, 09 Januari 2018

Ini Penjelasan Ahli Soal Bahaya Ratus Vagina

Kita menemukan begitu banyak produk yang disebut pembersih vagina yang menawarkan bantuan untuk “bau vagina” dan keputihan, dan “menjaga Anda tetap segar”. Dari deodoran hingga membersihkan dengan ketimun, “panty liners” beraroma, dan tren terbaru “menguapi vagina” atau ratus vagina. Produk-produk ini secara aktif mempromosikan pandangan bahwa vagina perempuan harus bebas dari keputihan dan tidak berbau, atau mengeluarkan aroma kelopak mawar atau vanili.

Banyak perempuan menganggap keputihan sebagai hal yang tidak diinginkan dan tidak alami, padahal itu fisiologis dan normal. Data menunjukkan sekitar setengah perempuan menggunakan “panty liner” untuk menyerap keputihan, dengan hampir 30% menggunakannya sehari-hari. Memang perempuan Australia secara umum bukan penggemar berat “douching”, istilah bahasa Prancis untuk membersihkan vagina dengan semprotan cairan, tetapi tetap penting untuk memahami mengapa membersihkan vagina tidaklah disarankan.

Apa sih keputihan, dan mengapa itu penting?
Vagina membersihkan dirinya sendiri, dan keputihan berperan penting dalam menjaga kesehatan vagina. Sejak pubertas, ketika estrogen diproduksi, vagina dikolonisasi oleh bakteri sehat dari kelompok Lactobacillus yang memproduksi asam laktat.

Ekosistem vagina yang berlangsung seimbang disebut sebagai mikrobioma vagina dan keasaman vagina yang dihasilkan memberi proteksi terhadap infeksi yang ditransmisikan melalui hubungan seksual.

Keputihan yang sehat berasal dari cairan dari dinding vagina, mukus dari serviks serta lactobacilli, dan karena lingkungan vagina terpengaruh secara hormonal, jangan heran dengan perbedaan volume keputihan sepanjang bulan, ini benar-benar normal.

Selain memberikan lingkungan yang protektif, keputihan menyediakan lubrikasi alami dengan sekitar 1 sampai 4 ml cairan diproduksi tiap 24 jam. keputihan yang sehat memiliki ciri khas aroma—dan pada beberapa perempuan aromanya mungkin lebih kuat dikarenakan banyaknya kelenjar keringat di daerah rambut pubis. Jadi meski membersihkan bagian dalam vagina tidak disarankan, tapi penting untuk menjaga kulit bagian luarnya bersih.

Gangguan pada lingkungan vagina sehat
Apa pun yang dimasukkan ke vagina berpotensi mengganggu lingkungan vagina dan keseimbangan flora vagina, termasuk tampon, penis, kondom, cairan sperma, jari, dan mainan seks bahkan yang bersih. Dalam hal ini, gangguan hampir selalu bersifat sementara dan vagina segera memperbaiki dirinya sendiri.

Namun tidak demikian halnya soal produk pembersih vagina, atau douching berulang. Cairan pembersih buatan sendiri biasanya mengandung air dan cuka, dan produk komersil mengandung antiseptik dan wewangian yang bisa mengurangi lactobacilli serta mengurangi efek protektif keputihan.

Di Indonesia sendiri ratus vagina tidaklah baru, tetapi di Australia “perawatan Miss V” tersebut adalah yang terbaru. Mengutip sebuah versi yang dipromosikan di situs Gwyneth Paltrow, GOOP:

Anda duduk di sesuatu seperti tahta mini, lalu kombinasi uap mugwort dan infra merah membersihkan rahim Anda, dan lain-lain. Ini adalah pelepasan energetik—tidak sekadar pembersih uap—yang menyeimbangkan kadar hormon perempuan.
Terlepas dari risiko terbakar dan melepuh, ada banyak alasan untuk tidak melakukan penguapan vagina. Tidak hanya uap memiliki efek mengeringkan pada vagina, tapi juga bisa mengganggu mikrobioma vagina dan mengurangi pelindung alami tubuh melawan infeksi.

Sementara uap sebenarnya tidak akan mencapai rahim, menyemprotkan uap herbal panas ke dalam organ penting ini tidak bemanfaat dan justru bisa berbahaya. Pastinya tidak ada manfaat dari pengobatan pseudo-ilmiah ini terhadap kadar hormon perempuan.

Kapan perlu mencari pertolongan medis
Meski keputihan memang normal, sebaiknya mencari pertolongan medis bila mengalami perubahan signifkan dalam volume, warna, atau bau keputihan.

Perubahan pada keputihan bisa merupakan tanda infeksi, meski sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) termasuk klamidia dan gonorea, biasanya tidak menyebabkan perubahan pada keputihan.

Penyebab yang paling sering yakni Candida (sariawan vagina) atau bacterial vaginosis (BV) yang terjadi ketika flora vagina dikolonisasi berlebihan oleh jamur (Candida) atau bakteri vagina lain. BV adalah kondisi di mana vagina tidak dapat mengembalikan kondisi normalnya dan menjadi lebih basa. Alkalinitas dari darah mens bisa berhubungan dengan BV.

Lactobacilli berkurang dan digantikan oleh bakteri vagina lain yang bisa dikaitkan dengan peningkatan keputihan kehijauan-kelabu dan bau tidak sedap. Meski kondisi ini tidak dianggap berbahaya, bagi perempuan yang hidup dengan BV, memiliki keputihan yang persisten dan berbau tak sedap bisa melemahkan dan sebaiknya ke dokter untuk mendiskusikan bagaimana mengatasi kondisi tersebut.

Sebagai dokter yang bekerja pada kesehatan seksual, kami ingin membantu perempuan untuk mengerjakan apa yang normal dan apa yang tidak. Sangatlah penting untuk menghentikan praktik-praktik yang menyamar sebagai pengobatan klinis tapi tidak memiliki dasar bukti. Keputihan itu sehat dan berperan penting dalam melawan infeksi. Mencoba menghilangkannya tidaklah masuk akal dan sebenarnya bisa berbahaya.

Dr. Ellie Freedman, Direktur Medis di Northern Sydney Sexual Assault Service Staff Specialist Clinic di Rumah Sakit Royal North Shore ikut menulis artikel ini.

Deborah Bateson, Clinical Associate Professor, Discipline of Obstetrics, Gynaecology and Neonatology, University of Sydney.vemale

Senin, 08 Januari 2018

Seperempat Wanita Hamil Alami Masalah Kesehatan Mental

Dampak kesehatan mental dari masa kehamilan tidak hanya muncul saat bayi lahir saja. Sebuah studi di Inggris yang dilakukan oleh King's College London mengungkapkan bahwa seperempat dari wanita hamil mengalami masalah kesehatan mental selama hamil.

Para peneliti merekrut 545 wanita hamil untuk menghadiri sesi antenatal di sebuah layanan kehamilan di tenggara London antara November 2014 hingga Juni 2016.

Para bidan menanyakan para wanita ini dua pertanyaan mengenai suasana hati mereka, sebuah metode yang diketahui sama efektifnya dalam mengidentifikasi masalah kesehatan mental dengan kuesioner 10 pertanyaan yang diisi oleh pasien.

Mereka menemukan bahwa satu di antara empat wanita mengalami masalah kesehatan mental selama kehamilan. Sebelas persen di antaranya mengalami depresi, 15 persen mengalami kecemasan, 2 persen menderita gangguan makan, dan 2 persen menderita gangguan kompulsif obsesif, dan banyak lagi wanita lainnya yang mengalami kombinasi beberapa masalah.

Para peneliti percaya bahwa tanda kesengsaraan mental seringkali terabaikan karena ada asumsi bahwa wanita merasa bahagia ketika hamil, semua menyenangkan dan penuh kehidupan.

"Ini adalah waktu akan banyaknya perubahan. Ada negosiasi ulang yang besar pada identitas wanita, kecemasan mengenai akan menjadi ibu seperti apa, dan itu seringkali mengaktifkan masalah dari masa kecilnya. Semua itu pemicu potensial dan trauma lama serta masalah yang sudah ada sebelumnya juga bisa kembali lagi," jelas psikolog klinis Dr Camilla Rosan dari Mental Health Foundation.

Dilansir laman Metro.co.uk, kehamilan bisa menjadi masa terjadinya kerentanan dan trauma fisik, dan efek dari isu kesehatan mental selama masa ini bisa bertahan lama, baik pada ibu maupun bayinya.

"Ketika Anda mengalami stres saat hamil, ini akan memicu perubahan kada hormon stres seperti kortisol dan adrenalin," kata Rosan.

Dia menambahkan, beberapa studi menunjukkan hal tersebut bisa berdampak pada perkembangan janin, memengaruhi prestasi akademiknya di kemudian hari dan menyebabkan masalah dengan perkembangan hubungan emosional.

Studi ini menunjukkan bahwa lebih dari yang sebelumnya diperkirakan bagi wanita untuk mengalami masalah kesehatan mental selama kehamilan, dan menekankan akan pentingnya menanyakan wanita hamil pertanyaan yang tepat tanpa penilaian tertentu.

Sangat penting bagi wanita untuk diberikan akses kepada layanan spesialis kesehatan mental maternal dengan cepat ketika mereka membutuhkannya, sehingga mereka tidak memendamnya dalam tekanan untuk tetap menjadi senang terhadap setiap momen kehamilannya.viva

Jumat, 22 Desember 2017

Cegah Kram Saat Haid dengan Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Siapa yang sering sekali merasakan nyeri saat menstruasi? Ladies, rasa kram pada perut sering muncul dan mengganggu aktivitas. Nyeri dan kram saat haid secara medis dipengaruhi oleh beragam faktor. Yang paling umum adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh wanita. Ini karena jumlah hormon estrogen lebih banyak.

Selain itu, kram bisa disebabkan karena kurang vitamin D. Saat tubuh kurang vitamin D, kamu akan rentan mengalami depresi, sakit punggung, obesitas, osteoporosis, multiple sclerosis, penyakit gusi, sindrom pramenstruasi, asma, bronkitis, hipertensi dan diabetes. Selain kram menyerang, orang jadi mudah emosi dan marah-marah menjelang menstruasi.

Untuk mencegah hal ini, kamu disarankan untuk sering berjemur di pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D alami. Selain itu perbanyak makanan dan minuman yang kaya vitamin ini. Kamu bisa mendapatkannya dari makanan-makanan hewani seperti produk susu, ikan laut dalam, daging, kuning telur, hati sapi, dan lain sebagainya.

Seperti kata pepatah, 'Pencegahan lebih baik daripada mengobati'. Yuk biasakan dari sekarang untuk berjemur sebentar setiap pagi agar kram tak mengganggu aktivitas saat haid datang.

Pentingnya Jaga Kesehatan Anak Saat Traveling

Para ibu tentunya harus waspada dan berhati-hati saat membawa anak saat traveling. Menjaga kondisi anak tetap fit supaya tak mengganggu traveling sangat penting. Anak juga harus dapat berlibur dengan senang dan perhatian ibu dituntut ekstra untuk menjaga kesehatannya.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan buah hati tercinta, berikut ini adalah ulasannya:

Melindungi kesehatan anak dengan cukup istirahat – Dalam musim apapun di saat situasi berlibur, tentunya banyak kegiatan yang menyibukan padat dan mengasikan. Namu istirahat yang cukup terus dibutuhkan, terutama untuk anak-anak agar badan anak selalu fit. Upayakan anak mendapatkan penambahan tidur di sela-sela saat menanti aktivitas atau dalam perjalanan menuju ke tempat berlibur, mengingat mereka akan tidur malam lebih lambat di waktu liburan.

Melindungi kesehatan anak dengan membersihkan tangan – Galakkan membersihkan tangan sesudah memakai toilet umum, saat sebelum menyentuh makanan, serta saat sebelum istirahat. Karena anak akan lebih terekspos pada benda-benda yang banyak disentuh oleh orang banyak yang lain atau anak-anak lain yang belum pasti dalam keadaan kesehatan sempurna serta belum tentu mempunyai kebiasaan untuk melindungi kebersihan dan kesehatan.

Melindungi kesehatan anak dengan minum air putih – Anak-anak belum mempunyai kesadaan untuk meminum cukup air putih untuk kesehatan. Oleh karena itu orang tua yang harus dengan sabar mengingatkan untuk meminum air putih, minimal untuk keperluan balita adalah 750 ml sampai 1000 ml per hari. Siapkan satu botol untuk tiap-tiap anak manfaat meminimalkan penyebaran kuman serta meyakinkan kecukupan mengkonsumsi air putih setiap orang.

Melindungi kesehatan anak dengan makan buah serta sayur – Kandungn vitamin C serta bioflavonoid yang ada pada buah serta sayuran spesifik dapat melindungi kekebalan tubuh serta kesehatan anak-anak. Berilah motivasi supaya anak-anak ingin konsumsi buah serta sayuran yang telah disiapkan.

Melindungi kesehatan anak dengan mengkonsumsi multivitamin – Sumber nutrisi memanglah paling baik datang dari makanan yang dimakan. Waktu pergi liburan pola makan dan pola istirahat tidak sama dengan hari normal, tentunya memerlukan perlakuan yang tidak sama untuk penuhi nutrisi anak. Dengan mengkonsumsi vitamin diharapkan tubuh anak menjadi fit dan selalu sehat.

Buah hati harus dijaga dengan baik apalagi kondisi kesehatannya jika tidak mau dibuat pusing oleh si anak. Terlebih di cuaca yang ekstrem, orang tua harus lebih waspada memperhatikan kesehatan buah hati. Disaat traveling, perhatian ekstra untuk kesehatan sangatlah perlu agar berlibur jadi mengasikan dan menyenangkan.

Rabu, 20 Desember 2017

Bahaya Hipertensi Kehamilan pada Ibu dan Janin

Darah tinggi atau hipertensi, biasanya menjadi pemicu para ibu agar segera melahirkan calon bayinya. Hal ini disebabkan oleh bahaya pada ibu dan janin yang bisa sebabkan kejang hingga kematian.

Kondisi preeklampsia pada ibu hamil, ditandai dengan beberapa gejala, yakni bengkak di beberapa area tubuh, tensi tinggi, dan gangguan pembekuan darah. Kondisi tersebut membuat pembuluh darah ibu menyempit dan memicu janin kekurangan oksigen.

"Pada ibu, preeklampsia bisa memicu kejang pada ibu dan berdampak pada kematian. Sama dengan janin, dampaknya turut berbahaya yakni kondisi pertumbuhan janin terhambat (PJT), yang berujung pada kematian. Maka, janin harus segera dilahirkan," ujar Konsultan Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita, dr. Irvan Adenin, SpOG(K), ditemui di kawasan Plaza Senayan, Jakarta.

Dilanjutkannya, PJT dapat berdampak fatal pada janin. 26 persen bayi meninggal diakibatkan adanya gangguan pertumbuhan janin. Bahaya PJT adalah janin meninggal dan janin kejang-kejang karena kurang oksigen.

"Dampak kekurangan oksigen pada janin juga antara lain retardasi mental janin, cerebral palsy (gangguan gerak), dan jika dilahirkan, saat dewasa akan berisiko diabetes dan hipertensi," tuturnya.

Kendati demikian, Irvan menegaskan bahwa 70 persen kematian bayi akibat PJT dapat dicegah, jika kelainan dikenali sebelum usia 34 minggu. Pembuluh darah memegang peran penting dalam menyalurkan oksigen, dan nutrisi dari ibu ke janin, sehingga harus dipastikan pembuluh darah ibu hingga ke pembuluh darah perifer harus dalam kondisi sehat (tidak menyempit), yang umumnya disebabkan oleh hipertensi.

"Untuk mencegah PJT salah satu upaya mendapatkan kehamilan sehat adalah dengan memelihara kesehatan pembuluh darah ibu atau calon ibu. Kemudian, mencegah terjadinya kondisi preeklampsia pada ibu. Selain itu, jika ibu memiliki penyakit hipertensi dan diabetes, maka harus dikendalikan penyakitnya."viva

Studi Klaim, WiFi dan Ponsel Dapat Tingkatkan Risiko Keguguran Kehamilan

Sebuah penelitian baru menemukan hasil yang cukup mengejutkan dimana menurut penelitian tersebut telepon seluler dan sinyal WiFi dapat meningkatkan risiko keguguran pada wanita hamil hampir 50%.

Penelitian tersebut mengklaim bahwa hal itu disebabkan oleh radiasi medan magnet (MF) yang dipancarkan oleh saluran listrik dan menara jaringan seluler yang sangat penting dalam hal menghasilkan sinyal bergerak untuk sekian banyak ponsel yang beredar saat ini.

Mereka yang terpapar radiasi medan magnet dengan tingkat tinggi 48% lebih mungkin mengalami keguguran dan kehilangan bayi mereka dari pada wanita yang terpapar dengan jumlah terendah, menurut penelitian di AS.

Penelitian tersebut berasal dari Divisi Riset Kaiser Permanente di Oakland California. Mereka menganalisis 913 wanita hamil pada berbagai tahap kehamilan mereka.

Setiap wanita membawa alat pengukur khusus yang dapat mengukur paparan radiasi medan magnet selama 24 jam sepanjang hari biasa.

Hasilnya menunjukkan wanita hamil dengan paparan radiasi medan magnet tertinggi memiliki risiko 48% lebih besar mengalami keguguran daripada mereka dengan tingkat paparan terendah.

Studi ini diterima untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports.

Penulis utama dalam penelitian tersebut Dr De-Kun Li mengatakan, “Studi ini memberikan bukti dari populasi manusia bahwa radiasai non-pengion medan magnet dapat memiliki dampak biologis yang merugikan pada kesehatan manusia.

“Kami berharap temuan dari penelitian ini akan merangsang penelitian tambahan yang sangat dibutuhkan terhadap bahaya lingkungan potensial terhadap kesehatan manusia, termasuk kesehatan ibu hamil.”sumber:nusantaranews

Menimbang Saat yang Tepat untuk Miliki Anak Kedua

Memiliki anak memang karunia tiada tara. Perasaan bahagia selalu ada di hati setiap orang tatkala menikmati masa-masa menimang anak dan lambat laun melihatnya tumbuh semakin pintar, aktif, nan lucu.

Perasaan bahagia itu tak jarang membuat pasangan suami istri ingin segera memiliki anak kedua dan seterusnya. Tujuannya tak hanya untuk menemani sang kakak pertama, tetapi juga untuk menyempurnakan kebahagiaan orangtua. “Banyak anak, banyak rezeki,” begitu katanya.

Umumnya, orangtua pun mengidamkan jarak kelahiran anak yang tak terlampau jauh. Dengan demikian, kakak dan adik bisa punya hubungan lebih dekat.

Keinginan tersebut tentu tak salah. Namun, setiap orangtua mesti mempertimbangkan betul mengenai jarak kehamilan anak pertama, kedua, dan seterusnya. Pasalnya, jarak kehamilan itu erat kaitannya dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi, kondisi psikologis anak dan keuangan. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi?

Saat kesehatan ibu kembali ideal

Menurut penelitian, wanita yang sudah hamil lagi sebelum anaknya berusia 1 tahun lebih, berisiko empat kali lipat mengalami osteoporosis di masa mendatang. Hal itu terjadi karena saat hamil ibu akan mentransfer kalsium di tulangnya kepada bayi untuk pertumbuhannya. Nantinya, kecukupan kalsium pada tubuh ibu akan kembali setelah ibu selesai menyusui bayinya.

Dalam waktu satu atau dua tahun, sang ibu belum cukup mendapatkan kembali kepadatan tulangnya. Oleh sebab itu, mempertimbangkan kondisi ini, jarak waktu 2 atau 3 tahun cukup ideal untuk hamil lagi.

Saat mental anak sudah siap

Pakar psikologi melihat bahwa setiap anak memiliki kesiapan mental yang baik untuk memiliki adik lagi saat mereka berusia di atas 2 tahun. Pada usia itu, mereka sudah cukup “dewasa” untuk bisa berinteraksi dan bermain bersama adiknya tanpa ada rasa iri.

Namun bukan berarti anak yang jauh lebih tua akan lebih siap menerima kehadiran adik baru. Misalnya, Anda baru melahirkan anak kedua pada saat mereka berusia 5 atau 6 tahun. Pada usia ini, mereka justru bisa jadi lebih iri. Alasannya, selama 5 atau 6 tahun itu mereka menjadi anak tunggal dan terbiasa mendapat perhatian penuh dari orangtua. Jadi, jika mempertimbangkan kondisi ini, lagi-lagi jarak kehamilan 2-3 tahun juga menjadi ideal.

Saat uang tersedia

Realitanya, merawat anak itu butuh biaya cukup besar. Oleh sebab itu, kondisi finansial cukup menjadi pertimbangan penting untuk memiliki anak lagi. Jika memang berencana punya anak kedua, ketiga, dan seterusnya, pastikan Anda dan pasangan sudah mempersiapkan tabungan yang cukup untuk berbagai keperluan mengasuh mereka.

Mandiri merencanakan kehamilan

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, setiap wanita berhak memutuskan sendiri rencana kehamilannya. Berdiskusilah secara terbuka dengan suami mengenai dampak kesehatan fisik dan psikis terkait kehamilan. Dengan demikian pasangan suami istri bisa membuat program menjaga jarak kehamilan yang sesuai dengan kondisi Anda berdua.

Untuk membantu mengatur jarak kehamilan, pastikan Anda dan pasangan memilih menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai kebutuhan dan gaya hidup. Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) misalnya, dapat menjadi pilihan yang baik. Kontrasepsi jangka panjang dinilai lebih aman dan nyaman digunakan, serta lebih praktis dan ekonomis, karena metodenya sekali pakai untuk rentang waktu yang panjang. Pilihan kontrasepsi jangka panjang yang saat ini banyak dijadikan pilihan adalah IUD dan implan.

IUD merupakan alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim, yang tidak memberi efek samping hormonal, tidak mengganggu kesuburan, serta aman bagi Anda yang menyusui. Cara kerjanya ialah mencegah pertemuan antara sel telur dan sperma sehingga tidak terjadi pembuahan. IUD cukup dipasang satu kali dan bisa memberi perlindungan untuk 3, 5, dan 10 tahun yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Sementara implan merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit lengan dalam bagian atas, tidak mengganggu aktivitas harian, dan mampu melindungi dari kehamilan yang tidak direncanakan hingga 4 tahun. Implan mengandung hormon progesteron yang tidak mempengaruhi kualitas dan produksi ASI sehingga aman untuk proses menyusui. Cara kerjanya, hormon progesteron diserap secara perlahan oleh pembuluh darah sehingga mencegah pelepasan sel telur dan mengentalkan lendir rahim, sehingga sulit ditembus oleh sperma.

Minggu, 17 Desember 2017

Rawan Infeksi, Kemenkes Tak Rekomendasi Persalinan Alternatif

Dalam beberapa tahun belakangan banyak ibu hamil yang mulai berpikir untuk menggunakan metode persalinan alternatif demi mengurangi rasa sakit dan juga ketegangan. 

Dua metode persalinan alternatif yang populer antara lain water birth dan lotus birth. 

Meski jadi tren, Eni Gustina, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI menegaskan, alternative birthing belum direkomendasikan.

Water birth merupakan proses melahirkan di dalam air. Water birth dianggap dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. 

Saat melakukan water birth, ibu akan berendam di dalam bak air hangat. Sekilas mungkin terlihat nyaman dan membantu mengurangi ketegangan. Hanya saja, kata Eni, dalam proses persalinan ini dikhawatirkan bayi bisa terkena infeksi. 

"Kemenkes belum merekomendasikan, siapa yang akan menjamin air yang digunakan itu steril?" kata Eni dalam Forum Diskusi ibu hamil Philips di Chubb Square, Jakarta Pusat, Kamis (14/12). 

Sedangkan lotus birth, tali pusar bayi tidak dipotong hingga ia terputus secara alami dengan plasentanya. Proses ini dianggap lebih alami. Namun, Eni tetap mengkhawatirkan adanya infeksi yang mungkin terjadi pada bayi. 

Senada dengan Eni, dokter spesialis kandungan Ali Sungkar mengungkapkan, di dunia, dari sekian juta proses persalinan ada sekitar 5.000 - 7.000 orang mempraktikkan proses persalinan alternatif. 

"Alternative birthing ini enggak diajarkan di sekolah kedokteran. Selain itu, ada kasus bayi meninggal karena tenggelam atau drowning," kata Ali. 

Menurutnya, selain soal jaminan kesterilan air, perlu juga diperhatikan suhu dan baroreseptor atau tekanan air. Namun, praktik alternative birthing ini tetap dianggap tak sesakit melahirkan secara normal. Tak dimungkiri, jelang persalinan, ibu akan merasakan ketakutan dan ketegangan akan rasa sakit yang mungkin dialami. 

Selain ketakutan saat proses persalinan, ketakutan lain juga melanda ibu-ibu saat hamil termasuk takut anak lahir tak lengkap, kesehatan janin terganggu atau anak terkena penyakit tertentu. Ali pun berkata dirinya juga kerap berhadapan dengan pasien yang memiliki rasa takut.

"Kalau penyakit ada obatnya, tapi kalau takut enggak ada. Ya kalau takut, kita edukasi. Apa ketakutannya. Lalu dijelaskan. Misalnya takut anak sakit hepatitis, ibu pun ditanya, apa punya hepatitis? Kalau tidak punya, kenapa takut," ujarnya.sumber:cnnindonesia.com

Sabtu, 30 September 2017

Selain Bonus Demografi, Indonesia akan Alami Ledakan Lansia

Tak hanya bonus demografi atau ledakan jumlah penduduk usia produktif saja yang bakal dialami Indonesia hingga 2030 mendatang. Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) juga bakal tumbuh dua kali lipat, dari 20 juta penduduk lansia saat ini menjadi 40 juta jumlahnya pada 2030 nanti. 'Ledakan' jumlah penduduk lansia tentu membutuhkan infrastruktur kesehatan yang memadai, termasuk kebutuhan tenaga kesehatan yang memfasilitasi para pasien lansia. 

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk mulai fokus menyiapkan kondisi ini. Paling tidak, lanjutnya, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk lansia dalam satu dekade mendatang, seluruh infrastruktur kesehatan untuk lansia sudah memadai.

"Tahun 2030 waktu yang tidak lama lagi. Siap tidak kita menghadapi itu," ujar Nila saat membuka Kongres Nasional VII Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, di Padang, Sabtu (30/9).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lanjut Nila, dari seluruh rumah sakit di Indonesia sebanyak 2.703 unit, hanya 0,5 persennya atau 14 rumah sakit yang memiliki klinik geriatri untuk perawatan lansia terpadu. Angka tersebut menurutnya masih sedikit untuk memfasilitasi 'ledakan' jumlah penduduk lansia di masa yang akan datang.

Apalagi saat ini kebanyakan pelayanan untuk lansia belum terpadu. Misalnya, seorang pasien lansia masih harus berobat dari satu poli ke poli lainnya dan menerima obat dari satu dokter spesialis ke dokter spesialis lainnya. Hal tersebut dianggap tidak efisien baik bagi pasien atau bagi pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan yang membayarkan klaim pasien.

"Kalau bisa memang layanan untuk lansia disatukan. Coba bayangkan kalau lansia harus berobat ke poli gigi, lalu jalan lagi ke poli yang lain. Kasihan mereka, kadang untuk jalan saja butuh tenaga banyak," Katanya.

Nila melanjutkan, hingga saat ini penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit 'paling laris' yang diidap pasien lansia. Bahkan menurut data Kemenkes, nyaris separuh lansia di Indonesia mengidap hipertensi. Menurutnya, kondisi hipertensi akan berujung pada stroke bila tidak ditangani secara dini oleh tenaga medis.

Solusi yang ditawarkan pemerintah adalah pendekatan penyembuhan melalui keluarga. Unit kesehatan seperti Posyandu lansia pun digalakkan di kampung-kampung agar pelayanan kesehatan lebih memasyarakat.

Nila menilai bahwa pendekatan dari keluarga lansia cukup ampuh untuk memberikan efek psikologi yang positif bagi lansia. Apalagi dalam keluarga karir, tak jarang orang tua yang lansia justru ditinggalkan di rumah.

"Ketika anak atau menantu di rumah sibuk, lansia jarang terurus. Kejiwaan mereka bisa terganggu. Kasus seperti ini juga banyak kita temukan di lapangan," katanya.

Sementara itu Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno juga sepakat bahwa lansia memang rawan mengalami gangguan psikologi. Alasannya tak lain, menurutnya, adalah kurangnya perhatian yang diberikan oleh keluarga termasuk anak-anaknya.

"Lansia itu psikologisnya cenderung kembali seperti anak-anak. Mereka butuh perhatian besar. Kita sebagai keluarga harus meluangkan waktu untuk menemani mereka. Apakah untuk sekedar ngobrol," katanya.republika

Selasa, 26 September 2017

Kontrasepsi Berperan Penting terhadap Penurunan Angka Kematian Bayi

Direktur Kesehatan Keluarga Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Dr. Eni Gustina, MPH mengungkapkan mengenai penelitian yang telah menunjukkan bahwa kontrasepsi, merupakan alat investasi kesehatan untuk menyelamatkan kehidupan dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

"Kontrasepsi memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi bagi bagi tujuan pembangunan berkelanjutan jangka panjang, khususnya dalam penurunan Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu," ujar Eni, Selasa (26/9/2017).

Manfaat Kontrasepsi Bagi Kesehatan Wanita
Salah satu kendala penggunaan kontrasepsi di Indonesia adalah masih banyaknya mitos serta miskonsepsi mengenai penggunaan kontrasepsi yang beredar di masyarakat.

Ditemui di acara yang sama, spesialis kandungan Brawijaya Women & Children Hospital dr. Tirsa Verani, Sp.OG menanggapi bahwa kontrasepsi memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan emosional seorang wanita.

Kontrasepsi memungkinkan wanita menjadi orang tua yang lebih baik; Pasangan yang merencanakan anaknya cenderung lebih berbahagia. Sementara pasangan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan, sering mudah depresi dan cemas.

Lebih lanjut, mereka yang tidak siap menjadi orang tua lebih cenderung mengembangkan hubungan buruk dengan anak mereka.

Selain itu pula, kehamilan dengan jarak yang berdekatan salah satunya dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat lebih rendah”.

“Selain itu, seiring dengan kemajuan riset dan kebutuhan wanita masa kini, kontrasepsi generasi baru diciptakan dengan memberi nilai lebih. Ada yang memiliki kandungan zat besi, dapat membantu mencegah jerawat, membuat kulit halus, serta berbagai manfaat kecantikan lainnya. Sehingga semakin menambah kualitas bagi penggunanya” Tutup dr.Tirsa. Global Figure Data, World Contraception Day 2017.netralnews

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang