journey healthy future

Rabu, 05 Maret 2014

Masalah Kehamilan Hantui Perokok Pasif




TEMPO.CO, Jakarta - Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Begitulah peringatan yang tertulis di bungkus rokok sebelum akhirnya diganti dengan tulisan “Merokok Membunuhmu.”


Bahaya rokok yang tertulis dalam bungkus rokok tidak hanya mengintai para perokok aktif tetapi juga mengintai para perokok pasif.  Perokok pasif, terutama wanita, berisiko tinggi mengalami keguguran, lahir mati, dan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).


Dikutip dari laman Daily Mail, Senin, 3 Maret 2014, studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal ini telah menganalisis data historis dari lebih dari 80 ribu wanita yang telah menopause.


Dari 80 ribu wanita tersebut, lebih dari 5000 di antaranya (5,3%) merupakan perokok saat ini, sedangkan 35 ribu (43%) di antaranya adalah mantan perokok. Sementara itu sekitar 41 ribu  (50,6%) di antaranya adalah non-perokok. Kesemua wanita ini pernah hamil, setidaknya satu kali kehamilan.


Hasilnya, 1 di antara 3 orang tersebut (32,6%) mengatakan, mereka pernah mengalami keguguran setidaknya satu kali. Sementara itu, sebanyak 3.552 orang (4,4 %) mengatakan pernah mengalami kelahiran dengan janin yang sudah meninggal sedangkan 2.033 wanita (2,5%) telah mengalami kehamilan ektopik.


Studi kemudian berlanjut. Peneliti wanita non-perokok kemudian dikategorikan menurut tingkat perokok pasif selama masa kanak-kanak, sebagai orang dewasa di rumah, dan sebagai orang dewasa di tempat kerja.


Dari sini diketahui, risiko gangguan kehamilan tersebut lebih tinggi pada wanita non-perokok yang menjadi perokok pasif dibandingkan dengan wanita non-perorok yang tidak pernah terpapar asap rokok sama sekali. Semakin lama periode paparan, semakin besar pula risiko gangguan kehamilan untuk non-perokok.


Mereka yang mengalami tingkat tertinggi paparan seumur hidup (10 tahun sebagai seorang anak, lebih dari 20 tahun sebagai orang dewasa di rumah, dan lebih dari 10 tahun di tempat kerja)  memiliki risiko keguguguran 17 persen, risiko melahirkan janin yang meninggal  55 persen, dan risiko kehamilan ektopik 61 persen lebih tinggi dari non-perokok pasif.


ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL




Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis

View the original article here

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang