journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Kurang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Sel otak hilang karena kurang tidur




tidur

Kurang tidur mengakibatkan hilangnya 25% sel otak.


Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat berakibat serius, yaitu hilangnya sel otak secara permanen.


Pada tikus, kurang tidur berkepanjangan menyebabkan 25% dari sel-sel otak tertentu mati, menurut sebuah studi dalam The Journal of Neuroscience.


Jika hal yang sama berlaku pada manusia, mungkin sia-sia untuk dapat mengganti hilangnya waktu tidur kita, kata para ilmuwan Amerika Serikat.


Wartawan BBC Helen Briggs melaporkan bahwa para ilmuan berpikir mungkin suatu hari nanti dapat mengembangkan obat yang dapat melindungi otak dari efek samping kurangnya tidur ini.


Penelitian, yang diterbitkan oleh The Journal of Neuroscience, melihat tikus di laboratorium yang tetap terjaga meniru jenis-jenis kurang tidur pada umumnya dalam kehidupan modern, seperti bekerja pada shift malam atau menghabiskan waktu berjam-jam di kantor.


Sebuah tim di University of Pennsylvania School of Medicine mempelajari sel-sel otak tertentu yang terlibat dalam menjaga sistem peringatan otak.


Setelah beberapa hari melihat pola tidur yang sama pada orang-orang yang bekerja di malam hari - tiga hari bekerja pada shift malam hanya dengan empat sampai lima jam tidur dalam waktu 24 jam - tikus kemudian kehilangan 25% sel otaknya , yang dikenal sebagai locus coeruleus (LC) neuron.


'Kerusakan permanen'


Para peneliti mengatakan ini adalah bukti pertama bahwa kurang tidur dapat menyebabkan hilangnya sel-sel otak.


Tapi mereka menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah orang-orang yang kehilangan waktu tidur mungkin juga berada pada risiko kerusakan otak permanen.


Prof Sigrid Veasey dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology, mengatakan kepada BBC "Kami sekarang memiliki bukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan permanen.


"Ini adalah contoh sederhana yang ditunjukkan pada hewan namun kita harus berhati-hati pada manusia."


Dia mengatakan langkah berikutnya untuk menguji otak para pekerja shift setelah adanya bukti kematian dari hilangnya sel-sel otak.




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Minggu, 16 Maret 2014

Menguap Kurang Menular saat Orang Sudah Tua


KITA tentu sudah tahu bahwa menguap itu bisa menular ke orang di sekeliling kita. Tapi nyatanya, penularan menguap ini kian berkurang efeknya seiring bertambahnya usia seseorang.


Temuan ini berasal dari studi menguap menular yang meneliti 328 peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran seusai seseorang menguap kepada orang lain. Di mana setiap kali peserta menguap, dia harus menekan sebuah tombol.


Kemudian hasil temuan tersebut menunjukan bahwa 68 persen dari peserta menguap. Akan tetapi, hasil itu bervariasi setiap kelompok usia. Gambaran peserta menguap itu untuk kelompok di bawah umur 25 tahun sebanyak 82 persen, sementara kelompok umur 25 sampai 49 tahun sebesar 60 persen dari. Kemudian, hanya 41 persen yang menguap dari kelompok umur 50 tahun dan di atasnya.

Penularan menguap jauh dari keterkaitan dengan empati atau kecerdasan, kemandirian, kata hasil studi yang bertentangan dengan penelitian sebelumnya.


Terkait hasil penelitian itu, usia menyumbang hanya delapan persen dari variasi dalam fenomena tersebut dan sebagian besar variasi terkait respons menguap menular tidak dijelaskan, seperti dilansir Foxnews.


Para peneliti mencatat bahwa orang-orang yang menderita autisme dan skizofrenia dianggap kecil kemungkinannya tertular menguap. Dan penelitian genetik mengenai menguap bisa membantu dalam menemukan pengobatan kondisi tersebut.
 
(tty)





Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Rabu, 05 Maret 2014

Meski Anggaran Kurang, Kualitas Pelayanan Dokter Diharapkan Tak Menurun


Jakarta, Kurangnya anggaran kesehatan ditakutkan oleh berbagai pihak akan menjadi 'batu sandungan' dalam keberhasilan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Bagaimana tidak, kurangnya anggaran dapat berakibat pada penurunan mutu pelayanan kesehatan.

Meskipun tahun 2014 ini anggaran kesehatan yang direncanakan sebanyak 5 persen dari APBN dan 10 persen dari APBD mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya Rp 36,5 triliun menjadi Rp 46,5 triliun, hingga kini nyatanya belum semuanya diterima.


Selain itu, pemberlakuan sistem kapitasi dalam JKN juga ditakutkan akan menurunkan semangat dokter dalam memberikan pengobatan terbaik bagi setiap pasien. Sistem seperti ini diklaim dapat membuat dokter bekerja dengan memerhatikan tarif dan mengesampingkan standar pelayanan.


"Dokter bekerja secara profesional dan dibayarnya juga profesional. Untuk melayani masyarakat memang tugas dokter, tetapi untuk membiayai masyarakat yang kurang mampu itu tugas pemerintah," ujar Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH, Guru Besar Universitas Indonesia.


Hal tersebut ia sampaikan saat hadir dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke-64 tingkat FK UI tahun 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014).


Menurutnya, 30-40 persen dana pemerintah seharusnya digunakan untuk layanan primer. Sebab jika anggaran kesehatan terlalu rendah, maka inisiatif dokter untuk melakukan upaya promotif dan preventif pun akan semakin rendah.


"Kalau kita lihat pada pasal 4 UU Pendidikan Kedokteran, tujuan pendidikan kedokteran untuk menghasilkan dokter yang berbudi luhur, bermartabat, bermutu, beretika, berdedikasi tinggi, profesional, bermoral, yang intinya itu adalah persoalan moral. Jadi yang tidak kalah penting dari seorang dokter itu adalah moralnya," papar Prof. dr. Budi Sampurna, SpF(K), SH, DFM, SpKP, ditemui dalam acara yang sama.


(ajg/vit)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang