journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2018

FKM UNDIP Bentuk Tim Inspeksi Mahasiswa

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip membuat langkah berani sehubungan keinginan memperkuat budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di dalam kampus.

Mereka pun mendapat dukungan penuh civitas academica dengan membuat semacam satuan tugas (satgas) dari kalangan mahasiswa. ''Atau lebih tepatnya dibentuk tim inspeksi. Anggotanya adalah mahasiswa dari fakultas ini yang memiliki keinginan luhur, membangun budaya sehat, selamat dan aman,'' tutur Dekan FKM Hanifa Maher Denny PhD didampingi Kabag K3, Bina Kurniawan di sela forum training keselamatan berkendara untuk mahasiswa Undip, Senin, (22/10) di Hall D FKM.
Acara itu kerja sama Prodi S2 Promosi Kesehatan, Bagian K3 FKM Undip, Astra Motor, Polda Jateng dan Dishub Kota Semarang. Lebih dari 100 mahasiswa berbagai fakultas diundang.

Hadir Kepala bidang pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Semarang Danang P, Kasi Pendidikan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kompol Bero Suprihatin dan safety riding and big bike manager Astra Motor, Jawa Tengah Oke Desiyanto.

Dekan peraih gelar doktor dari Amerika Serikat itu mengaku telah menerbitkan surat keputusan (SK) di tingkat fakultas. Isinya berupa pencanangan gerakan K3 yang diikuti pembentukan tim inspeksi.

Disiplin dan Tegas

Bina Kurniawan menyatakan terobosan yang diambil FKM juga bagian dari menerapkan rasa disiplin tinggi untuk menghargai keselamatan dan kesehatan manusia. Tak kurang untuk menegakkan rasa disiplin tim inspeksi mahasiswa mengambil peran. '' Misalnya, tim inspeksi akan mengingatkan sesama mahasiswa yang tidak memakai helm saat berkendara. Atau bisa juga menegur mereka yang terlihat ugal-ugalan mengendarai motor di lingkungan kampus dan sebagainya,'' jelas dia.

Keinginannya model ini akan menumbuhkan kesadaran tinggi tentang pentingya keselamatan dan kesehatan dimanapun berada. FKM Undip bahkan berani melarang pengemudi motor untuk masuk ke fakultas ini bila tidak memakai helm. Hal ini juga bagian dari menerapkan aturan hukum sebagaimana tertuang dalam UU Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Raya.

Adapun pelatihan kemarin bertujuan mendorong mahasiswa menjadi pelopor keselamatan berkendara yang paham dan terampil mematuhi aturan negara. Semarang, Suaramerdeka

Seminar Nasional OSH FKM Undip di UTC, Generasi Muda Harus Sadar K3 di Era Revolusi Industri

Occupational Safety And Health (OSH) Forum Fakultas Kesehatan Masyarakt (FKM) Undip mengadakan event Seminar Nasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Balairung Astina Unnes Trade Center (UTC), Semarang pada Sabtu (20/10/2018).

Dalam Seminar Nasional K3 itu, panitia mengambil tema Optimalisasi Penerapan budaya K3 sebagai peran ahli K3 dalam mewujudkan Masyarakat Industri yang Berkarakter K3 Era Revolusi Industri 4.0
Ketua Panitia, Santi Wulandari (20), mahasiswi Undip prodi K3 Kesehatan Masyarakat, mengatakan tantangan era revolusi industri 4.0 sistemnya serba otomatis dan terintegrasi, sehingga menggunakan mesin-mesin yang canggih.

Hal itu menimbulkan dampak sumber daya manusia (SDM) yang akan semakin tergantikan oleh mesin.

"Kita bisa mengatasi dengan menyusun strategi yang biasa dilakukan oleh SDM suatu perusahaan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0," terangnya.

Dia menambahkan, panitia mendatangkan narasumber dari perusahaan-perusahaan yang sudah bagus dalam penerapan era revolusi industri 4.0.

"Disini tentunya tidak terlepas dari peran ahli K3 dalam mewujudkan budaya K3 di era revolusi industri,"bebernya.

Dia berharap generasi muda mendapatkan wawasan tentang cara menghadapi era revolusi industri dan menyadari pentingnya budaya K3 di Era Revolusi Industri.

Peserta Seminar Nasional K3, Baskara Petar Marhaensa (20), mengatakan dengan adanya revolusi industri 4.0 semua teknologi terintegrasi dengan internet, dimana setiap informasi bisa dengan mudah diakses dan terus terupgrade.

"Teknologi di era globalisasi membuat perusahaan nasional di Indonesia produktivitasnya tinggi terutama ekspor dan impor dapat bersaing dengan perusahaan di luar negeri,"beber mahasiswa Undip itu.

Dia berharap dengan acara seminar Nasional k3 ini mahasiswa maupun masyarakat akan bersama-sama mengawal revolusi industri 4.0 ini kearah yang baik dan berguna untuk kemajuan negara Indonesia.

Seminar Nasional K3 diikuti oleh 900 mahasiswa Undip dan menghadirkan pembicara dari Kemnaker; Herman Bagus Wicaksono, Direktur EPC & Foreign Partnership PT.PP; Abdul Haris Tatang, Direktur Produksi PT.Pupuk Kaltim; Bagya Sugihartana.

Kemudian, Pembina HSE Indonesia Regional Karawang; Haryadi, Senior HSSE Analyst PT Pertamina PP; Dwi Indriyani, Corporate OHS PT Japfa Comfeed Indonesia; Fadri Al Baihaqi; dan Senior Staff Biro PT. Adhi Karya; Marina Kartikawati. Semarang, Tribunnews

Jumat, 21 September 2018

Pekerja Perlu Perhatikan K3

Sektor industri berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, pekerja tersebut juga rawan mengalami risiko tinggi, seperti kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Hal itu karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan, dan keselamatan kerja (K3). ”Tenaga kerja yang bekerja pada pelapisan logam, rawan terserang kromium. Kromium tersebut biasanya dihirup melalui hidung atau bersentuhan dengan kulit. Karena itu pekerja perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja mereka,” kata Ketua Prodi S-2 Promosi Kesehatan FKM Undip, Yuliani Setyaningsih dalam Seminar dan Rapat Koordinasi Forum Dosen K3 Jateng-DIY yang diselenggarakan di Stikes Kendal.

Seminar diselenggarakan Stikes Kendal bekerja sama dengan Forum Dosen K3 Jateng-DIY dengan peserta sebanyak 50 orang yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.

Seminar menghadirkan narasumber Yuliani dan Catur Yuantari dari FKM Udinus. Menurutnya, mereka yang bekerja di pelapisan logam tanpa menggunakan masker maupun sarung tangan, lebih rawan terserang penyakit tersebut. ”Biasanya gejala semula, pekerja mengalami batuk dan gatal-gatal di kulitnya,” tuturnya yang membawakan materi Pengaruh Paparan Kromium dan Bahayanya pada Pekerja Pelapisan Logam.

Sementara itu, Catur Yuantari mengatakan, penggunaan pestisida yang berlebihan, bisa mengancam kesehatan petani. Pemerintah sudah melakukan sosialisasi penggunaan pestisida. Namun, sering kali sosialisasi kurang berjalan dengan baik dan faktor lain, yakni kurangnya kesadaran petani penggunaan pestisida yang berlebihan. ”Petani supaya mengubah perilaku penggunaan pestisida yang berlebihan,” kata Catur yang membawakan materi Pengembangan Toolkit Reduksi Pestisida untuk Petani Melon Berbasis Analisis Risiko.

Panitia penyelenggara, Ratna Muliawati, mengatakan, seminar tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan peserta didik dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja. Kendal, Suaramerdeka

FKM Undip Raih Predikat Emas K3 Award 2018

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dipoengoro (FKM Undip) menorehkan prestasi gemilang dalam Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (9/8). Acara tahunan yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menjadi ajang apresiasi terhadap perusahaan dan institusi yang menerapkan sistem manajemen K3.

FKM Undip mendapatkan Predikat Emas penerapan sistem manajemen K3 dari hasil audit Badan Audit SMK3, PT. Multi Sertifikasi Indonesia. Keberhasilan FKM Undip ini menjadi sejarah baru pada ajang bergengsi tingkat nasional ini. Dari 1.465 perusahaan penerima penghargaan SMK3, FKM Undip merupakan satu satunya institusi pendidikan tinggi yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Hanifa Maher Denny, SKM, MPH., Ph.D mengapresiasi prestasi tersebut. "Sebagai Dekan FKM Undip yang mendidik lulusan SKM peminatan K3 serta Magister Promkes konsentrasi K3, sudah menjadi keharusan dan kesadaran semua civitas akademika untuk menerapakan K3," tutur Dekan yang juga menjadi anggota Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N).

Sebagai inisiator penerapan Campus Safety di Indonesia, yang telah terstandar dengan Sistem Manajemen K3, tentu akan menjadikan suasana belajar mengajar menjadi semakin nyaman. FKM Undip merupakan salah satu penyumbang besar tenaga kerja di bidang K3 yang tersebar di berbagai macam sektor industri.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan penuh dari IKA K3 FKM Undip. Semoga capaian ini menjadi sumbangan besar bagi penerapan budaya K3 di Indonesia. Khususnya di institusi pendidikan tinggi," kata anggota aktif di International Commission on Occupational Health (ICOH).

Penghargaan FKM Undip ini disambut positif Ketua IKA K3 FKM Undip, M. Fadri Al Baihaqi, SKM, M.Hkes. "Saya mengucapkan selamat kepada FKM Undip, mewakili Alumni saya turut bangga atas capaian tersebut. semoga ini akan berdampak postif tidak hanya kepada layanan akademik, namun juga sebagai stimulus penting bagi penerapan K3 di semua elemen masyarakat, tidak hanya di perusahaan saja," ungkap Alumni Undip angkatan 2006 yang kini menjabat sebagai HSE Section Head di PT. Japfa Comfeed Indonesia. Semarang, Suaramerdeka

Senin, 08 Januari 2018

Selasa, 10 Oktober 2017

Mengenal Program Studi S1 Administrasi dan Kebijakaan Kesehatan FKM UNDIP

Bagian AKK adalah salah satu elemen FKM yang mendukung pembelajaran dan pencapaian kompetensi kesehatan masyarakat dalam bidang administrasi manajerial dan kebijakan kesehatan.





KOMPETENSI
  1. Mampu melakukan analisa situasi masalah kesehatan berdasarkan konsep H.L. Blum.
  2. Mampu melakukan analisis aspek manajerial dari system layanan kesehatan.
  3. Mampu melakukan skala prioritas masalah kesehatan.
  4. Mampu membuat rencana, mengorganisasi, monitoring dan evaluasi program kesehatan.
  5. Mampu melakukan advokasi kebijakan kesehatan.
  6. Mampu menerapkan metode pengambilan keputusan manajerial.
  7. Mampu melakukan analisis kebutuhan kebijakan.
  8. Mampu menerapkan langkah-langkah perumusan kebijakan dalam rangka pengendalian faktor risiko terhadap kesehatan.
LAPANGAN PEKERJAAN
Sebagai pelaksana, pengelola, atau pengatur dalam administrasi/manajerial pelayanan dan program kesehatan,di institusi kesehatan, Rumah Sakit, Asuransi dan pembiayaan kesehatan, LSM dan lain-lain baik di sektor pemerintah maupun swasta.

Minggu, 27 November 2016

Paparan Kromium Pengaruhi Kesehatan Pekerja Pelapisan Logam

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) Yuliani Setyaningsih melakukan penelitian terhadap 66 pekerja yang bekerja di industri pelapisan logam sektor informal di Kabupaten Tegal. Hasil penelitiannya menunjukkan terjadinya kerusakan DNA sebagai akibat perubahan oksidatif protein yang dapat dilihat dari konsentrasi 8-hydroxydeoxyguanosine (8-OhdG).

“Ada pengaruh secara bersama antara kadar kromium, kadar Malondialdehid (MDA), kebiasaan pekerja terhadap kerusakan DNA pada pekerja pelapis logam,” kata Yuliani dalam ujian terbuka program doktor di Fakultas Kedokteran UGM, seperti dikutip dari laman ugm, Senin (14/11/2016).

Kromium (Cr) secara alami adalah logam berat dan merupakan mikronutrien esensial yang diperlukan untuk meningkatkan kerja insulin dalam jaringan tubuh sehingga tubuh dapat mencerna gula, protein dan lemak. Namun demikian, bukti klinis dan laboratorium menunjukkan heksavalen kromium berpengaruh terhadap keracunan Cr yang bisa menyebabkan kanker paru, iritasi hidung, ulkus hidung, hipersensitivitas reaksi dermatitis dan asma.

Menurut Yuliani, kadar 8-OhdG dalam urin dapat digunakan sebagai indikator kerusakan DNA oksidatif dan sebagai deteksi dini penyakit akibat kerja akibat paparan kromium pada pekerja pelapisan logam. Bahkan, perhitungan regresi logistik menunjukkan bahwa masa kerja lebih dari 14 tahun, lalu kebiasaan minum alkohol dan kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi berisiko memiliki probabilitas memiliki kadar 8-OhdG lebih dari 24,5 ng/mL sebesar 99 persen.

Sedangkan kadar kromium karakteristik kerja, kapasitas personal, karakteristik psikologi dan kadar MDA memberikan kontibusi 48,9 persen terhadap kadar 8-OhdG dalam urin pekerja.

Sebagai gambaran, kata Yuliani, kondisi para pekerja sentra pelapisan logam di kecamatan Talang, Kabupaten Tegal dalam penelitian ini rata-rata sudah bekerja lebih dari satu tahun bahkan beberapa pekerja yang sudah bekerja hingga puluhan tahun dengan lama bekerja 8 jam per hari.

“Dipastikan, para pekerja ini terpapar logam kromium yang masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi karena terhirup,” terangnya.

Yuliani merekomendasikan agar pemilik usaha perlapisan logam wajib menyediakan masker, sepatu boot, sarung tangan karet dan pakaian lengan panjang, wajib menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari paparan logam berat.*netralnews

Kamis, 20 Oktober 2016

FKM Undip Resmikan Pusat Kajian Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Ibu Anak

Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip menggelar acara peresmian Pusat Kajian Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Ibu Anak dan pengumuman terbentuknya Asosiasi Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat Indonesia di Hotel Normans, Jumat (14/10/2016).

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dan Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dekan FKM Undip Hanifa Maher Denny mengatakan bahwa tujuan pembentukan pusat ini adalah untuk meneliti dan menyusun rekomendasi kebijakan dalam rangka mencari beberapa solusi alternatif dalam menghadapi masalah rendahnya tingkat gizi dan permasalahan ibu dan anak.

"Diperlukan upaya penguatan kelembagaan yang dapat menaungi sehingga kegiatan dapat terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik dan menghasilkan upaya sinergis dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kementerian Kesehatan, pusat kajian gizi ini adalah salah satu upaya untuk menuju kesana," terangnya seperti dikutip dari press release yang dikirim humas Undip. Penguatan kelembagaan ini terwujud dalam bentuk "Center of Excellence" Gizi & KIA di UNDIP yang wilayah kegiatannya melingkupi Provinsi Jawa Tengah dan wilayah lain di sekitarnya.

Sementara itu Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengutarakan pusat kajian Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Ibu Anak yang di inisiasi oleh FKM Undip sangatlah penting untuk membentuk generasi yang sehat dan cerdas.

"Pusat kajian ini nantinya akan melakukan pendampingan dan bimbingan di saat masa hamil dan menyusui untuk memantau minimnya pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan oleh para ibu," bebernya.*tribunnews

Senin, 30 November 2015

Pengen Langsing? Cobain Inovasi Coca Cooling Mahasiswa FKM Undip

Tren masyarakat saat ini adalah minum infuse water.  Itu lho minuman yang ditambahkan potongan buah kemudian dimasukan ke dalam gelas dan didiamkan saja untuk kemudian diminum sarinya tanpa diperas. 

Nah gaya hidup minum infused water itu ternyata dimaksudkan untuk membuat tubuh menjadi langsung. Berawal dari siitulah maka mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) membuat inovasi dengan membuat Coca Cooling Pelangsing. Namun minuman infuse water ini berbeda karena bukan buah tapi kolang-kaling. 

Ketua Tim Inovator, Wahyuni C Sinaga. menyebutkan minuman Coca Cooling itu mengandung dalam 100 gram kolang-kaling terdapat kandungan serat 1,6 gram serta kandungan kalsium 91 mg. Dengan kandungan yang tinggi itulah maka kolang-kaling menjadi bahan baku minuman Coca Cooling Pelangsing.

"Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat kami menyadari bahwa penyakit osteoporosis mulai menjadi sorotan di Indonesia. Oleh karena itu, produk hasil inovasi kami ini bertujuan juga untuk memenuhi kebutuhan kalsium remaja agar ke depannya mampu menekan angka osteoporosis,” jelas Wahyuni selaku ketua dari tim.

Menurut Wahyuni, Coca Cola Pelangsung sudah dijual di kegiatan expo di Polines Semarang. Responnya cukup bagus. Berhasil menciptakan inovasi minuman sehat dan bergizi tidak lantas membuat Wahyuni dkk berpuas diri. Devi Priyantika selaku manajer pemantau kualitas produk menggagas pengembangan produk Coca Cooling dalam bentuk serbuk minuman. 

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa serbuk minuman akan mampu bertahan lebih lama dibandingkan dengan produk yang ada saat ini. Setelah melakukan uji laboratorium selama 2 minggu, tim menemukan bahwa apabila serbuk kolang kaling di campur dengan air maka air tersebut akan mengental seperti bubur. Menurut Laksmi Widajanti selaku dosen pembimbing, hal tersebut karena kandungan pektin dari kolang kaling yang sangat kuat membuat kolang kaling tidak hanya menyumbangkan rasa melainkan juga massa pada air sehingga air mengental.

“Pengembangan dari produk yang sudah ada perlu dilakukan untuk mencapai kualitas produk yang lebih baik lagi. Apabila menemukan hal yang tidak sesuai ekspektasi, jangan berkecil hati. Hal terpenting adalah kita terus mencoba dan mencoba,” kata Laksmi Widajanti pada tim Coca Cooling yang didampinginya.

Sampai saat ini penjualan Coca Cooling telah mencapai 450 cup setelah 3 bulan proses inovasi. Di balik penjualan yang telah dilakukan, tim PKMK ini telah melalui berbagai proses mulai dari pembuatan produk, pemasaran melalui media sosial sampai pembentukan kemitraan dengan wirausahawan sekitar yang bersedia.

“Proses pelaksanaan PKMK ini memberi banyak pelajaran bagi kami, khususnya di bidang kewirausahaan. Meskipun kami telah berhasil menciptakan inovasi produk minuman dari olahan kolang-kaling ini, masih banyak hal yang menjadi hambatan dalam pemasaran produk ini. Walau demikian, kerja sama dan kerja keras dalam tim kami mampu membuat kami bertahan membangun usaha kuliner ini,” ungkap Marya selaku manajer pemasaran produk Coca Cooling.*jitunews

Sabtu, 28 November 2015

Mahasiswa FKM Undip Kenalkan TAKOYAKI Pencegah Kematian Ibu Hamil

Angka kematian ibu (AKI) di Kota Semarang masih tergolong tinggi. Terkait hal itu, sebagai langkah preventif, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) membuat kurikulum Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) guna mewadahi mahasiswa memberikan alternatif solusi program ibu hamil yang memiliki risiko tinggi di sejumlah wilayah di Semarang.

"Mahasiswa yang terjun langsung adalah mahasiswa semester VII dari berbagai peminatan FKM Undip yang telah dibekali kompetensi problem solving cycle kesehatan masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan selama Oktober hingga November 2015," ujar Dosen Pembimbing Lapangan PBL Kedungmundu, Bina Kurniawan, sebagaimana dilansir laman resmi Undip, Kamis (19/11/2015).

Salah satu kelompok PBL FKM Undip di Kelurahan Kedungmundu, Kota Semarang, kemudian memberikan sebuah inovasi untuk membantu menekan AKI, yakni melalui program TAKOYAKI (Tanggap YOK ke Ibu Hamil Risiko Tinggi). Program ini masuk ke kegiatan posyandu dengan dibantu para kader di wilayah tersebut.

"Di Kelurahan Kedungmundu, sasaran pelayanan kesehatan di posyandu baru mencakup balita. Padahal, ibu hamil merupakan kelompok rentan terhadap penyakit dan risiko kehamilan yang membahayakan keselamatan ibu, bahkan bisa berujung kematian ibu," tutur Ketua Tim Kelompok 1 PBL FKM Undip, Hamas Musyaddad AA.

Hamas mengatakan, program TAKOYAKI hadir untuk membantu menekan AKI di Kelurahan Kedungmundu dengan merevitalisasi peran posyandu agar mengarah juga pada pemeriksaan ibu hamil. Dalam pelaksanaannya, masyarakat setempat diajak peka dan tanggap terhadap ibu hamil di sekitar tempat tinggalnya.

"Kami mengajarkan dengan media kreatif berupa leaflet cara mendeteksi ibu hamil risiko tinggi dan modul buku panduan bagi masyarakat dan kader. Masyarakat dan kader juga dilatih untuk mengenal tanda-tanda kehamilan berisiko tinggi serta dampaknya bagi ibu hamil dan janin," tandas Hamas.*okezone

Selasa, 05 Mei 2015

Jadi Ahli Keselamatan & Kesehatan Kerja Sejak Muda

Masifnya pembangunan di Tanah Air membuka peluang karier di berbagai bidang. Anak muda pun bisa melirik bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) sebagai profesi masa depan.

Peluang karier bagi lulusan K-3 sangat terbuka di berbagai sektor industri. Kita bisa bekerja di bidang perminyakan, pertambangan, manufaktur, konstruksi, transportasi, pertanian, kesehatan, laboratorium, pengajar, konsultan, pemerintahan maupun swasta.

Kepala Kantor Komunikasi UI Rifelly Dewi Astuti memaparkan, ilmu K-3 kini berkembang pesat seiring kian dibutuhkannya para ahli di bidang tersebut. Keahlian lulusan K-3 diperlukan karena perusahaan rentan akan permasalahan kecelakaan kerja.

Data Organisasi Buruh Sedunia (ILO) menunjukkan bahwa satu pekerja meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan di tempat kerja atau sakit akibat kerja. Dan setiap 15 detik terdapat sekira 160 kecelakaan kerja di dunia.

Sementara itu, angka kecelakaan kerja di Indonesia selama lima tahun terakhir meningkat. BPJS Ketenagakerjaan melaporkan, dari 96.314 kasus kecelakaan kerja pada 2009, meningkat menjadi 103.285 kasus kecelakaan kerja pada 2013.

Melihat permasalahan dan tantangan tersebut, kata Riefelly, UI menambah satu program studi (prodi) S-1 baru yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). "Diharapkan program studi S-1 K-3 FKM UI dapat mengisi kebutuhan Indonesia akan ahli K-3 yang memiliki kompetensi yang mumpuni dan mampu berkontribusi dalam menunjang penerapan K-3 di dunia kerja," ujar Rifelly, di Kampus UI Depok, Kamis (30/4/2015)

Prodi S-1 K-3 dapat dipilih oleh siswa jurusan IPA melalui ujian SIMAK UI 2015 atau ujian tulis SBMPTN 2015. UI menyediakan 50 kursi pada prodi tersebut.

Rifelly menambahkan, saat ini Departemen K-3 FKM UI mengembangkan keilmuan Kesehatan Kerja (Occupational Health); Keselamatan Kerja (Occupational Safety); Ergonomi (Ergonomic); Higiene Industri (Industrial Hygiene) serta Faktor manusia dan perilaku dalam K3 (Human Factor and Behavior in OHS).

Ilmu K-3 sendiri, tutur Riefelly, adalah ilmu dan seni dalam pengelolaan bahaya (antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian) di tempat kerja yang berpotensi menurunkan derajat kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat maka produktivitas perusahaan akan meningkat dan menunjang kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.

"Selain itu, tuntutan regulasi nasional dan internasional mewajibkan perusahaan untuk menerapkan K3 di tempat kerja sehingga implementasi K3 di tempat kerja menjadi sangat penting," imbuhnya.*okezone

Bagiamana dg FKM UNDIP?siapkah menjadi Ahli K3?

Senin, 02 Februari 2015

Pemberkasan STR dan KTA IAKMI Periode Februari s/d Mei 2015

Berdasarkan surat edaran dari IAKMI No : 313/IAKMI PUSAT/XII/2014, tertanggal 30 Desember 2014 dan surat dari MTKI No: TU.08.01/MTKI/526/2014 tentang perpanjangan pemberkasan pengajuan STR Kesmas tanpa Uji Kompetensi, maka Pengda IAKMI Jateng akan membantu para sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) di Jawa Tengah dalam pemberkasan tersebut. Pemberkasan ini berlaku bagi SKM yang lulus sebelum 31 Juli 2015.

untuk persyaratan selengkapnya KLIK DISINI,,,

Selasa, 06 Januari 2015

Pupuk Sayur-mayur ala UNDIP

Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengolah sayur mayur dan urine sapi menjadi pupuk. Hebatnya, mereka tidak memiliki latar belakang ilmu pertanian.

Salah satu mahasiswa tersebut, Rhevi Dayana, berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Sedangkan Tania Alifianita merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Rizqikha Hanung menempuh studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian maupun peternakan, semangat mereka tak surut untuk memanfaatkan limbah sayur-mayur dan urine sapi menjadi bahan berguna. "Ide awal memang dari saya. Kebetulan, rumah saya di Jambi bersebelahan dengan pasar. Setiap hari, banyak sampah berserakan dan mengotori lingkungan. Alangkah berguna jika dimanfaatkan," ujar Rhevi, Senin (5/1/2015). 

Cegah keputihan dan kanker serviks [lihat video gejala2 kanker serviks 
click here] bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Dengan basis persahabatan yang terjalin semasa di SMA Negeri 1 Jambi, ketiganya bersepakat ikut ajang Young Social Entrepreneurship (YSE) 2014 yang diinisiasi Singapore International Foundation (SIF). Meski tidak tampil sebagai juara, ajang ini membantu tiga sekawan tersebut melakukan riset dan kegiatan ilmiah lainnya.

Rhevi menjelaskan, berkat produk yang dinamai "Hejo Green Fertilizer" tersebut, ketiganya juga dikirim ke India untuk belajar berwirausaha dari nol. Mereka pergi bersama dengan tim lain dari 12 negara yang masuk sebagai finalis.

"Meski tak memiliki basis ilmu pertanian dan peternakan, kami tak kehilangan akal. Kami minta bantuan dosen dan mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip untuk riset," kata Hanung.

Hanung menambahkan bahwa pembuatan Hejo Green Fertilizer relatif cukup mudah dan bahan bakunya sederhana. Kita hanya membutuhkan sampah sayur-mayur, buah-buahan, urine sapi, air, molase (limbah tebu), EM4 (bakteri aktivator) dan dedak (limbah padi).

"Semua bahan baku itu dicampur jadi satu dengan takaran tertentu dalam wadah tertutup rapat, didiamkan sampai dua minggu. Rendamannya itulah pupuk cairnya," katanya.

Rabu, 26 Maret 2014

Selasa, 04 Februari 2014

Beasiswa Riset Kesehatan Masyarakat

Wellcome Trust menawarkan fellowship riset untuk jenjang S-2. Biasanya, fellowship ini akan diberikan selama 30 bulan; 12 bulan untuk merampungkan perkuliahan S-2 dan 18 bulan untuk penelitian.

Penelitian difokuskan pada negara-negara miskin atau berkembang. Tujuan penelitian diarahkan untuk mendapatkan pemahaman dan meningkatkan kesehatan masyarakat dan pengobatan tropis dalam relevansi lokal, nasional, dan global. 

Kesehatan masyarakat dan pengobatan tropis sendiri mencakup berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit-penyakit menular maupun tidak. Topik penelitian dapat meliputi: 
- demografi, ilmu sosial serta studi ekonomi dan kesehatan 
- epidemiologi, studi lapangan dan komunitas
- sistem kesehatan dan kebijakan riset
- pengukuran infeksi dan hambatan pada penyakit kronis
- studi populasi
- percobaan klinis dan studi kasus 
- studi mekanisme penyakit dalam keadaan alami 
- penentu kerentanan dan perlawanan penyakit
- imunitas atau resistensi pada keadaan alami atau vektornya

Penelitian dapat berupa analisis laboratorium terhadap sample molekuler dari lapangan atau klinikal lain. Proyek riset yang menggunakan binatang tidak akan dipertimbangkan dalam skema ini. 

Pelamar harus merupakan penduduk di negara miskin atau berkembang. Pelamar juga harus memiliki gelar akademik di bidang yang relevan dengan kesehatan masyarakat atau pengobatan tropis. 

Syarat lainnya, pelamar juga baru merintis karier sebagai periset. Meski belum memiliki banyak pengalaman. Pelamar menunjukkan minat tinggi untuk dunia penelitian. 

Selama menjalani studi S-2, penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan biaya hidup sesuai standar di negara tujuan riset. Beasiswa juga termasuk fasilitas biaya perjalanan dan biaya tambahan lain yang mendukung studi. 

Pendaftaran dilakukan melalui sistem pendaftaran online di laman Trust’s eGrants. Perlu diketahui, institusi tempat pelamar melakukan riset harus sudah terdaftar dalam laman tersebut sebelum Anda bisa melakukan pendaftaran. 

Lamaran harus termasuk detil tentang catatan sponsor yang pernah didapat dan rencana karier pelamar. Pendaftaran dibuka hingga 15 Agustus 2014 dan pengumuman penerima fellowship pada November 2014.

Simak informasi selengkapnya di laman Wellcome Trust.

Selamat mencoba...

Referensi :
http://kampus.okezone.com/read/2014/01/29/368/933203/beasiswa-riset-kesehatan-masyarakat


Kamis, 23 Januari 2014

Info Terbaru Akreditasi FKM UNDIP Tahun 2013

Perlu kami informasikan bahwa untuk periode 5 tahun dari tanggal 21 September 2013 sampai 21 September 2018 FKM UNDIP memperoleh kembali nilai akreditasi A dari BAN PT dengan dikeluarkanya sertifikat akreditasi berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/IX/2013. 

Mohon bagi teman-teman yang sudah memiliki salinan sertifikat untuk di share ke kita,, sehingga bagi teman-teman alumni yang membutuhkan bisa mendownload di sini,,,

Kami baru mendapat contoh dokumenya, untuk sertifikat asli yang memiliki kampus, sehingga bagi teman-teman yang membutuhkan salinan sertifikat bisa datang langsung ke kampus, sambil menunggu kami mendapatkan salinan tersebut. Kalau kami sudah mendapatkannya, segera kami informasikan disini untuk didownload.

contoh sertifikat bisa dilihat dibawah ini,,,


Jumat, 27 September 2013

Beasiswa S-2 Kesehatan Masyarakat Online

Bagi teman-teman kesmas yang masih kuliah atau yang sudah lulus, ada beasiswa neh,,,,Online MPHDegree.net menawarkan dua beasiswa S-2 online dalam bidang kesehatan masyarakat. Beasiswa ini berbasis di Amerika Serikat (AS) dan dapat diambil oleh para pelajar internasional.

Program ini bisa diikuti oleh mahasiswa yang sedang aktif kuliah atau akan masuk kuliah pada jenjang S-2 bidang kesehatan masyarakat; termasuk bidang studi Epidemiologi, Biostatistik, Keperawatan, Ilmu Sosial dan Perilaku, Kesehatan Lingkungan atau Kebijakan dan Manajemen Kesehatan. Program ini ideal untuk perawat, tenaga medis, pekerja sosial, pemimpin komunitas, dsb.

Mahasiswa yang tidak berkuliah secara online tidak dapat melamar untuk program ini. Tetapi mereka yang kuliah dengan memadukan pertemuan di kelas dan kuliah online bisa melamar.

Total beasiswa yang ditawarkan adalah USD1.000, sesuai dengan biaya studi standar kuliah S-2 secara online. Para kandidat terpilih akan diminta menunjukkan transkrip akademik terakhir untuk memverifikasi nilai IPK mereka.


Jika kandidat tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut atau nilai IPK yang tertera di ijazah berbeda dengan yang dituliskan ketika melamar, maka beasiswa akan dialihkan ke kandidat lain yang juga berhak.

Kandidat akan diseleksi berdasarkan formulir registrasi dan esai mereka. Status ekonomi tidak akan menjadi pertimbangan.  Kriteria tambahan lainnya adalah:
- Nilai IPK minimal 2,75 (skala 4,0)
- Kegiatan ekstrakurikuler
- Sejarah pekerjaan.

Kriteria yang dipertimbangkan dalam esai adalah bagaimana kemampuan kandidat dalam memberikan argumen yang kuat untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kesehatan masyarakat. Penilaian juga akan mencakup pandangan kandidat tentang kesehatan masyarakat berdasarkan fakta dan data pendukung.

Tertarik? Simak informasi lengkapnya di onlinemphdegree.net. Ingat ya, deadline pendaftaran beasiswa ini 15 Januari 2014. 

Selamat mencoba,,,,


Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini...

file sudah saya perbaiki,,,terkait file sebelumnya yang dihapus hosting ziddu,,,, bila belum bisa didownload silahkan kirim email anda lewat kotak komentar,,,,,

Link baru dengan akreditasi A....klik disini,,,

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang