journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Membuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membuat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Ilmuwan Lakukan Modifikasi Gen untuk Membuat Pasien Kebal HIV


Jakarta, Para ilmuwan menemukan cara baru untuk mencegah kematian akibat AIDS (Acquired Imunno Deficiency Syndrome). Dengan memodifikasi gen, mereka bisa membuat pasien kebal HIV (Human Imunodeficiency Virus), virus penyebab AIDS.

Cara baru ini tidak hanya aman, tetapi juga dinilai menjanjikan. Diharapkan suatu saat nanti, pasien dengan HIV positif tidak lagi tergantung obat seumur hidupnya.


Temuan ini diumumkan selang sehari setelah bayi kedua di dunia yang terlahir dengan HIV positif, dinyatakan bersih dari virus mematikan itu setelah menjalani pengobatan. Meski belum dipastikan, para dokter yang menangani meyakini bayi asal Los Angeles ini telah sembuh.


Ide untuk melakukan modifikasi gen datang setelah seorang pasien AIDS tampak sembuh usai menjalani transplantasi sel di Berlin, Jerman, 7 tahun lalu. Transplantasi dilakukan dengan sel dari seseorang yang secara alami kebal terhadap infeksi HIV.


Di seluruh dunia, diperkirakan hanya 1 persen orang dengan 2 kopi gen yang memerikan proteksi terhadap HIV. Oleh karenanya, para ilmuwan berpikir untuk menciptakan gen serupa melalui modifikasi.


Dr Carl June dari University of Pennsylvania tengah melakukan uji coba pada 12 pasien. Dibanti perusahaan asal California, Sangamo BioSciences Inc, Dr June menghilangkan komponen tertentu dalam gen pasien yang biasanya menjadi target infeksi.


"Tujuan akhirnya menciptakan sistem imun dalam tubuh yang telah diedit secara genetis sehingga tidak bisa terinfeksi HIV. Tapi dari titik ini kami masih jauh untuk menuji ke sana," kata Dr Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (7/3/2014).



(up/vit)




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Kamis, 06 Maret 2014

Insomnia Membuat Otak Lebih Fleksibel




TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun dikenal sebagai gangguan tidur, ternyata insomnia tidak hanya mengganggu pada saat jam tidur di malam hari. Gangguan tidur ini bisa mempengaruhi salah satu bagian otak yang juga mengontrol kegiatan sehari-hari.


“Insomnia bukan hanya gangguan malam, melainkan gangguan 24 jam setiap hari,” kata Rachel Salas, asisten profesor neurologi dari Fakuktas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, kepada Live Science, Selasa, 4 Maret 2014.


Bersama tim penelitinya, Salas menunjukkan bahwa otak penderita insomnia memiliki tingkat plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidur dengan baik.


Motor cortex, yang merupakan bagian dari otak yang mengontrol gerakan, cenderung lebih fleksibel dan aktif dalam penderita insomnia dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki masalah tidur. Hal ini juga membuat penderita insomnia memiliki kadar kortisol dan tingkat kecemasan yang cenderung lebih tinggi setiap harinya.


Meskipun peneliti menduga bahwa otak penderita insomnia akan kurang istirahat, kenyataannya otak mereka cenderung lebih plastis. Artinya, ia lebih mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Oleh sebab itu, peneliti belum bisa menentukan apakah ini hal yang baik atau buruk.


Di samping itu, peneliti juga belum bisa menentukan secara pasti apakah insomnia yang memengaruhi plastisitas otak atau plastisitas yang akhirnya menyebabkan insomnia. “Ini seperti menjawab pertanyaan, "Mana yang lebih dulu antara ayam dan telur?" tutur Salas.




ANINGTIAS JATMIKA | LIVE SCIENCE



Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil BisnisView the original article here

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang