journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label dampak rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dampak rokok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Perempuan dan Tembakau : Sebuah Daya Tarik yang Fatal

Sampai saat ini sekitar 20% dari 1 milliar perokok di dunia adalah wanita. Hal ini juga tercatat bahwa, perempuan juga memiliki kerentanan yang sama dengan laki-laki terdapat keterpaparan produk tembakau seperti rokok.

Laporan WHO menyebutkan bahwa jumlah perokok meningkat 2.1% per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1.1% per tahun. Penelitian di Jakarta juga menunjukkan 64.8% laki-laki dan 9.8% perempuan dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok.


Sekarang ini, hampir teknik pemasaran rokok dikalangan wanita di negara maju, sekarang juga diterapkan di negara berkembang yang notabene tidak memiliki riwayat merokok. Tujuan para produsen rokok mengikut sertakan wanita dalam promosi rokok adalah untuk membuat rokok terebut lebih menarik.


Rokok dan perempuan? Hal ini telah mencakup semua permasalahan tentang gender, femininitas, kesehatan janin, kanker payudara, kanker rahim, penampilan diri, gengsi, gaya hidup, dan juga sampai kode etik. Masih tabunya perempuan merokok adalah sebuah problematika klasik. Dua hal penting masalah perempuan dengan rokok ialah dimulai dengan masalah kesehatan dan diakhiri dengan masalah ketidaketisan.


Faktanya, kebiasaan merokok baik itu pada perempuan maupun laki-laki akan menyebabkan banyak masalah kesehatan. Diantaranya batuk kering, kanker paru-paru, kanker mulut, dan sebagainya. Merokok juga menimbulkan perasaan takut, gemetar, bimbang, resah, melemahkan akal, mengurangi nafsu makan, menguningkan wajah dan gigi, menyempitkan pernapasan, menjadikan manusia malas dan lemah, dan lain-lain.


Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai mengambil sikap bahwa rokok itu nyata memberikan dampak buruk terhadap berbagai aspek, tidak hanya kesehatan. Dari sekarang, mari kita mulai melindungi generasi muda dari pengaru produk tembakau, seperti melindungi dari promosi rokok yang berlebihan, dan juga mengingat setiap hari sebagai “Hari Tanpa Tembakau Sedunia”

Referensi:
http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/94-pengendalian-rokok/133-perempuan-dan-tembakau-sebuah-daya-tarik-yang-fatal

Selasa, 23 Juli 2013

Tembakau, Faktor Risiko Pada 6 Dari 8 Penyebab Kematian Utama

Indonesia menempati urutan ke 7 terbesar dalam jumlah kematian yang disebakan oleh Kanker yakni sebanyak 188.100 orang pertahun. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pembuluh darah berjumlah 468.700 orang atau menempati urutan ke 6 terbesar dari seluruh negara-negara kelompok WHO.

Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pernafasan adalah penyakit Chronic Obstructive Pulmonary (COPD) yakni sebesar 73.100 orang (66,6%) sedangkan Asma sebesar 13.690 orang yang merupakan terbesar ke 3 setelah India dan China.

Menurut Riskesdas 2007, diperkirakan lebih dari 40,3 juta anak tinggal bersama dengan perokok dan terpapar pada asap rokok di lingkungannya (perokok pasif). Anak yang terpapar asap rokok dapat mengalami peningkatan risiko terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga tengah, asma serta kelambatan pertumbuhan paru-paru. Kerusakan kesehatan dini dapat menyebabkan kesehatan yang buruk pada masa dewasa.


Hasil penelitian membuktikan bahwa rokok mengandung zat adiktif yang membahayakan kesehatan. Zat Adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan kesehatan dengan ditandai perubahan perilaku, kognitif, dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengonsumsi bahan tersebut, kesulitan dalam mengendalikan penggunaannya, memberi prioritas pada penggunaan bahan tersebut daripada kegiatan lain, meningkatnya toleransi dan dapat menyebabkan keadaan gejala putus zat.

Tidak hanya itu, banyak dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok dan jarang di publikasikan seperti Kanker Kulit, Katarak, Rambut Rontok, Osteoporosis, Penyakit jantung dan masih banyak efek kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap bahan yang mengandung zat adiktif termasuk produk tembakau seperti Rokok.

Referensi:
http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/94-pengendalian-rokok/128-tembakau-faktor-risiko-pada-6-dari-8-penyebab-kematian-utama

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang