journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label PTM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

Mengerikan! Efek Minuman Soda untuk Ginjal

Minuman bersoda memang terasa segar saat diminum. Namun tahukah Anda bahwa efek yang ditinggalkan oleh minuman itu terhadap kesehatan ginjal bisa bikin ngeri?

Sebuah penelitian menyebut bahwa konsumsi minuman bersoda 2 gelas per hari dapat membuat kemungkinan Anda menderita penyakit ginjal kronis meningkat. Selain itu, berikut adalah efek buruk lain dari minuman bersoda, seperti dilansir oleh situs Boldsky:
  • Batu ginjal
Dalam minuman bersoda, biasanya terkandung asam fosfat yang ternyata dapat mengikat mineral seperti kalsium dan mengendap di dalam ginjal. Ini menyebabkan terbentuknya batu ginjal di saluran kemih.

  • Penyakit ginjal kronis
Pada jenis minuman bersoda pun terdapat sodium yang merupakan salah satu jenis garam yang mampu meningkatkan resiko timbulnya penyakit ginjal kronis. Gejalanya adalah berkurangnya kemampuan ginjal untuk bekerja menyaring sampah dari tubuh manusia, hingga terjadi penumpukan sampah dan racun dalam darah.
  • Penurunan fungsi ginjal
Pemanis buatan yang biasanya ada dalam soda diet atau pun soda biasa, ternyata dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi kerja ginjal bila Anda mengonsumsinya lebih dari 2 gelas per hari.
  • Fruktosa
Ini adalah jenis pemanis yang memiliki kalori tinggi. Efek buruknya bila dikonsumsi berlebih adalah menyebabkan tekanan darah meningkat dan sakit ginjal. Fruktosa berkontribusi pada sensitivitas insulin dan dapat berakibat obesitas pula.

Jadi, batasi konsumsi minuman bersoda jika Anda ingin ginjal Anda tetap sehat.

Referensi :
http://sidomi.com/204360/mengerikan-efek-minuman-soda-untuk-ginjal/

Kebiasaan Kerja Lembur Tidak Baik untuk Kesehatan

Fenomena kerja lembur sudah menjadi hal biasa terutama bagi para pekerja. Memang dari sisi pendapatan, pekerjaan lembur akan menghasilkan tambahan penghasilan. Namun, kalau ditilik dari risiko yang dihadapi pelakunya, kerja lembur yang dilakukan secara rutin justru tidak baik bagi kesehatan.


Konsekuensi kesehatan yang mesti dihadapi saat bekerja lebih dari 8 jam ini patut diwaspadai. Dikutip dari She Knows, manusia memiliki keterbatasan saat dirinya diajak tetap aktif bekerja lebih dari 8 jam. Ada empat efek yang sangat mungkin dialami oleh pekerja lembur, yaitu:

  1. Mereka yang bekerja lebih dari 10 jam sehari berpeluang 60 persen lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Bahkan, serangan ini sifatnya tiba-tiba atau mendadak kejadiannya.
  2. Kerja lembur menyita waktu seseorang untuk memenuhi kebutuhan tidur antara 6-8 jam. Padahal, efek kurang tidur itu patut untuk diperhatikan. Beberapa di antaranya yaitu meningkatan risiko diabetes, obesitas, stroke, hingga serangan jantung.
  3. Biasanya pelaku kerja lembur lebih mudah terserang cemas, frustrasi, dan kurang sabar.
  4. Pelakunya juga lebih mungkin mengalami stres yang sifatnya adiktif, atau menjadi kebiasaan. Banyak akibat yang buruk bagi kesehatan saat seseorang kerap mengalami stres.

Para pekerja lembur diketahui pula kerap menerapkan gaya hidup tidak sehat untuk mengimbangi tuntutan pekerjaan. Mereka lebih suka makan fast food dan mengambil kafein dari minuman kopi yang dikonsumsi. Padahal, ketika seseorang mengalami tekanan dan mendapat pengaruh kafein, maka menjadikannya mudah marah. Selain itu sistem kekebalan tubuhnya melemah dan lebih mudah mengembangkan sikap-sikap yang negatif. Jika sudah parah dapat menimbulkan depresi.


Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa lepas dari lingkungan kerja lembur, pastikan Anda memiliki “penyeimbang”. Penyeimbang ini meliputi aktivitas-aktivitas untuk meredam stres dan memberikan tubuh nutrisi yang lebih baik. Atur pekerjaan agar Anda dapat meminimalkan adanya lembur demi memberikan tubuh untuk beristirahat. Atur waktu sebaik-baiknya dan terapkan gaya hidup sehat.

Referensi :
http://sidomi.com/205258/kebiasaan-kerja-lembur-tidak-baik-untuk-kesehatan/

Senin, 29 Juli 2013

40 Juta Anak Usia Sekolah Perokok Aktif

Genderang antirokok yang dikampanyekan sejumlah kalangan terhadap tembakau tak serta merta menunjukkan angka penurunan konsumsi rokok.

Data yang dikutip dari World Helath Organization (WHO) tahun 2004 terdapat 5 juta kasus kematian akibat penyakit yang disumbang konsumsi rokok setiap tahunnya. Sebagian besar atau 70 persen kasus tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk di dalamnya Asia dan Indonesia. Diperkirakan, jumlah perokok dunia pada 2025 sebanyak 650 juta orang, atau terdapat 10 juta kematian per tahun.


Kondisi itu membuat Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait angkat bicara. Mengingat banyak pula anak-anak yang sudah mengonsumsi tembakau sejak dini.


Pihaknya mengimbau agar kawasan tanpa rokok itu dimulai dari rumah. Sebab tercatat 121 juta keluarga di Indonesia menjadi perokok dan anak pun menjadi perokok pasif. Ditambah lagi, 40 juta anak usia 10-14 tahun menjadi perokok aktif.


"Untuk membuat anak tidak terkena rokok dan menjadi perokok maka Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mulai dari rumah. Makanya seorang bapak yang perokok nantinya berhenti merokok," kata Arist, Minggu (28/7).

Menurutnya, Indonesia terkenal dengan 'baby smoker'. Ini dikarenakan banyak anak berumur di bawah satu tahun sudah merokok. Oleh karena itu, kata Arist, jika orang tua menginginkan anaknya tidak terpapar asap rokok maka orangtuanya harus berhenti merokok. "Kita tahu kalau dalam rumah ada yang merokok otomatis anak pun menjadi perokok pasif," tukasnya.

Ia mengungkapkan saat ini perusahaan rokok menyasar perokok pemula. Karena itu, iklan rokok sering diperankan anak muda. Perusahaan rokok tidak menggunakan iklan orang tua karena perokok aktif yang sudah adiktif tidak memerlukan iklan rokok. "Sudah harus segera dikampanyekan KTR dalam rumah ini," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok Ani Rubiani mengatakan, ada tujuh wilayah KTR. Di antaranya adalah tempat bermain anak, tempat pendidikan, rumah ibadah, perkantoran, dan tempat umum. "Di kawasan KTR itu tidak boleh ada iklan rokok," pungkasnya.

Referensi :
http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/07/28/913/171417/40-Juta-Anak-Usia-Sekolah-Perokok-Aktif

Rabu, 24 Juli 2013

Perempuan dan Tembakau : Sebuah Daya Tarik yang Fatal

Sampai saat ini sekitar 20% dari 1 milliar perokok di dunia adalah wanita. Hal ini juga tercatat bahwa, perempuan juga memiliki kerentanan yang sama dengan laki-laki terdapat keterpaparan produk tembakau seperti rokok.

Laporan WHO menyebutkan bahwa jumlah perokok meningkat 2.1% per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1.1% per tahun. Penelitian di Jakarta juga menunjukkan 64.8% laki-laki dan 9.8% perempuan dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok.


Sekarang ini, hampir teknik pemasaran rokok dikalangan wanita di negara maju, sekarang juga diterapkan di negara berkembang yang notabene tidak memiliki riwayat merokok. Tujuan para produsen rokok mengikut sertakan wanita dalam promosi rokok adalah untuk membuat rokok terebut lebih menarik.


Rokok dan perempuan? Hal ini telah mencakup semua permasalahan tentang gender, femininitas, kesehatan janin, kanker payudara, kanker rahim, penampilan diri, gengsi, gaya hidup, dan juga sampai kode etik. Masih tabunya perempuan merokok adalah sebuah problematika klasik. Dua hal penting masalah perempuan dengan rokok ialah dimulai dengan masalah kesehatan dan diakhiri dengan masalah ketidaketisan.


Faktanya, kebiasaan merokok baik itu pada perempuan maupun laki-laki akan menyebabkan banyak masalah kesehatan. Diantaranya batuk kering, kanker paru-paru, kanker mulut, dan sebagainya. Merokok juga menimbulkan perasaan takut, gemetar, bimbang, resah, melemahkan akal, mengurangi nafsu makan, menguningkan wajah dan gigi, menyempitkan pernapasan, menjadikan manusia malas dan lemah, dan lain-lain.


Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai mengambil sikap bahwa rokok itu nyata memberikan dampak buruk terhadap berbagai aspek, tidak hanya kesehatan. Dari sekarang, mari kita mulai melindungi generasi muda dari pengaru produk tembakau, seperti melindungi dari promosi rokok yang berlebihan, dan juga mengingat setiap hari sebagai “Hari Tanpa Tembakau Sedunia”

Referensi:
http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/94-pengendalian-rokok/133-perempuan-dan-tembakau-sebuah-daya-tarik-yang-fatal

Selasa, 23 Juli 2013

Tembakau, Faktor Risiko Pada 6 Dari 8 Penyebab Kematian Utama

Indonesia menempati urutan ke 7 terbesar dalam jumlah kematian yang disebakan oleh Kanker yakni sebanyak 188.100 orang pertahun. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pembuluh darah berjumlah 468.700 orang atau menempati urutan ke 6 terbesar dari seluruh negara-negara kelompok WHO.

Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pernafasan adalah penyakit Chronic Obstructive Pulmonary (COPD) yakni sebesar 73.100 orang (66,6%) sedangkan Asma sebesar 13.690 orang yang merupakan terbesar ke 3 setelah India dan China.

Menurut Riskesdas 2007, diperkirakan lebih dari 40,3 juta anak tinggal bersama dengan perokok dan terpapar pada asap rokok di lingkungannya (perokok pasif). Anak yang terpapar asap rokok dapat mengalami peningkatan risiko terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga tengah, asma serta kelambatan pertumbuhan paru-paru. Kerusakan kesehatan dini dapat menyebabkan kesehatan yang buruk pada masa dewasa.


Hasil penelitian membuktikan bahwa rokok mengandung zat adiktif yang membahayakan kesehatan. Zat Adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan kesehatan dengan ditandai perubahan perilaku, kognitif, dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengonsumsi bahan tersebut, kesulitan dalam mengendalikan penggunaannya, memberi prioritas pada penggunaan bahan tersebut daripada kegiatan lain, meningkatnya toleransi dan dapat menyebabkan keadaan gejala putus zat.

Tidak hanya itu, banyak dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok dan jarang di publikasikan seperti Kanker Kulit, Katarak, Rambut Rontok, Osteoporosis, Penyakit jantung dan masih banyak efek kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap bahan yang mengandung zat adiktif termasuk produk tembakau seperti Rokok.

Referensi:
http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/94-pengendalian-rokok/128-tembakau-faktor-risiko-pada-6-dari-8-penyebab-kematian-utama

Selasa, 16 Juli 2013

Betah Main Ponsel Bikin Badan Tidak Fit

PENGGUNAAN ponsel yang berlebihan, baik untuk berbicara, browsing internet, e-mail, atau bermain video game, dapat mengganggu aktivitas fisik dan mengurangi kebugaran kardiorespirasi.

Lebih lanjut, Jacob Barkley dan Andrew Lepp, peneliti dari fakultas di Kent State’s College of Education, Health and Human Services menjadi tertarik untuk memelajari hubungan antara smartphone dengan tingkat kebugaran. Mereka mengatakan, tidak seperti televisi, ponsel yang kecil dan fungsi portable sehingga memungkinkan untuk memgggunakannya saat melakukan aktivitas fisik.


Namun, penelitian mereka mengungkapkan, meskipun smartphone memiliki sifat portabilitas (bisa dibawa kemana-mana) dan kenyamanannya berkontribusi pada gaya hidup malas bergerak, para peneliti mensurvei lebih dari 300 mahasiswa terhadap penggunaan ponsel dan tingkat aktivitas mereka, dan kemudian mengukur tingkat kebugaran serta komposisi tubuh dari 49 peserta.

Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan, siswa yang menghabiskan waktu menggunakan ponsel mereka sekira 14 jam per hari ternyata kurang fit atau bugar, dibandingkan mereka yang hanya rata-rata 90 menit per hari menggunakan ponsel.

“Sekarang saya telah beralih ke smartphone, dan saya bisa katakan itu menurunkan aktivitas fisik saya. Hal ini, karena jika saya bosan, saya hanya dapat men-download apa pun yang saya inginkan,” kata salah satu peserta penelitian sebagaimana dilansir Redorbit.Sementara, peneltian yang dipublikasikan secara online dalam Internasional Jounal of Behavioral Nutritio tersebut diyakini menjadi yang pertama untuk menilai hubungan antara penggunaan ponsel dan tingkat kebugaran masyarakat. Para peneliti mengatakan, temuan ini menunjukkan penggunaan ponsel mungkin dapat menilai risiko seseorang mengalamii banyak masalah kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup.

Referensi:
http://health.okezone.com/read/2013/07/16/482/837635/betah-main-ponsel-bikin-badan-tidak-fit

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang