journey healthy future

Rabu, 05 Maret 2014

COBA “LUMPUHKAN” DENGUE DI DIY, BERIKUT EMPAT HIMBAUAN KEMENKES




Eliminate Dengue Project (EDP) atau proyek pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilakukan FK UGM bekerjasama dengan Monash University Australia, telah melepasliarkan nyamuk ber- Wolbachia di beberapa lokasi tertentu di DIY awal tahun 2014 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pengendalian penyebaran dengue secara alamiah melalui bakteri Wolbachia yang disuntikkan kedalam nyamuk Aedes aegypti dengan teknologi mikro-injeksi.


Diamanahi sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan penelitian &pengembangan kesehatan berdasarkan PP No.39/1995 dan Permenkes 1144/2010, maka Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI pun bertindak. Secara tertulis, Kepala Badan Litbang Kesehatan menghimbau Rektor UGM agar menyampaikan pada para peneliti yang terlibat, melakukan hal-hal sebagai berikut :


1.Mengingat uji coba metoda pengendalian ini masih bersifat penelitian, prinsip kehatian-hatian tetap harus diutamakan dalam pelaksanaannya. Pelepasliaran sebaiknya dilaksanakan dalam lingkungan terbatas yang mempunyai semacam pembatas alami atau bahkan lebih baik bila dilakukan pada sebuah pulau kecil dengan populasi terbatas sehingga mudah melakukan pemantauan dan evaluasi hasil.
2.Metoda pengendalian dengue ini memiliki potensi yang sangat besar untuk Indonesia mengingat beberapa penyakit yang ada di Indonesia ditularkan melalui serangga (malaria, filariasis). Untuk itu dianjurkan transfer teknologi mikro-injeksi Wolbachia pada nyamuk dari ahli di Australia kepada peneliti maupun teknisi Indonesia.
3.Tiap tahapan penelitian harus mengikuti petunjuk yang telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian termasuk mendapatkan persetujuan dari penduduk dimana dilakukan uji coba tersebut. Persetujuan Setelah Penjelasan atau informed concent harus didapatkan dari tiap individu.
4.Walaupun telah dilakukan penandatanganan MoU bersama pemerintah daerah DIY, Dewan Riset Daerah, dan melibatkan pemangku kepentingan baik pemerintah pusat maupun daerah, namun belum ada kejelasan instansi mitra yang bersama-sama melakukan pengawasan dan pemantauan serta evaluasi sehingga bila ada penyimpangan metoda tidak ada yang mengingatkan. Untuk itu, pelaksanaan pelepas-liaran nyamuk ber-Wolbachia harus dipantau secara ketat bersama Kementerian Kesehatan RI, yang dalam hal ini oleh Badan Litbangkes bersama Ditjen P2PL, dan peneliti harus menyampaikan laporan hasil secara berkala (bulanan).


Akankah proyek ini berhasil “lumpuhkan” kemampuan nyamuk Aedes aegypti dalam menyebarkan virus dengue di Indonesia? (NB_DishumasIPD)


Powered By WizardRSS.com | Info CPNS Terlengkap | Bisnis Dari Rumah | Kerja Sambil Bisnis


View the original article here

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

Surat Keterangan Akreditasi FKM UNDIP

Bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Akreditasi FKM UNDIP... Silahkan download file di bawah ini... file sudah saya perb...

Find Us on Facebook

Blog Archives

Do Before You Die

Do Before You Die

Visitors


pinjaman utang