journey healthy future

Tampilkan postingan dengan label Larangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Larangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Larangan cepat saji untuk kurangi obesitas





Makanan cepat saji banyak dikonsumsi oleh para pekerja di Inggris


Pelarangan toko makanan cepat saji di sekitar perkantoran dan rumah dapat mengurangi epidemi obesitas, seperti disampaikan oleh peneliti Inggris.


Banyaknya toko pizza dan makanan yang digoreng dapat meningkatkan jumlah obesitas hampir dua kali lipat, kata para peneliti.


Kebijakan itu meliputi pelarangan pembukaan restoran yang menyajikan makanan untuk dibawa pulang atau dibungkus di dekat sekolah, seperti ditulis dalam jurnal sains BMJ.


Sementara argumen lainnya menyebutkan, pembuat kebijakan seharusnya lebih fokus kepada bagaimana menjadikan makanan cepat saji menjadi lebih sehat.


Faktor pendukung


Dalam studi terhadap lebih dari 5.000 orang dewasa yang lahir di Cambridgeshire antara 1950 dan 1975, para peneliti dari Universitas Cambridge menemukan para pekerja banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, termasuk hamburger, pizza, makanan yang digoreng dan keripik, ketika berada di rumah, tempat kerja dan perjalanan.



Restoran

Restoran cepat saji disebutkan lingkungan perkantoran dan rumah dapat tingkatkan obesitas.


Faktor lain yang dapat mempengaruhi obesitas adalah pendidikan, pendapatan dan kebiasaan merokok.


Para peneliti menemukan akses yang luas terhadap makanan cepat saji berkaitan dengan indeks massa tubuh yang tinggi.


"Mereka yang paling 'terpapar' toko yang menyajikan makanan untuk dibungkus, memiliki kemungkinan untuk menjadi obesitas hampir dua kali lipat," tutur Dr Thomas Burgoine, pemimpin studi.


Sejumlah otoritas lokal telah memperkenalkan kebijakan larangan pembukaan toko makanan cepat saji di sekitar sekolah atau di lokasi yang memiliki banyak toko yang menyajikan makanan untuk dibawa pulang.


"Penelitian kami menunjukkan kebijakan untuk membuat lingkungan lebih sehat dengan melarang akses makanan yang dibungkus, dapat berhasil," jelas Dr Burgoine.


Lebih sehat


Tetapi, penelitian yang dilakukan para ahli di AS, justru menunjukkan sebaiknya.


Dr Kathryn Neckerman, dari Universitas Columbia University, New York, mengatakan penelitiannya terhadap anak-anak sekolah yang di lingkungan mereka banyak terdapat toko makanan cepat saji, justru lebih ramping.


"Dibandingkan melarang makanan yang dibungkus, kami harus mencari upaya untuk mengubahnya," jelas dia kepada BMJ.


Dia mengatakan makanan cepat saji dapat diubah menjadi lebih sehat.


Dalam satu dekade terakhir di Inggris, konsumsi makanan di luar rumah meningkat 29%.




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Selasa, 04 Maret 2014

Larangan iklan minuman energi di Arab Saudi

Minuman energi

Keputusan diambil setelah kajian atas minuman energi walau mereknya tidak disebutkan.

Arab Saudi menerapkan larangan total iklan minuman energi dengan alasan kesehatan, yang mencakup larangan iklan di media cetak maupun audio dan visual.

Selain itu minuman energi juga tidak boleh menjadi sponsor untuk acara sosial, budaya, dan olahraga serta harus menaruh label peringatan tentang dampak buruknya atas kesehatan dalam bahasa Arab dan Inggris di produknya.

Penjualannya dilarang di sekolah negeri maupun swasta serta di klub-klub kebugaran dan olahraga maupun di restoran dan kantin yang berada di gedung-gedung pemerintah di kerajaan itu.

Larangan disahkan dalam sidang kabinet yang berlangsung di Riyadh, Senin 4 Maret.

Pembagian secara gratis kepada para konsumen dari semua kelompok umur -yang biasanya dilakukan sebagai upaya promosi- termasuk yang dilarang.

Media setempat melaporkan keputusan diambil setelah Kementrian Dalam Negeri mengkaji 'dampak buruk dari minuman energi' tanpa menyebutkan merek-merek yang diteliti.

Minuman energi -yang memiliki kandungan kafein dan gula yang tinggi- amat populer di kalangan remaja di berbagai negara dan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan belakangan ini semakin meningkat.

Akhir Novmeber 2013, sebuah jaringan supermarket Inggris, Klik Morrison, melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun membeli minuman energi.



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate

View the original article here

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang