journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label ibu menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu menyusui. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Stres, Istri Ahmad Fathanah Gagal Berikan ASI Eksklusif

AIR Susu Ibu dianjurkan diberikan kepada buah hati hingga usia dua tahun. ASI eksklusif diberikan kepada anak hingga usia enam bulan.

Namun, tak semua ibu beruntung memiliki ASI berlimpah. Kondisi tubuh yang fit, makanan bergizi, hingga stres dapat menjadi faktor utama mengalirnya ASI.

Sefty Sanustika, istri terpidana kasus suap kuota impor daging sapi salah satu ibu yang kurang beruntung. Dia tidak dapat memberikan ASI eksklusif bagi Ameera Naura Fathanah.

Tentu saja, kasus Ahmad Fathanah bergulir saat Sefty sedang hamil besar. Saat melahirkan pun, Sefty menghadapinya seorang diri hingga kini Ameera sudah berusia satu tahun.

"Sudah enggak kasih ASI untuk Ameera sekarang, hanya susu formula saja pakai botol susu," katanya kepada wartawan di Perumahan Permata Depok, Jalan Berlian, Citayam, Depok, Sabtu, 22 Maret 2014. 

Sebab saat Ameera lahir, justru Sefty dalam keadaan stres. Bagaimana tidak, suaminya terlibat kasus korupsi, harta bendanya pun disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mah enggak bisa kasih ASI eksklusif, karena memang air susunya enggak keluar lagi, kering. Mungkin karena stres, jadi Ameera hanya sampai umur satu bulan saja dapat ASI," tuturnya.

Sefty berharap sanggup menjalani hari-hari bersama Ameera tanpa ada seorang suami selama 14 tahun. Dia berharap Ameera selalu diberikan kesehatan, meski berada jauh dari ayahnya.

"Harapan saya, Ameera jadi anak yang pintar, pandai berbakti pada orangtua. Bisa bermanfaat bagi keluarga bangsa negara. Yang penting sehat, soalnya sekarang juga lagi flu dan ISPA," katanya.

Selasa, 24 April 2012

Peraturan Pemerintah Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dilaksanakan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. 

Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan antara lain adalah penurunan angka kematian Bayi dan peningkatan status gizi masyarakat. Indonesia saat ini masih menghadapi masalah gizi ganda yaitu kondisi dimana disatu sisi masih banyaknya jumlah penderita gizi kurang, sementara disisi lain jumlah masyarakat yang mengalami gizi lebih cenderung meningkat. Masalah gizi ganda ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat dan perilaku gizi. Status gizi masyarakat akan baik apabila perilaku gizi yang baik dilakukan pada setiap tahap kehidupan termasuk pada Bayi. 

Pola pemberian makan terbaik untuk Bayi sejak lahir sampai anak berumur 2 (dua) tahun meliputi: (a) memberikan ASI kepada Bayi segera dalam waktu 1 (satu) jam setelah lahir; (b) memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai umur 6 (enam) bulan. Hampir semua ibu dapat dengan sukses menyusui diukur dari permulaan pemberian ASI dalam jam pertama kehidupan Bayi. Menyusui menurunkan risiko infeksi akut seperti diare, pnemonia, infeksi telinga, haemophilus influenza, meningitis dan infeksi saluran kemih. Menyusui juga melindungi Bayi dari penyakit kronis masa depan seperti diabetes tipe 1. Menyusui selama masa Bayi berhubungan dengan penurunan tekanan darah dan kolesterol serum total, berhubungan dengan prevalensi diabetes tipe 2 yang lebih rendah, serta kelebihan berat badan dan obesitas pada masa remaja dan dewasa. 

Menyusui menunda kembalinya kesuburan seorang wanita dan mengurangi risiko perdarahan pasca melahirkan, kanker payudara, pra menopause dan kanker ovarium; (c) memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sejak genap umur 6 (enam) bulan; dan (d) meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 2 (dua) tahun. Penerapan pola pemberian makan ini akan meningkatkan status gizi Bayi dan anak serta mempengaruhi derajat kesehatan selanjutnya.

Namun demikian, saat ini penerapan pola pemberian makan terbaik untuk Bayi sejak lahir sampai anak berumur 2 (dua) tahun tersebut belum dilaksanakan dengan baik khususnya dalam hal pemberian ASI Eksklusif. Beberapa kendala dalam hal pemberian ASI Eksklusif karena ibu tidak percaya diri bahwa dirinya mampu menyusui dengan baik sehingga mencukupi seluruh kebutuhan gizi Bayi. Hal ini antara lain disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, kurangnya dukungan Keluarga serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Selain itu kurangnya dukungan Tenaga Kesehatan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan produsen makanan bayi untuk keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya. 

Dalam rangka melindungi, mendukung dan mempromosikan pemberian ASI Eksklusif perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan dukungan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kesehatan, masyarakat serta Keluarga agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi. Untuk maksud tersebut, maka diperlukan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian ASI Eksklusif. 

Dalam Peraturan Pemerintah ini diatur: 1. tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah pemerintah daerah kabupaten/kota; provinsi, dan 2. Air Susu Ibu Eksklusif; 3. penggunaan susu formula dan produk bayi lainnya; 4. tempat kerja dan tempat sarana umum; 5. dukungan masyarakat; 6. pendanaan; dan 7. pembinaan dan pengawasan. 

Download selengkapnya Di SINI,,,

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang