journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label dengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dengan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

BPJS, Masyarakat Harus Terlayani dengan Baik


PEMBERLAKUAN BPJS Kesehatan dengan iuran yang minim memang banyak menimbulkan pro dan kontra. Namun di luar itu semua, hal terpenting ialah pelayanan terbaik pada pasien tak terbengkalai.

DR.dr. H Ari Fahrial Syam, SP.pD KGEH FINASIM FACP MMB menuturkan terkait adanya pelayanan BPJS memang harus dievaluasi terus menerus dan tak hanya memermasalahkan sekadar kapitasi semata.


"Sebenarnya sekarang ini yang terpenting masyarakat bisa terlayani dengan baik dengan biaya tersebut. Tapi masalahnya ini kan tidak cukup. Itu kan per paket, jadi tak cukup. Misalnya dengan penyakit ini jadi bujetnya segini, jadi dipas-pasin. Jadi jangan dibatasin,"tuturnya kepada Okezone di RSCM, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Menyoal besarnya kapitasi itu berapa, Dr Ari berujar hal itu tentu menjadi jumlah yang relatif karena menyesuaikan dengan kasus yang ditangani.


"Tergantung case-nya kan apa, kasusnya apa. Apakah sistem itu dijalankan dengan baik atau tidak. Karena kapitasi itu disesuaikan dengan seberapa besar jaminan yang diberikan. Oke misalnya per kepala Rp25 ribu, yang penting jaminan itu apa. Kalau per kepalanya cuma Rp10 ribu tapi setiap orang dirujuk nggak mencukupi juga kan. Dia  keluarin obat, duitnya kan harus banyak juga. Memang penting, tapi yang penting bagaimana masyarakat bisa terlayani,"tutupnya. (ind)





Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Jumat, 07 Maret 2014

Lengan Atas Bergelambir karena Tumpukan Lemak? Yuk Pangkas dengan Cara Ini


Jakarta, Tumpukan lemak yang membentuk struktur kulit bergelambir di lengan atas, terutama pada mereka yang baru menurunkan berat badan secara drastis, tentu akan membuat kepercayaan diri menjadi rendah. Bagaimana mengatasinya?

Dikutip dari Health Me Up, Jumat (7/3/2014), berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memangkas gelambir kulit di lengan atas:


1. Latihan


Jika Anda ingin menyingkirkan lemak yang membandel di bagian lengan, maka langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan latihan aerobik atau kardio. Dua jenis latihan ini akan membantu membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh Anda. Agar lebih efektif, cobalah untuk melakukan latihan ini selama satu jam, minimal lima hari dalam sepekan.


2. Atur diet


Dalam proses menurunkan berat badan dan menyingkirkan kelebihan lemak tubuh, penting untuk mengikuti diet sehat. Oleh sebab itu, pastikan Anda memasukkan menu sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, ikan dan sayur bayam dalam asupan sehari-hari.


3. Push-up


Mulailah push-up dari posisi tengkurap dan meluruskan lengan, pastikan pergelangan tangan Anda berada di bawah bahu. Kemudian tekuk siku dan turunkan tubuh Anda ke lantai, pastikan dada Anda berada dalam jarak beberapa inci dari lantai. Luruskan lengan Anda dan kembali ke posisi semula. Mulailah dengan dua set 15 repetisi dan secara bertahap tingkatkan porsi latihan push-up Anda.


4. Gunakan dumbbell


Latihan dengan dumbbell akan sangat efektif jika Anda benar-benar ingin memangkas lemak dan membentuk otot di bagian lengan atas. Caranya, berbaringlah di bangku dengan dumbbell di masing-masing tangan. Tekuk siku dan posisikan keduanya berada di samping tubuh. Kemudian luruskan lengan ke arah langit-langit dengan telapak tangan menjauh dari tubuh. Tekuk siku dan kembali ke posisi semula. Mulailah dengan melakukan 1-2 set 15 repetisi dan meningkatkan porsinya secara bertahap.


(ajg/vit)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Rabu, 05 Maret 2014

Ini Terjadi Pada Anak dengan Orang Tua Perokok



INILAHCOM, Jakarta- Anak-anak yang memiliki orang tua perokok memiliki risiko lebih besar akan serangan jantung dan stroke.


Studi oleh Menzies Research Institute di Tasmania dan Universitas Tasmania menemukan, paparan asap rokok dari orang tua mengarah ke penebalan dinding arteri. Ini artinya anak-anak berada pada risiko lebih besar akan serangan jantung dan stroke di kemudian hari.


Penelitian melibatkan 2.401 anak dari Finlandia dan 1.375 anak di Australia. Mereka berada pada usia antara 3 sampai 18.


Tim peneliti mengajukan pertanyaan tentang kebiasaan merokok orang tua dan mengukur ketebalan dinding arteri anak-anak setelah mereka dewasa.


Studi ini adalah yang pertama kalinya meneliti hubungan antara paparan merokok orang tua dan peningkatan karotid atau ketebalan dinding arteri di masa dewasa.


Hasilnya, pada anak yang orangtuanya merokok memiliki ketebalan arteri sekitar 0,015 mm ketimbang anak yang orang tuanya tidak merokok, yaitu yang umumnya 0,637 mm menjadi 0,652 mm.


"Sementara perbedaan ketebalan arteri sederhana,sudah berisiko lebih besar terkena penyakit jantung," kata Dr Seana Gall, seorang peneliti di epidemiologi kardiovaskular.


"Misalnya, mereka dengan kedua orang tua merokok lebih mungkin menjadi perokok atau kelebihan berat badan daripada mereka yang orangtuanya tidak merokok. Studi kami menunjukkan bahwa paparan asap rokok pasif pada anak menyebabkan kerusakan langsung dan permanen pada struktur arteri," katanya seperti melansir dailymail, Rabu (5/3/2014). [mor]




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Sakit Kepala Bisa Diatasi dengan Bercinta? Ini Kata Dokter


Jakarta, Hubungan seksual tidak hanya memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bagi pasangan, tetapi juga bisa menyehatkan. Aktivitas intim ini bahkan dipercaya bisa meredakan berbagai masalah kesehatan, salah satunya sakit kepala. Lantas apa kata dokter?

"Sakit kepala itu kan penyebabnya banyak, bisa karena jasmani atau psikis. Ya sebenarnya bisa saja (bercinta meredakan sakit kepala), kalau kegiatan tersebut bisa membuat seseorang fun dan rileks, ya bisa membantu mengurangi vertigo," tutur dr Agus Subagio, Sp.THT, dokter spesialis THT di RS Puri Indah Pondok Indah, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (4/3/2014).


Tapi tidak semua sakit kepala bisa diatasi dengan bercinta, terutama yang penyebabnya parah. Hal tersebut diamini oleh dr Ayu Yuni Andini. Menurutnya, sakit kepala bisa sembuh dengan bercinta bila penyebabnya masih ringan, seperti ketegangan otot.


"Iya benar, bisa diatasi dengan berhubungan intim, tetapi kalau dilakukan pada pagi hari. Sebenarnya karena berhubungan intim bisa menghilangkan stres, jadi ada hormon kebahagiaan yang muncul," jelas dr Ayu yang berpraktik di Klinik Cempaka Putih, Jakarta Pusat, saat dihubungi terpisah.


Tak sependapat dengan dr Agus dan dr Ayu, dokter saraf dr M. Kurniawan justru mengatakan hubungan intim tak bisa meredakan sakit kepala. Bahkan, ada beberapa orang yang justru mengalami migrain dan sakit kepala setelah berhubungan badan.


"Tidak juga ya. Ada orang yang justru habis berhubungan intim malah kambuh migrainnya," kata spesialis saraf dari FKUI-RSCM itu.


Memang tidak semua sakit kepala bisa diredakan dengan bercinta. Biasanya sakit kepala yang 'keok' dengan bercinta adalah yang berhubungan dengan psikis, seperti stres dan ketegangan otot. Tapi pada beberapa orang, hubungan seksual malah dapat memicu terjadinya sakit kepala.


Sakit kepala (setelah) bercinta atau sex headaches biasanya dipicu oleh aktivitas seksual, terutama orgasme. Yang paling jelas penderita gangguan ini akan mengalami sakit kepala mendadak dan akut sesaat sebelum atau selama mencapai orgasme. Setiap jenis aktivitas seksual yang mengarah ke orgasme, seperti masturbasi, seks anal, oral seks dan hubungan seks, dapat memicu sakit kepala seks.


Kebanyakan sakit kepala seks tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi beberapa dapat menjadi tanda sesuatu yang serius, seperti masalah dengan pembuluh darah yang memberi makan otak Anda.


(mer/vit)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Selasa, 04 Maret 2014

Lelah karena Sering Terbangun Tengah Malam? Atasi dengan Cara Ini

Jakarta, Terbangun di tengah malam dan tidak bisa lagi melanjutkan tidur bukanlah hal yang langka. Banyak orang yang mengalami hal tersebut. Apakah Anda salah satunya dan merasa lelah karenanya? Jika iya, sebaiknya Anda mulai memikirkan cara untuk mengatasi hal tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Dr Meir H Kryger, seorang professor Sekolah Kedokteran Yale, Amerika. Seperti dikutip dari New York Times, Selasa (4/3/2014), jika Anda terus-terusan terbangun di tengah malam dan sulit untuk melanjutkan tidur lagi setelahnya, hal itu akan melelahkan dan menganggu aktivitas tubuh sepanjang hari. Dr Kryger menuturkan jika Anda merasa lelah akibat kebiasaan buruk tersebut, berarti ada indikasi suatu masalah yang terjadi.

Banyak hal yang dapat menyebabkan kebiasaan terbangun di tengah malam ini terjadi. Pikiran yang stres, binatang peliharaan yang bersuara di tengah malam, atau bahkan faktor teman tidur, bisa jadi faktor penyebab. Masalah medis seperti batuk-batuk atau bahkan sleep apnea, juga bisa menjadi alasan mengapa Anda sering terbangun di tengah malam.

"Saya pernah mempunyai pasien yang terbangun dikarenakan debar jantung yang begitu cepat. Dan hal ini terjadi dikarenakan ia (pasien tersebut) mempunyai masalah dengan jantungnya," ujar Dr Kryger.

Menurut Dr Kryger, terlalu memikirkan dan khawatir mengenai kebiasaan terbangun di tengah malam ini malah akan membuat masalah semakin buruk. Dr Kryger menuturkan bahwa hal ini akan berdampak pada emosinya.

"Mereka (orang yang selalu terbangun di tengah malam) akan memulai pagi harinya dengan perasaan frustasi, marah, dan kesal karena mereka tidak dapat tidur dengan baik," ungkap Dr Kryger.

Dalam beberapa kasus, hal-hal baik yang coba untuk dibiasakan dapat membantu. Nikotin dan alkohol dipercaya dapat menyebabkan orang sering terbangun dari tidurnya. Maka dengan meninggalkan kebiasaan merokok dan meminum alkohol, khususnya sebelum tidur, disebut dapat membantu. Menghindari makanan pedas sebelum tidur juga disebut dapat membantu.

"Jika Anda terbangun di tengah malam sehingga menyebabkan Anda tidak bisa tertidur lagi di 20 menit setelahnya, jangan malah terpaku pada jam dinding Anda. Lebih baik Anda keluar kamar, lakukan sesuatu yang membuat Anda lebih rileks, misalnya seperti baca buku. Lalu setelah Anda sudah mulai merasa mengantuk lagi, segera ke kamar dan lanjutkan tidur Anda," saran Dr Kryger.

Dr Kryger menambahkan jika hal-hal yang disebutkannya masih belum juga membantu mengatasi kebiasaan terbangun ini, mungkin sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Karena menurut Dr Kryger, hal-hal seperti ini terkadang juga butuh pengobatan seperti terapi.

(vit/vit)



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate

View the original article here

Tak Bisa Minum Susu karena Intoleran Laktosa? Akali dengan Diet Ini

Jakarta, Beberapa orang memiliki kondisi intoleran laktosa yang membuatnya tak bisa mengonsumsi produk olahan susu. Meski tampaknya menyulitkan, Anda bisa tetap sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari dengan menerapkan diet tertentu, lho.

Disebut sebagai gangguan genetik, beberapa ahli menyebutkan penyebab utama munculnya intoleran laktosa adalah karena kurangnya laktase, enzim pencernaan dalam usus yang membantu proses pencernaan laktosa. Laktosa sendiri merupakan gula alami yang ditemukan dalam susu, termasuk produk olahannya.

Keluhan yang sering dirasakan oleh mereka yang memiliki kondisi ini adalah munculnya rasa mual, kembung, dan bahkan nyeri setelah minum susu. Meskipun tampaknya tak serius, intoleran laktosa membatasi diet seseorang dan berakibat mengurangi asupan penting yang terdapat dalam susu, termasuk kalsium, lemak dan protein.

"Susu dan produk olahannya menjaga daya tahan tubuh dan menguatkan tulang. Studi telah menemukan bahwa anak-anak yang menerapkan diet seimbang dengan asupan susu tumbuh lebih cepat dan sehat dibandingkan anak-anak yang jarang minum susu," ungkap seorang ahli gizi, Anjali Mahrse, seperti dikutip dari Health Me Up, Selasa (4/3/2014).

Aturan utama yang perlu diperhatikan oleh mereka yang intoleran laktosa menurut pandangan dokter umum, Dr Rahul Warshney, adalah dengan menghindari konsumsi susu murni, mentega asin, minuman yang terbuat dari susu dan keju. Nah, Anda tetap bisa 'menutupi' kekurangan nutrisi dalam susu dengan cara mengonsumsi beberapa alternatif berikut dalam diet sehari-hari:

1. Dadih
Yoghurt tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari susu kerbau ini sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Konsumsi semangkuk dadih tawar tanpa pemanis setelah makan akan meningkatkan kadar bakteri baik dalam usus, yang pada akhirnya membantu proses pencernaan makanan tanpa efek mual dan kembung.

2. Kopi hitam
Dianjurkan bagi Anda untuk minum secangkir kopi hitam setelah makan siang. Kafein dalam kopi hitam akan membantu menenangkan sistem pencernaan.Next

(ajg/vit)


Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate

View the original article here

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang