journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tidur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

Bantal Menentukan Kualitas Tidur dan Kesehatan

Dalam menjaga kualitas tidur, seseorang rela mengeluarkan kocek yang besar demi memilih tempat tidur yang tepat. Namun ternyata, ada hal yang luput dari pemikiran yakni bantal. 

Ya, bantal juga bisa menjadi salah satu faktor penting dalam memeroleh tidur nyenyak. Hal ini dibenarkan Ana C. Kreiger, pakar kesehatan dari Weill Cornell Medical Center, di Amerika Serikat. 

Menurut Ana, yang memengaruhi nyenyak atau tidaknya tidur seseorang adalah jarak antara leher dengan kasur. Ana menjelaskan, bantal yang baik, adalah yang memosisikan bahu punggung dan pinggul dalam keadaan yang datar. Untuk itu, bantal yang rendah dan lunak adalah bantal yang terbaik untuk tidur Anda. 

Dikutip dari Foxnews, bahan yang digunakan sebagai isian bantal juga bisa menentukan kenyamanan yang diberikan oleh bantal untuk tidur yang lebih berkualitas.
"Ada beberapa bahan yang biasa digunakan, yakni bulu, kapuk, dan bahan sistetis yang menyerupai gumpalan kapas, setiap bahan memberikan dampak berbeda pada tidur Anda?" ujarnya. 

Bantal dengan bahan kapuk atau bulu, terbukti dapat sangat nyaman dan sangat baik untuk tidur yang lebih nyenyak. "Karena bantal dengan bahan ini lebih mudah disesuaikan dengan bentuk kepala, sehingga tidak membuat kepala sulit bergerak," ungkap Ana. 

Kapuk dan bulu dalam bantal, juga akan memberikan efek sejuk yang bisa menambah kualitas tidur Anda. Sedangkan, bantal dengan bahan isian sintesis, cenderung akan membuat bantal menjadi keras dan sulit disesuaikan dengan bentuk kepala. 

Menggunakan bantal ini, akan memberikan rasa tak nyaman pada kepala dan leher bila posisi kepala diubah ketika tidur. Hal ini karena bantal sintesis tidak seelastis bantal bulu atau kapuk. 

Jadi, jenis bantal mana yang akan Anda pilih? Kami berikan jawaban itu pada Anda. Yang terpenting, bijak memilih bantal yang terbaik untuk kenyamanan dan keoptimalan tidur, agar lebih nyaman dan menyenangkan.*viva

Senin, 14 April 2014

Tidur Siang Terlalu Lama Berkait Dengan Kematian Dini

Orang yang tidur siang terlalu lama, lebih dari satu jam setiap hari, 32 persen lebih berisiko meninggal dunia lebih dini, demikian menurut hasil studi yang dilakukan selama 13 tahun oleh para peneliti dari Cambridge University di Inggris.

Mereka mendapatkan kesimpulan itu itu setelah mempelajari data studi kelompok prospektif European Prospective Investigation Into Cancer (EPIC)-Norfolk, sebuah studi kesehatan komprehensif pada 25.000 perempuan dan laki-laki berusia 40-79 tahun di Inggris. 

Sekitar 16.000 orang dari peserta studi itu menjawab pertanyaan soal kebiasaan tidur siang mereka. Jawaban mereka lalu dibagi ke dalam dua kategori, yakni mereka yang biasa tidur siang kurang dari satu jam dan lebih dari satu jam. Dan mereka yang tidak tidur siang menjadi kelompok kontrol. 

Setelah 13 tahun, peserta studi yang tidur siang lebih dari satu jam memiliki risiko meninggal dunia lebih besar karena berbagai sebab termasuk penyakit jantung, kanker, dan gangguan pernafasan. 

Hasil ini diperoleh bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor seperti usia, jenis kelamin, kelas sosial, tingkat pendidikan, status pekerjaan, indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, depresi, penggunaan obat, waktu yang dihabiskan di tempat tidur pada malam hari, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya .

Para peneliti mencatat sekalipun ada hubungan antara lama tidur siang dengan kematian lebih dini namun studi ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat.

Penyebabnya bisa jadi sesuatu yang tidak dilaporkan oleh para peserta studi atau terlihat dari rekam medis.

Dalam hasil studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology para peneliti menulis,"Meski kondisi kesehatan dan pengobatan diperhitungkan dalam studi ini, kami tidak bisa menyimpulkan bahwa hasil kami mungkin sebagian bisa dijelaskan oleh efek masalah kesehatan yang tak terdiagnosis atau pengobatan yang tak tercakup dalam studi yang menyebabkan kelelahan atau rasa kantuk."

Para ahli menyarankan, tidur siang kurang dari 30 menit dalam sehari untuk mencegah tubuh memasuki tahapan tidur yang lebih dalam, demikian seperti dilansir laman Medical Daily pada Minggu (13/4). 

Dan bila Anda merasa selalu lelah setelah tidur siang hari, mungkin saja itu pertanda yang lebih serius ketimbang hanya tidur malam yang buruk, karenanya lebih baik Anda memeriksakan diri ke dokter.

Kamis, 20 Maret 2014

Sel otak hilang karena kurang tidur




tidur

Kurang tidur mengakibatkan hilangnya 25% sel otak.


Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat berakibat serius, yaitu hilangnya sel otak secara permanen.


Pada tikus, kurang tidur berkepanjangan menyebabkan 25% dari sel-sel otak tertentu mati, menurut sebuah studi dalam The Journal of Neuroscience.


Jika hal yang sama berlaku pada manusia, mungkin sia-sia untuk dapat mengganti hilangnya waktu tidur kita, kata para ilmuwan Amerika Serikat.


Wartawan BBC Helen Briggs melaporkan bahwa para ilmuan berpikir mungkin suatu hari nanti dapat mengembangkan obat yang dapat melindungi otak dari efek samping kurangnya tidur ini.


Penelitian, yang diterbitkan oleh The Journal of Neuroscience, melihat tikus di laboratorium yang tetap terjaga meniru jenis-jenis kurang tidur pada umumnya dalam kehidupan modern, seperti bekerja pada shift malam atau menghabiskan waktu berjam-jam di kantor.


Sebuah tim di University of Pennsylvania School of Medicine mempelajari sel-sel otak tertentu yang terlibat dalam menjaga sistem peringatan otak.


Setelah beberapa hari melihat pola tidur yang sama pada orang-orang yang bekerja di malam hari - tiga hari bekerja pada shift malam hanya dengan empat sampai lima jam tidur dalam waktu 24 jam - tikus kemudian kehilangan 25% sel otaknya , yang dikenal sebagai locus coeruleus (LC) neuron.


'Kerusakan permanen'


Para peneliti mengatakan ini adalah bukti pertama bahwa kurang tidur dapat menyebabkan hilangnya sel-sel otak.


Tapi mereka menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah orang-orang yang kehilangan waktu tidur mungkin juga berada pada risiko kerusakan otak permanen.


Prof Sigrid Veasey dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology, mengatakan kepada BBC "Kami sekarang memiliki bukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan permanen.


"Ini adalah contoh sederhana yang ditunjukkan pada hewan namun kita harus berhati-hati pada manusia."


Dia mengatakan langkah berikutnya untuk menguji otak para pekerja shift setelah adanya bukti kematian dari hilangnya sel-sel otak.




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Kamis, 06 Maret 2014

Lupakan Tempat Tidur Sejenak, Pasutri pun Bisa Lebih Bergairah di Kursi


Jakarta, Tempat tidur sepertinya menjadi tempat favorit para pasangan suami istri (pasutri) untuk bercinta. Namun tidak ada salahnya menjajal tempat lain untuk mendapatkan 'petualangan cinta' yang lebih seru. Salah satu tempat yang layak dicoba untuk menghindari kebosanan sekaligus mencoba posisi lain adalah kursi.

Di atas kursi, Anda dan pasangan bisa bercinta dengan posisi kursi. Meskipun posisi ini bisa Anda lakukan di atas tempat tidur, namun tidak ada salahnya mencoba di atas kursi. Kesannya seksi dan unik. Agar aman, pilihlah kursi dengan keseimbangan yang baik dan kuat menahan bobot Anda dan pasangan. Jangan sampai mood bercinta rusak gara-gara Anda berdua jatuh akibat kursi patah.


Berikut ini tips mendapatkan sesi bercinta di atas kursi yang menyenangkan, seperti dikutip dari Indian Sutras, Kamis (6/2/2014):


1. Merayu Suami Duduk di Kursi


Rayulah suami Anda untuk duduk di kursi yang sudah Anda siapkan. Anda bisa menari-nari sembari mengenakan pakaian yang seksi untuk menggodanya. Ketika suami sudah 'on' lakukan sedikit pemanasan untuk membuat Anda berdua sama-sama siap. Selanjutnya, Anda hanya perlu duduk di atas suami Anda.


2. Membangun Semangat


Ada banyak cara untuk membangun semangat bercinta suami di kursi. Misalnya saja dengan melakukan tarian erotis lap dance. Sembari menari, belailah kepala dan rambutnya, dan Anda bisa melakukan petualangan di area lehernya. Menyentuhkan bagian tubuh tertentu ke badan suami juga bisa membantu. Terkadang menjadi liar itu perlu, jadi jangan sungkan.


3. Seks Oral


Hal lain yang akan membuat suami mau dan kerasan duduk di kursi saat bercinta adalah dengan memberinya seks oral yang liar. Yakinlah saat dia merasa senang, suami Anda juga akan menyenangkan Anda. Tak ada salahnya jika Anda membimbingnya untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai dan membuat Anda semakin hot.


(vit/up)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Kamis, 20 Juni 2013

Kesehatan Tidur untuk Performa Kerja

Kita sudah tahu bagaimana kurang tidur dapat memengaruhi performa kerja di siang hari. Konsentrasi yang berkurang, lamban serta ceroboh adalah tanda-tanda kantuk yang masih diabaikan para pekerja.

Di era 24 jam ini, tidur adalah kebutuhan biologis yang paling sering dikorbankan atas nama produktivitas. Tanpa disadari bahwa kurang tidur justru dapat mengurangi performa seseorang. Karena ketika tidur, kita diam tak bergerak bukan berarti tidak produktif. Justru tubuh sangat aktif membangun kesehatan, daya tahan tubuh dan kemampuan otak.

Kondisi emosi juga dijaga saat tidur. Saat lelah, seseorang cenderung lebih memperhatikan kepentingan dirinya sendiri tanpa memperhatikan masukan dari sekelilingnya. Tak heran jika kondisi kurang tidur juga mengganggu proses kerja tim serta mendorong terjadinya tindakan kurang etis di lingkungan kerja.

Tidur dan Stres
Ketika sedang stres karena tekanan pekerjaan, siapa pun menjadi sulit tidur. Tapi bukan itu saja, kondisi kurang tidur juga menyebabkan seseorang menjadi mudah stres. Kesehatan tidur dan stres saling memengaruhi seolah menjadi lingkaran setan. Sebuah penelitian mengingatkan bahwa terjaga selama 24 jam akan meningkatkan hormon stres secara signifikan.

Kesibukan di siang hari sering kali mengganggu tidur kita di malam hari. Stres di pekerjaan maupun macet perjalanan meninggalkan ketegangan yang harus kita turunkan sebelum naik ke tempat tidur. Kantuk akan jadi percuma jika kita masih terlalu tegang untuk tidur. Akibatnya, kita hanya memejamkan mata di tempat tidur tanpa bisa terlelap.

Turunkan dulu ketegangan dengan menyenangkan diri sebelum tidur. Sekedar membaca atau mendengarkan musik akan membantu suasana hati lebih rileks.

Pekerjaan 24/7

Bekerja dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari seminggu belum tentu produktif. Walau ditopang dengan stimulan semacam kafein atau nikotin, otak yang lelah tetap tak terbantu. Sampai saat ini, belum ada satu zat pun yang dapat menggantikan proses restoratif tidur. Stimulan hanyalah penunda kantuk.

Terkoneksi 24 jam dengan internet sebenarnya membantu waktu kerja kita jadi lebih fleksibel. Tetapi, banyak orang justru tak dapat berhenti bekerja walau sudah meninggalkan kantor. Seolah organ tubuh dan smartphone sudah menyatu, menjadi bagian dari diri kita. Sebuah survei di AS menyatakan bahwa 72 persen pekerja tidur dengan smartphone menyala di sisinya. Bahkan 45 persen;nya masih menjawab e-mail sebelum jatuh tidur.

Parahnya, para pemimpin justru menghargai para pekerja yang masih mengirimkan e-mail di dini hari. Sikap yang justru berbahaya. Kemampuan untuk menganalisa dan mengambil keputusan di saat mengantuk tidaklah baik, bahkan buruk. Setiap keputusan penting yang diambil di saat mengantuk layak diragukan. Bill Clinton mengaku bahwa setiap kesalahan yang ia lakukan, selalu dilakukan saat lelah.

Kantuk Turunkan Kreativitas
Pekerja yang mengantuk sulit untuk kreatif. Sebuah penelitian di tahun 1999 melihat bagaimana kurang tidur dapat mengganggu kemampuan mengambil keputusan dan menerima masukan. Penelitian belakangan bahkan melihat bagaimana terjaga selama 24 jam dapat mengganggu fungsi bagian korteks prefrontal pada otak, bagian yang mengontrol kreativitas, kontrol diri dan cara berpikir yang inovatif.

Bagi perusahan di bidang kreatif atau yang membutuhkan pikiran-pikiran "out of the box" dari para karyawannya, kesehatan tidur jadi amat penting. Mengabaikan kesehatan tidur sama dengan menurunkan kreativitas dan menurunkan mutu karya.

Kafein dan Produktivitas
Benarkah kafein dan minuman penambah energi dapat meningkatkan produktivitas? Mungkin saja. Tetapi mengabaikan tidur lalu menopang keterjagaan dengan kafein bukanlah jawaban yang tepat. Stimulan, baik itu dalam bentuk minuman maupun suplementasi makanan hanya akan menunda kantuk. Otak yang lelah tetap akan lelah. Pemikiran yang sempit dan lamban tetap akan lamban.

Kafein di lingkungan kerja mungkin sudah dianggap biasa. Tetapi konsumsi secara membabi buta tidaklah bijak. Prioritaskan tidur yang sehat terlebih dahulu, di saat tertentu baru konsumsi kafein atau minuman penambah energi.

Jam Biologis dan Produktivitas
Di dalam otak kita tertanam jam yang mengatur ritme tubuh. Mulai dari waktu lapar, buang air, hingga kantuk dan bugar. Selain tidur yang cukup dan berkualitas, baik juga kita kenali ritme jam biologis untuk tingkatkan produktivitas.

Kenali jam biologis lalu sesuaikan ritme kerja agar produktif.

 -    Sesampai di tempat kerja, karena masih pagi dan belum ada tugas penting yang harus dikerjakan silahkan menikmati aroma kafein. Kafein baru akan bekerja setelah 30 menit dikonsumsi. Jadi, jangan saat sudah mengantuk baru minum kopi, percuma.

-    Pagi hari jam 8 bukan waktu yang baik bagi kebanyakan pekerja dewasa muda untuk memulai dengan pekerjaan yang berat dan terlalu serius. Manfaatkan untuk mengatur jadwal dan tugas-tugas.

-    Mendekati jam 9:00 kebugaran mulai menghampiri. Bagi kantor dengan banyak pekerja usia dewasa muda, ini waktu yang tepat untuk memulai briefing pagi. Apalagi di bidang kreatif. Ide-ide inovatif akan dengan mudah dan lancar dikeluarkan.

-    Jam makan siang biasanya kita punya waktu satu jam untuk beristirahat. Gunakan waktu ini untuk menikmati "power nap". Setelah makan siang, bersandar santai di kursi, tutup mata dengarkan lagu lembut dan nikmati tidur siang selama 15-20 menit. Dengan demikian, kita mendapatkan segala manfaat tidur, hingga lebih produktif saat bangun.

-    Rapat-rapat penting setelah jam makan siang di jam 14.00-15.00 adalah yang paling melelahkan. Jam biologis kita sedang berada di titik rendah. Beban kantuk sedang kuat-kuatnya. Emosi juga jadi sulit dikontrol.

-    Mendekati jam pulang, dengan stres tinggi dan ketegangan menghadapi macet, ada baiknya jika bersantai sejenak dengan ber-social media atau sekedar duduk main game. Berkumpul dengan teman-teman di kafe sambil menunggu macet biasanya menjadi pilihan paling enak. Tapi sadari juga bahwa kafein dapat bekerja selama 12 jam. Pilihlah minuman dengan kadar kafein rendah atau lebih baik lagi tak mengandung kafein sama sekali.

-    Dengan waktu yang serba mepet. Sore hingga malam adalah waktu yang tersisa untuk berolahraga. Olahraga sangat penting bagi kesehatan. Tetapi olah raga yang baik juga memerhatikan ritme biologis. Jarak selesai berolah raga dan tidur disarankan 3 jam. Olahraga memang menyenangkan dan membuat tubuh lelah. Tetapi, banyak jenis olahraga yang justru meningkatkan adrenalin hingga justru menyegarkan otak. Pilih olah raga yang santai dan tidak kompetitif. Berenang atau jogging ringan sekitar rumah misalnya.

Referensi:
http://health.kompas.com/read/2013/06/02/10172029/Kesehatan.Tidur.untuk.Performa.Kerja

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang