journey healthy future

Kamis, 23 April 2015

6 Intervensi Pencegahan PTM dari WEF guna Kembalikan Investasi

Direktur Senior Global Health and Healthcare Industries Arnaud Bernaert mengemukakan permasalahan penyakit tidak menular (PTM) dapat diperbaiki melalui intervensi pencegahan dan promosi kesehatan kepada seluruh masyarakat. Pencegahan PTM sebagai investasi jangka panjang yang baik untuk segmen bisnis, pemerintahan maupun masyarakat secara keseluruhan. Hal itu dikemukakan Bernaert di World Economic Forum dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam kesempatan ini, World Economic Forum (WEF) memberikan enam ulasan intervensi untuk pencegahan PTM secara geografis. Intervensi ini, bila dilaksanakan dengan baik, diperkirakan dapat mengembalikan investasi sebesar 90 persen hingga 3.700 persen.

Program intervensi tersebut di antaranya, mengurangi asupan lemak jenuh melalui regulasi pemerintah bagi penggunaan komposisi minyak sehat untuk makanan di luar rumah, pencegahan serangan jantung dan stroke melalui pemeriksaan awal dan peningkatan akses terhadap obat yang dibutuhkan, mendukung kehamilan yang sehat, memerangi gizi buruk di awal kehidupan, mengurangi polusi udara.

Dalam laporan pertama dari sesi Perekonomian PTM ini dipaparkan intervensi yang dilakukan di India. Misalnya, pemeriksaan untuk hipertensi, vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks dan mengurangi penggunaan tembakau, telah memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat serta keuntungan ekonomi.

Seperti diketahui,  Indonesia diperkirakan menghadapi potensi kerugian sebesar US$ 4,47 triliun dari 2012 sampai 2030 akibat PTM. PTM yang paling sering dialami masyarakat Indonesia, antara lain penyakit jantung, kanker, pernapasan kronis, diabetes, dan gangguan kesehatan mental.

Hal ini terungkap dalam laporan “The Economics of non-communicable diseases (NCD) in Indonesia“ dari World Economic Forum 2015. Ini adalah laporan terbaru dari World Economic Forum mengenai pengaruh ekonomi yang disebabkan oleh PTM dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kerugian pengeluaran yang dapat dialami oleh suatu negara.

Laporan yang dirilis Senin (20/4) pada World Economic Forum on East Asia tersebut menekankan peningkatan PTM di Indonesia dari tahun 2004 sampai dengan 2014. Angka kematian yang diakibatkan oleh PTM mengalami kenaikan dari 50,7 persen menjadi 71 persen. Pada 2030 nanti, peningkatan dampak kasus penyakit diabetes diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat.

"PTM memberikan beban yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia yang kemungkinan akan meningkat dalam dua dekade mendatang," kata Bernaert.
Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang