journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label puasa ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa ibu hamil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2014

Perhatian Penting Saat Puasa di Kala Hamil

Puasa memang wajib bagi seluruh umat muslim. Tapi pada kondisi tertentu seperti saat sedang hamil, seorang wanita tidak dianjurkan untuk puasa. 

Bukan tanpa alasan, karena menurut Ahli Gizi yang juga Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Saptawati Bardosono M, Sc, puasa dapat mengganggu perkembangan janin. Dan kalau sampai ibunya kekurangan cairan, denyut jantungnya akan lebih cepat dan membahayakan janin. Jika itu terjadi, wanita hamil harus menghentikan puasanya.

"Makanya ibu hamil tidak dianjurkan puasa. Kalau nggak, dia tidak akan mendapat manfaatnya melainkan akan celaka sendiri," jelasnya.

Lantas bagaimana jika setelah diperiksa dokter kondisi ibu dan janin sehat dan tetap ingin puasa? Saptawati mengatakan, jika kndisi ibu hamil dan janin baik, Ia tetap harus mengonsumsi lebih banyak cairan. 

"Kalau biasanya, kita dianjurkan untuk minum 8 gelas per hari, ibu hamil harus menambah 300 cc agar sirkulasinya lebih baik," jelasnya. 

Disamping itu, dalam buku ‘Air Bagi Kesehatan’ edisi kedua tahun 2012 yang disusun oleh pakar gizi seperti DR. Dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), Prof. DR. Ir. Hardinsyah, MS, DR. Dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dan Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A (K), disebutkan bahwa kebutuhan air selama kehamilan meningkat untuk mendukung sirkulasi janin, produksi cairan amnion dan volume darah yang meningkat. 

"Terutama di trimester ketiga, wanita hamil akan membutuhkan lebih banyak konsumsi air terutama bila ia mengalami inkontinensia urin fisiologis akibat adanya tekanan pada kandung kemih oleh uterus yang membesar," tulis buku tersebut.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan, kecukupan air untuk wanita hamil adalah 2,3 liter per hari. Tapi The Institute of Medicine, National Academies of Science merekomendasikan wanita hamil untuk mengonsumsi air putih sekitar 0,3 liter atau sekitar 12 gelas setiap hari.

Kamis, 11 Juli 2013

Nutrisi Penting untuk Bumil yang Berpuasa

Di bulan Ramadan, ibu hamil (bumil) bisa tetap berpuasa. Syaratnya, si ibu harus memiliki cadangan kalori yang cukup. Sehingga pada saat janin membutuhkan kalori, cadangan kalori dari ibu yang akan membantu atau menggantikan kebutuhannya.

Menurut dr Aria Wibawa SpOG (K) dari Klinik Fetomaternal Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), ibu hamil yang menjalani ibadah berpuasa sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat yang diserap lambat, sehingga akan memberi efek kenyang lebih lama. Contohnya adalah gandum, nasi merah, kacang-kacangan, atau protein yang besar seperti daging.

"Bila kita mengkonsumsi jenis makanan ini, maka kadar gula atau kalori dalam tubuh akan bertahan lebih lama dan baru akan turun saat mendekati magrib," terang dr Aria.

Selain jenis makanan di atas, Kurma juga sangat baik dikonsumsi oleh bumil saat berpuasa. "Kurma juga merupakan salah satu karbohidrat yang diserap lambat. Mengkonsumsi Kurma sekitar 3-4 biji akan memberikan kadar gula yang cukup salama bumil berpuasa," jelasnya. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi susu, buah-buahan segar serta mineral yang cukup.

Sebaliknya yang harus dihindari adalah karbohidrat sederhana seperti makanan manis atau kue dengan bahan dasar gula dan sirup. "Saat masuk lambung, jenis makanan ini akan cepat diolahnya, tapi kita akan cepat lapar lagi," terang dr Aria. Akibatnya kadar gula darah menurun sehingga bumil akan cepat lemas dan tidak bertenaga

Tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan setelah dua minggu untuk mengetahui perkembangan janin selama berpuasa. "Dalam pemeriksaan itu, kita bisa melihat apakah pertumbuhan janin tetap normal mengikuti track-nya atau tidak. Bila pertumbuhannya menjadi lambat, sebaiknya si ibu harus menunda keinginanya untuk ikut berpuasa karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembagan janin," pesannya.

Tapi berdasarkan pengalaman dr Aria menangani ibu hamil yang berpuasa, menurutnya perkembangan janin si ibu tetap berjalan normal. "Sebagian besar ibu hamil di mana status kalori ibu atau cadangan kalorinya cukup, pertumbuhan bayi pada bumil yang berpuasa tetap berjalan normal," kata dr Aria.

Referensi:
http://www.beritasatu.com/kesehatan/125044-nutrisi-penting-untuk-bumil-yang-berpuasa.html

Yang Harus Diketahui Ibu Hamil Sebelum Berpuasa

Ramadan adalah bulan yang paling istimewa bagi umat Muslim. Karenanya, setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala. Tidak ketinggalan para ibu hamil (bumil) yang juga ingin ikut berpuasa. Namun, seperti apa puasa yang aman bagi bumil?

Dokter Aria Wibawa SpOG (K) dari Klinik Fetomaternal RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan, bahwa bumil dibolehkan untuk berpuasa, selama kondisi kehamilannya tidak bermasalah.


"Sebelum berpuasa, si ibu harus tahu kondisi kehamilannya bermasalah atau tidak. Jadi perlu berkonsultasi kepada dokternya terlebih dahulu," ujarnya.

Kondisi kehamilan itu sendiri, lanjut Aria, terbagi dalam dua jenis. Pertama, hamil normal dan tidak ada risiko atau berisiko rendah. Kedua, hamil dengan risiko tinggi.


"Pada kasus dimana bumil berisiko tertentu, puasa akan memberatkan. Contohnya bila ada gangguan perkembangan janin dimana tubuhnya kecil dan tidak optimal yang disebabkan oleh faktor nutrisi. Bumil dengan kondisi ini tidak disarankan untuk berpuasa, karena bisa membuat pertumbuhan janin semakin sulit," terangnya.


Selain dilihat dari faktor pertumbuhan janin, kondisi yang dialami bumil juga harus diperhatikan. "Kalau bumil kekurangan nutrisi lalu dia berpuasa, pastinya kondisi dia akan semakin buruk," tambahnya Aria.


Sebaliknya pada kehamilan normal dimana bumil memiliki cadangan kalori yang cukup, maka berpuasa tidak akan menjadi masalah. "Sebetulnya kan puasa itu hanya mengubah pola makan saja. Pada saat janin membutuhkan kalori, cadangan kalori dari ibu yang akan membantu atau mengantikan kebutuhan dia, sehingga ibu hamil tetap bisa berpuasa," jelasnya.


Untuk mengetahui perkembangan janin selama ibunya berpuasa, Aria menyarankan, agar bumil melakukan pemeriksaan setelah dua minggu menjalankan ibadah puasa.


"Dokter yang biasa memeriksa biasanya sangat tahu perkembangan ibu dan janinnya. Contohnya pasien saya waktu puasa tahun lalu. Awalnya dia berpuasa, tapi setelah dua minggu, ternyata pertumbuhan bayinya tidak normal mengikuti track-nya. Lalu dia tidak puasa lagi dan akhirnya kembali normal," paparnya.


Tapi, lanjut Aria, sebagian besar bumil dimana status kalori ibu atau cadangan kalorinya cukup, pertumbuhan bayi pada bumil yang berpuasa tetap berjalan normal. Karena itu, bumil yang berpuasa harus menjaga kadar gula atau kalori dalam tubuhnya tetap stabil.


"Untuk ibu hamil yang berpuasa, konsumsilah karbohidrat yang naiknya lambat, turunnya juga lama. Contohnya gandum, nasi merah, kacang-kacangan, atau protein yang besar seperti daging. Bila kita mengonsumsi jenis makanan ini, maka kadar gula atau kalori dalam tubuh akan bertahan lama dan baru akan turun saat mendekati waktu berbuka," jelas Aria.

Referensi:
http://www.beritasatu.com/kesehatan-perempuan/124876-yang-harus-diketahui-ibu-hamil-sebelum-berpuasa.html

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang