journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Perempuan Merokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan Merokok. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2013

40 Juta Anak Usia Sekolah Perokok Aktif

Genderang antirokok yang dikampanyekan sejumlah kalangan terhadap tembakau tak serta merta menunjukkan angka penurunan konsumsi rokok.

Data yang dikutip dari World Helath Organization (WHO) tahun 2004 terdapat 5 juta kasus kematian akibat penyakit yang disumbang konsumsi rokok setiap tahunnya. Sebagian besar atau 70 persen kasus tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk di dalamnya Asia dan Indonesia. Diperkirakan, jumlah perokok dunia pada 2025 sebanyak 650 juta orang, atau terdapat 10 juta kematian per tahun.


Kondisi itu membuat Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait angkat bicara. Mengingat banyak pula anak-anak yang sudah mengonsumsi tembakau sejak dini.


Pihaknya mengimbau agar kawasan tanpa rokok itu dimulai dari rumah. Sebab tercatat 121 juta keluarga di Indonesia menjadi perokok dan anak pun menjadi perokok pasif. Ditambah lagi, 40 juta anak usia 10-14 tahun menjadi perokok aktif.


"Untuk membuat anak tidak terkena rokok dan menjadi perokok maka Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mulai dari rumah. Makanya seorang bapak yang perokok nantinya berhenti merokok," kata Arist, Minggu (28/7).

Menurutnya, Indonesia terkenal dengan 'baby smoker'. Ini dikarenakan banyak anak berumur di bawah satu tahun sudah merokok. Oleh karena itu, kata Arist, jika orang tua menginginkan anaknya tidak terpapar asap rokok maka orangtuanya harus berhenti merokok. "Kita tahu kalau dalam rumah ada yang merokok otomatis anak pun menjadi perokok pasif," tukasnya.

Ia mengungkapkan saat ini perusahaan rokok menyasar perokok pemula. Karena itu, iklan rokok sering diperankan anak muda. Perusahaan rokok tidak menggunakan iklan orang tua karena perokok aktif yang sudah adiktif tidak memerlukan iklan rokok. "Sudah harus segera dikampanyekan KTR dalam rumah ini," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok Ani Rubiani mengatakan, ada tujuh wilayah KTR. Di antaranya adalah tempat bermain anak, tempat pendidikan, rumah ibadah, perkantoran, dan tempat umum. "Di kawasan KTR itu tidak boleh ada iklan rokok," pungkasnya.

Referensi :
http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/07/28/913/171417/40-Juta-Anak-Usia-Sekolah-Perokok-Aktif

Rabu, 24 Juli 2013

Perempuan dan Tembakau : Sebuah Daya Tarik yang Fatal

Sampai saat ini sekitar 20% dari 1 milliar perokok di dunia adalah wanita. Hal ini juga tercatat bahwa, perempuan juga memiliki kerentanan yang sama dengan laki-laki terdapat keterpaparan produk tembakau seperti rokok.

Laporan WHO menyebutkan bahwa jumlah perokok meningkat 2.1% per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1.1% per tahun. Penelitian di Jakarta juga menunjukkan 64.8% laki-laki dan 9.8% perempuan dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok.


Sekarang ini, hampir teknik pemasaran rokok dikalangan wanita di negara maju, sekarang juga diterapkan di negara berkembang yang notabene tidak memiliki riwayat merokok. Tujuan para produsen rokok mengikut sertakan wanita dalam promosi rokok adalah untuk membuat rokok terebut lebih menarik.


Rokok dan perempuan? Hal ini telah mencakup semua permasalahan tentang gender, femininitas, kesehatan janin, kanker payudara, kanker rahim, penampilan diri, gengsi, gaya hidup, dan juga sampai kode etik. Masih tabunya perempuan merokok adalah sebuah problematika klasik. Dua hal penting masalah perempuan dengan rokok ialah dimulai dengan masalah kesehatan dan diakhiri dengan masalah ketidaketisan.


Faktanya, kebiasaan merokok baik itu pada perempuan maupun laki-laki akan menyebabkan banyak masalah kesehatan. Diantaranya batuk kering, kanker paru-paru, kanker mulut, dan sebagainya. Merokok juga menimbulkan perasaan takut, gemetar, bimbang, resah, melemahkan akal, mengurangi nafsu makan, menguningkan wajah dan gigi, menyempitkan pernapasan, menjadikan manusia malas dan lemah, dan lain-lain.


Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai mengambil sikap bahwa rokok itu nyata memberikan dampak buruk terhadap berbagai aspek, tidak hanya kesehatan. Dari sekarang, mari kita mulai melindungi generasi muda dari pengaru produk tembakau, seperti melindungi dari promosi rokok yang berlebihan, dan juga mengingat setiap hari sebagai “Hari Tanpa Tembakau Sedunia”

Referensi:
http://www.promkes.depkes.go.id/index.php/topik-kesehatan/94-pengendalian-rokok/133-perempuan-dan-tembakau-sebuah-daya-tarik-yang-fatal

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang