journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Pria 'Kepala Beton', Masih Hidup Meski Tengkorak Ditancap 3 Paku Ukuran 10 Cm


China, 3 paku jumbo berukuran 4 inci (10,16 cm) tertancap di kepala seorang pria China. Beruntung, dokter dapat mengeluarkan paku-paku tersebut dan nyawanya bisa diselamatkan.

Pria 69 tahun asal Fujian, China, dikirim ke rumah sakit dengan 3 paku berukuran jumbo tertancap di tengkoraknya. Ia telah menjalani pengobatan sejak akhir tahun lalu.


Pria yang tidak disebutkan namanya tersebut mengaku memaku kepalanya sendiri dan sangat mendesak dokter untuk tidak menghubungi polisi. Namun dokter percaya bahwa kejahatan itu dilakukan oleh orang lain, karena melihat tingkat keparahan cedera, seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (16/3/2014).


Dokter harus berhati-hati saat mengeluarkan paku karena ukurannya yang sangat besar bisa saja merusak otak. Si pria butuh waktu perawatan sekitar tiga bulan di rumah sakit untuk bisa kembali pulih. Dokter percaya bahwa ia telah pulih sepenuhnya dari semua cedera.


Ini bukan pertama kalinya pria tertancap di kepala. Awal tahun ini dokter mengatakan telah mengeluarkan paku berukuran 3 inci dari kepala seorang pria 55 tahun asal Nanjing, China.


Menurut laporan, paku tersebut tertancap di kepalanya ketika kecelakaan yang terjadi saat ia mendekorasi rumahnya. Namun, pria yang dikenal dengan nama Yang, tidak menyadari paku 'bersarang' di kepalanya sampai ia mulai merasa sakit keesokan harinya. Yang bisa kembali pulih tanpa ada kerusakan penglihatan maupun saraf.


(mer/vit)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Jumat, 14 Maret 2014

Gaya hidup modern 'bahayakan' balita




Balita dan telepon pintar

Penggunaan Smartphones disebutkan dapat merusak otak balita


Penggunaan perlengkapan bayi dan layar elektronik yang berlebihan dapat menganggu perkembangan fisik dan emosional balita, seperti disampaikan sebuah lembaga.


Organisasi What About The Children? atau Watch? mengatakan gaya hidup modern dapat merusak otak balita.


Para peneliti di lembaga ini menyoroti balita yang ditempatkan di kereta bayi dan mengkaji dampak peningkatan penggunaan telepon genggam pintar dan komputer tablet.


Wartawan Pendidikan BBC, Patrick Howse, mengatakan kondisi itu dapat berdampak pada kehidupan balita.


Watch? mempromosikan pentingnya pendekatan yang aman di tahun-tahun pertama dan pentingnya kasih sayang dalam perkembangan otak anak.


Pembahasan mengenai bagaimana pembentukan emosional, fisik dan kesehatan mental anak dalam tiga tahun pertama kehidupannya, akan bertahan "selamanya".


'Kontak mata, Nyanyian dan berbicara'


Interaksi fisik, hubungan sosial antara anak-anak kecil, dan "pengasuhan yang konsisten dan penuh kasih sayang" merupakan hal yang sangat penting diberikan kepada seorang anak.


Organisasi itu mengatakan dampak kehidupan modern terhadap perkembangan otak bayi dan anak-anak menjadi masalah penting yang harus diperhatikan.


Sally Goddard Blythe, Direktur Institut Psikologi Kesehatan Jiwa, mengatakan pentingnya interaksi sosial.


"Interaksi sosial membantu perkembangan fisik, sebagai contoh kontak mata, nyanyian dan berbicara. Itu tak akan terjadi jika anak-anak duduk di kereta bayi dan ibunya sibuk dengan smartphone," kata dia.


"Anak-anak butuh kesempatan untuk bergerak bebas dan mengeksplorasi".


"Perhatian, keseimbangan dan kemampuan koordinasi dipelajari saat 36 bulan pertama dari pelajaran kognitif di kehidupannya dan akan berkaitan dengan prestasi di sekolah."




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Selasa, 04 Maret 2014

Virus 3.000 tahun hidup kembali

Dalam uji coba di laboratorium, virus menginfeksi sel amuba dan membunuhnya.

Sebentuk virus kuno kembali hidup setelah tertidur selama 30.000 tahun, demikian disampaikan para ilmuwan.

Mulanya virus tersebut ditemukan dalam kondisi beku pada lapisan terdalam dataran Siberia, namun virus tersebut ternyata mampu menginfeksi lagi.

Ilmuwan Prancis mengatakan penularan virus itu tak berbahaya bagi manusia atau hewan, namun virus lainnya bisa tiba-tiba jadi ganas saat lapisan tanahnya terbuka.

Hasil riset ini dipublikasikan di Academy Sains Nasional (PNAS), Inggris.

Professor Jean-Michel Claverie, dari Pusat Riset Sains (CNRS) di Universitas Aix-Marseille di Prancis mengatakan: "ini adalah kali pertamanya kami melihat virus yang masih mampu menginfeksi setelah masa yang begitu lama."

Virus terbesar

Patogen kuno ini ditemukan terkubur dikedalaman 30 meter dibawah dataran yang membeku. Dan disebut Pithovirus sibericum, termasuk dalam kelas virus besar yang ditemukan 10 tahun lalu.

Bentuknya sangat besar, tak seperti virus lainnya, mereka dapat terlihat dengan menggunakan mikrospop. Dan virus ini memiliki panjang 1,5 mikrometer, terbesar yang pernah ditemukan.

Virus ini terakhir kali menginfeksi lebih dari 30.000 tahun yang lalu, tetapi di laboratorium virus ini mulai aktif kembali.

Dalam tes yang dilakukan virus tersebut menyerang amuba, yang merupakan organisme sel tunggal, tetapi tidak menginfeksi manusia atau hewan lain.

Salah seorang peneliti Dr Chantal Abergel, juga dari CNRS, mengatakan: "Virus itu masuk ke sel, kemudian berkembang dan membunuh sel. Itu dapat membunuh amuba - tetapi tidak akan menginfeksi sel manusia."

Bagaimanapun, para peneliti yakin bahwa patogen yang mematikan kemungkinan terjebak di dataran beku Siberia.



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate

View the original article here

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang