Ahli Gizi Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Penurunan Berat Badan Singkat
Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Nurul Ratna menilai, berbagai metode diet yang populer belakangan ini seperti diet mayo, diet golongan darah dan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD), tidak masalah untuk dijalankan. Namun, masyarakat kadang salah kaprah dalam memahami metode diet yang menawarkan hasil penurunan berat badan singkat itu.
"Penurunan berat badan yang singkat justru bisa berbahaya. Bila kita melakukan diet ketat untuk hasil cepat malah bisa menurunkan kadar natrium dalam darah," katanya. "Bahkan, perubahan pola makan yang drastis juga bisa menyebabkan penyakit batu empedu," dia melanjutkan.

Cegah keputihan dan kanker serviks [lihat video gejala2 kanker serviks
Menurut dia, tubuh tetap membutuhkan makanan yang bervariasi. Nurul tidak setuju dengan diet golongan darah yang membatasi konsumsi makanan.
Selain itu, lanjut dia, diet mayo dipahami kebanyakan masyarakat sebagai diet yang merestriksi makanan, tidak boleh mengonsumsi garam dan lemak sama sekali. "Kalau merestriksi saja tidak apa, bukan benar-benar menghilangkan. Karena tubuh kita sangat membutuhkan lemak," ujarnya.
Menurutnya, lemak adalah bahan baku untuk pembentukan hormon, terutama hormon seks seperti estrogen dan sebagainya.
Jika tidak mengonsumsi lemak, secara otomatis hormon akan tidak stabil. Contohnya haid menjadi tidak lancar.
Lemak juga bermanfaat untuk melarutkan vitamin A, D, E dan K yang ada dalam tubuh.
Pada dasarnya setiap orang hanya membutuhkan metode diet tradisional yang dikenal di dunia medis sebagai diet rendah kalori dan diet sangat rendah kalori. "Memang hasilnya lebih lama, tapi jauh lebih aman," kata Nurul.
"Tidak ada orang yang tubuhnya lebih cocok dengan metode diet tertentu," ujarnya. "Semua orang hanya memerlukan pola hidup sehat dan seimbang," dia menambahkan.

